Kesalahpahaman Kata Anarkis/Anarkisme

Sering dengar kalimat ini “Massa yang anarkis merusak bangunan dan kendaraan” atau “tawuran antar pelajar adalah perbuatan anarkis” atau “ water cannon aparat berhasil menghalau pendemo yang anarkis” di media atau percakapan sehari-hari?. Atau membacanya dalam tulisan seperti ini.

sumber: detik.com
sumber: detik.com

anarkis5

Sadarkah, bahwa kalimat tersebut menggiring pemahaman pendengar atau pembaca dalam memahami kata anarkis sebagai kekerasan, kebrutalan, liar, lepas kendali atau chaos. Padahal tahukah bahwa anarkisme/anarkis bukan lah sesuatu yang pasti berhubungan dengan yang namanya kekerasan?. Lalu apakah anarki itu sebenarnya?.

Kata anarki sebenarnya berasal dari bahasa Yunani kuno yakni anarchos/anarchein. Kata tersebut kurang lebih memiliki arti kekosongan pemimpin, tidak adanya pemimpin dan tidak adanya pemerintahan. Kata ini pertama kali digunakan oleh Pierre Joseph Proudhon. Sedangkan anarkisme adalah sebuah ideologi yang  bertujuan menolak otoritas penuh yang mengatur masyarakat dan negara adalah yang mengatur rakyatnya. Mengapa begitu?, karena kaum anarkis mempercayai bahwa pada dasarnya manusia memiliki sifat dasar alamiah untuk hidup bekerja sama antar individu sedangkan negara dan berbagai aturannya membelenggu masayarakat. Kaum anarkis juga percaya bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat untuk dapat mengatur hidupnya sendiri. Namun, seringkali para anarkis menggunakan tindak kekerasan dalam mencapai tujuannya seperti pada revolusi perancis.

Jadi, sebenarnya anarkis tidak bisa disamakan dengan konsep maupun pengertian tindakan kriminal, kekerasan atau kebrutalan. Karena, belum tentu orang yang bertindak kriminal, tawuran dan melakukan tindak kekerasan lain memiliki motif yang sejalan dengan apa yang dimiliki kaum anarkis.

Itulah sedikit Informasi tentang anarkisme dan anarkis. Semoga dapat menambah pengetahuan kita dan tidak salah mengartikan maupun menggunakan kata arakis/anarkisme. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini hasil baca-baca situs berikut:

– http://www.goodreads.com/book/show/1339037.Anarkisme

-http://id.wikipedia.org/wiki/Anarkisme

-http://ilmu.filsafat.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=250:anarkisme-cegah-tirani-negara&catid=68:pemikiran

Salah Sambung : Kemal vs Vincent

Acara Salah Sambung GEN FM 98.7 rasanya gak ada matinya. Kadang heran juga dengan acara ini. Bukankah suara Kemal sangat khas dan sangat mudah dikenali, tapi kok ya banyak juga yang “kena” dikerjain sama Kemal ya?

Yang dikerjain itu begitu mudah emosi saat Kemal mulai memancing emosi mereka, padahal kata-kata yang disampikan Kemal kadang-kadang gak masuk akal dan pasti sudah tertebak bahwa ini hanya main-mainan.

Baik nama organisasi, institusi atau nama universitas yang diaku sebagai tempat Kemal bekerja semuanya tidak masuk akal, tapi tetap juga mereka kena dikerjain sama Kemal.

Yang lebih lucu adalah ketika yang dikerjain merasa tidak dikerjain. Kemal udah susah payah mengerjain dan yang diujung telepon ternyata tidak kenal dengan acara salah sambung di Gen FM.

Aku sampai ngakak sendirian saat mendengar episode itu.

Acara Salah sambung ini memang luar biasa menariknya, sehingga kalau kuperhatikan mobil kawanku yang kunaiki, selalu ada channel Gen FM di memori mereka. Kalau mobil pool kantor sih jelas sudah menjadi channel resmi.

Biasanya kalau pagi hari acara ini disiarkan pada jam 6.30. Itu adalah jam macet antara Cikarang Cawang, dan siaran ini pasti dapat mencairkan suasana macet yang ada di depanku.

Kalau versi tidak lengkapnya sering disiarkan pada jam-jam setelah jam 10.00, tapi kalau mau puas ya harus ndengarkan versi lengkapnya. Risikonya ya harus manthengin siaran Gen FM 98,7 mulai dari pagi jam 6.00 s.d jam 10.00. Di luar jam itu hanya potongan iklan salah sambung saja yang didapat.

Potongan iklan salah sambung itu meskipun tetap lucu, tapi kalau mendengarkan versi lengkapnya pasti tidak hanya lucu saja yang didapat. Ada gemas, jengkel, dan cekakaan di sana.

Di TV juga ada acara UPS Salah Sambung. Pembawa acaranya tidak kalah lucunya, yaitu Vincent. Acaranya juga tidak kalah lucunya, kadang malah tidak hanya lucu tapi ada nuansa haru di acara itu.

Kalau di acara Kemal GEN FM jarang ada yang sampai menangis (meskipun ada juga), nah kalau di UPS Salah Sambung ada yang sampai berlinang air mata dan penonton sampai ikut jengkel dengan tingkah polah Vincent yang tetap saja sambil cengar cengir melanjutkan kegiatannya mengerjain sang korban.

Di Radio kadang terasa lebih segar, karena kita tidak melihat ekspresi wajah yang sedang dikerjain, sehingga kita mempunyai gambaran sendiri-sendiri tentang wajah orang yang dikerjain. Kadang gambaran ekspresi ini lebih pas di kita dibanding saat kita melihat ekspresi wajah orang yang dikerjain di layar kaca.

Kedua acara ini sama lucunya dan sama menariknya. masing-masing punya kelebihan. Kita tinggal punya waktu yang mana untuk menonton/mendengarkan acara ini.

Selamat mendengarkan/menonton acara ini.

+++
source : disini dan disini
+++
dimuat juga di blog pribadi