Satu cinta Bekasi

Bekasi yang luasnya luar biasa dan aku pernah keliling penasaran di tiap-tiap sudut kota. Bekasi bukan hanya kebanggaan pribumi aseli yang dari nenek moyang turun-temurun tinggal, Bekasi juga sebagai rumah bagi para pengadu nasib dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Terbukti banyak nuansa keanekaragaman yang terbungkus satu kesatuan dalam kota Bekasi. Contohnya para pedagang-pedagang yang datang dari desa mengadu nasib mencari sesuap nasi di Bekasi.

Salah satu favorit yang aku datangi adalah angkringan. Angkringan yaitu warung tenda kecil dan sederhana yang sering banyak dijumpai di daerah Jogja dan sekitarnya.

Sekarang angkringan pun telah merambah ke kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Angkringan tempat nongkrong rakyat kecil yang menyuguhkan hidangan spesialnya yaitu sego kucing (nasi kucing). Sego kucing adalah nasi bungkus berukuran kecil yang berisi berbagai macam lauk pauk di dalamnya, seperti sambel ikan teri, sambel ikan bandeng, oseng-oseng tempe dan sebagainya. Selain sego kucing yang menjadi ciri khas angkringan, terdapat juga 3 ceretnya. Macam-macam gorengan dan beraneka ragam sate tusuk menghiasi dagangan angkringan. Penerangan lampu yang remang-remang pun juga menjadi bagian dari ciri khas angkringan.

Kali ini ada angkringan yang jarang ditemui di kota manapun. Angkringan yang mangkal di gerbang pintu perumahan Vila Mutiara Cikarang,Cikarang Selatan, Bekasi ini lain daripada yang lain, karena memiliki ciri khas yang unik. Angkringan ini menyediakan buku TTS (Teka-Teki Silang) untuk para pengunjung yang ingin menikmati sego kucing. Angkringan yang didirikan oleh dua bersaudara (mas Gembik & mas Cempe) ini mempunyai ide buku TTS ini bermaksud agar suasana angkringan menjadi lebih rame (bahasa Jermannya: gayeng). Pengunjung dapat berinteraksi dengan pedagang angkring dan bertanya jawaban apabila mengalami kesulitan menjawab soal dari buku TTS.

Setiap malam angkringan TTS ini selalu ramai didatangi pengunjung apalagi setiap malam minggu. Kebanyakan pengunjungnya adalah para karyawan-karyawan pabrik yang tak jauh dari tempat industi EJIP, selain itu adanya buku TTS suasana menjadi lebih akrab dan menghangat.