Candi Singosari & peradaban bangsa

Saya baru tahu ada candi di Jawa yang bernama Candi Singosari ketika pertama kali berkunjung ke Malang Jawa Timur pada November 2012 lalu. Selama ini hanya nama Singosari saja yang terkenal sebagai sebuah kerajaan yang dibangun penuh intrik oleh seorang Ken Arok yang merebut Ken Dedes, istri dari Tunggul Ametung pemimpin wilayah Tumapel yang awalnya masih merupakan bagian dari kerajaan Kediri, sebelum akhirnya memisahkan diri dan lebih dikenal dengan nama Kerajaan Singosari.

Lokasi tempat keberadaan Candi Singosari ditemukan di jalan Kertanegara Desa Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur itu diperkirakan dulunya merupakan letak kerajaan Singosari, karena di sekitar wilayah itu tak hanya ditemukan candi, tapi juga berbagai benda budaya seperti misalnya patung batu, dan lain-lain. Untuk mencapai ke sana, dari pusat kota Malang kira-kira 12 km ke arah utara yang menuju Surabaya. Sementara jika dari Surabaya sekitar 80 km ke arah selatan.

Memasuki lokasi candi tidak ada loket untuk membeli karcis tanda masuk, hanya saja para penjaga di tempat tersebut biasanya akan mengarahkan kita untuk mengisi buku tamu sebelum kita mendekati bangunan candi. Setelah itu mereka akan memberikan buku kecil yang sangat sederhana berupa keterangan dan tulisan tentang sejarah Candi Singosari. Dengan sopan para penjaga akan meminta biaya pengganti cetak yang besarnya tidak ditentukan alias seikhlas kita, karena dari dana tersebut nantinya akan dialokasikan juga untuk biaya operasional mereka merawat kawasan itu.

Secara keseluruhan Candi Singosari ini masih dalam keadaan terawat baik, begitu pula lingkungan di sekitar candi yang cukup bersih, nampak hijau dan asri. Hanya sayang terlihat beberapa arca patung atau pun batu-batu yang diletakkan berjajar di pinggir pagar lokasi tanpa ada bangunan yang menutupinya. Semoga saja arca dan batu-batu itu tidak dijamah tangan-tangan jahil yang berniat mengambil atau merusaknya. Menurut catatan sejarah, di kompleks candi ini awalnya ada 7 buah candi yang kesemuanya kini sudah runtuh meninggalkan puing-puing dan arca yang terpisah-pisah tersebut, dan hanya tersisa satu candi yang kini berdiri.

Bagi saya pribadi, dengan mengunjungi candi atau pun bangunan peninggalan bersejarah yang lain, akan semakin menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air dan bangsa ini. Semua itu membuktikan bahwa peradaban bangsa Indonesia telah berkembang sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Jangan sampai di masa sekarang, bangsa ini malahan tidak lagi memiliki peradaban dan budaya yang dapat dibanggakan generasi 100 tahun ke depan.

Belajar Adab dari Peradaban

“Jangan sekali – kali melupakan sejarah” (Bung Karno).Ucapan bung karno telah mempertegas kepada kita betapa pentingnya untuk mengetahui sejarah suatu bangsa ataupun dunia.Sejarah manusia menunjukkan betapa banyak sebuah peradaban besar yang tumbuh kemudian jatuh hancur namun hanya sedikit manusia yang mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.semata – mata bukan hanya untuk dikenang tetapi untuk pelajaran dimasa mendatang.

 

Inilah sebuah buku revolusioner di indonesia yang menceritakan sejarah panjang kehidupan manusia.pembaca tidak hanya disajikan sebuah cerita suatu peradaban tetapi pelajaran apa yang terkadung dari maju dan hancurnya sebuah peradaban besar.

 

Mempelajari proses tumbuhnya sebuah bangsa besar demi menciptakan A new superior civilization adalah tujuan penulis yang disajikan dalam buku ini.jika kita sudah bisa melihat proses dan semua keunggulanya , dan semua keunggulan itu kita jadikan satu,untuk kita tiru prosesnya demi menciptakan sebuah bangsa yang bahkan lebih maju dari bangsa – bangsa itu.

 

Imperium Romawi yang penuh dengan kegemilangan.istana yang megah dengan pilar – pilar raksasa membuat Romawi mejadi lupa diri,dan para kaisar sibuk bermewah – mewahan untuk memeuaskan nafsunya sendiri. Siapa yang sangka roma akan jatuh di tengah kemegahan yang seperti itu. begitu juga peradaban islam yang penuh dengan para ilmuwan – ilmuwan besar. Baghdad berubah menjadi kota ilmu pengetahuan yang megah dan memanjakan para ilmuwan dengan perpustakaan di setiap sudut kota.namun lagi – lagi raja yang tamak dan rakyatnya yang lupa diri telah menimbulkan kehancuran peradan islam yang begitu maju.

 

“Knowlede,is power” kata – kata francis bacon ini menjadi salah satu kunci majunya sebuah peradaban seperti islam di baghdah dan Andalusia,Eropa,Amerika dan juga jepang.kita bisa melihat bagaimana usaha khalifah Harun al Rasyid membangun perpustakan di seluruh kota Baghdad,atau kita bisa melihat usaha bangsa jepang menerjemahkan begitu banyak buku – buku ilmu pengetahuan pada saat restorasi meiji.semua itu menunjukkan betapa pentingnya peran ilmu pengetahun dalam proses menjadi sebuah bangsa yang maju, namun Ilmu pengetahuan akan benar – benar berfungsi ketika dipergunakan dengan bijak.

 

Buku ini telah menjelaskan secara runut apa rahasia negara – negara maju?mengapa ada negara yang bisa sangat kaya,bisa bangkit dari keterbelakanganya,sementara banyak yang masih terus melarat?apa hal paling signifikan yang membedakan mereka? Dan bagaimana mereka meraih keunggulanya? Telah dikupas tuntas dalam buku ini.

 

Informasi yang diberikan dalam IMPERIUM III yang begitu lengkap juga menyisipkan banyak kata – kata bijak manusia – manusia unggul mulai dari Nabi Muhammad saw pada kebangkitan Islam hingga Akio Morita yang telah memajukan Jepang dengan perusahaan sony yang dia miliki.

 

Buku ini pun tidak membosankan karena dilengkapi dengan foto dan rangkuman pada setiap sub bab yang memiliki banyak pelajaran penting dan perlu untuk dipahami.secara garis besar buku ini menyampaikan bahwa “Sejarah ada , tidak hanya untuk dikenang tepati juga untuk di pelajari sebagai bagian dari anugrah Tuhan kepada manusia,yakni kemampuan untuk belajar dan berubah”.inilah pesan implisit yang coba disampaikan oleh penulis.selamat menikmati.

 

 

Penulis       :     Eko Laksono
Penerbit      :     Hikmah
ISBN            :     978-979-3714-09-5

Jmlh Hlm    :  523 halaman



:astig:

 

5 Hal Penghancur Peradaban

Sebuah peradaban besar yang sangat maju dengan istana – istana yang megah,ilmu pengetahuan sangat di hargai , semua orang haus akan ilmu pengetahuan.sebuah peradaban yang sangat tinggi dapat hancur dan musnah,hal ini bukanlah bualan belaka, hancurnya sebuah peradaban pernah di alami eropa dan peradaban islam. mengapa sebuah peradaban yang sangat maju , bahkan dengan teknologi yang sangat tinggi. kehancuran peradaban ternyata sangat manusiawi , yaitu hancurnya moral dan akhlak masyrakatnya.

Dapat kita garis besarkan menjadi 5 hal utama penchancur peradaban yaitu :

  1. Kepuasan diri para pemimpin dan ilmuwan. keberhasilan mereka telah membuat mereka menjadi puasa ,sehingga menimbulkan rasa malas,dan perlahan – lahan meninggalkan ilmu pengetahuan
  2. Hedonisme, menjadikan materi sebagai tujuan hidup telah membuat manusia malas dan terlalu sibuk dengan kesenangan dunia (wanita,harta,perang,kekeuasaan)
  3. Hancurnya moral dan akhlak menjadikan manusia,terutama para pemimpin dalam suatu peradaban menjadi tamak,contoh hidup hura – hura para pemimpin pusat menjadi stimulus para pemimpin di daerah untuk hidup hura – hura juga, kemudian menimbulkan korupsi dimana – mana
  4. Menjauhkan diri dari sebuah masalah,membuat suatu peradaban menjadi lemah dan dapat dihancurkan oleh faktor luar,bisa dari serbuan bangsa lain atau kerusakan alam
  5. Hilangnya kemampuan berperang juga menjadi persoalan hancurnya peradaban maju islam,mereka hancur karena suda tidak memiliki lagi kekuatan untuk mempertahankan diri, hal ini menunjukan suatu negara wajib memiliki ankatan bersenjata.

Dengan mengetahui sebab – sebab hancurnya sebuah peradaban besar membuat kita tahu bagaimana membangun sebuah peradaban,mulai lah dari ilmu dan moral,saya rasa indonesia pun bisa jika da kemauan,sudah saatnya kini matahari terbit dari timur. kita tunggu kebangkita indonesia menjadi sebuah peradaban besar dan terhormat.

Peradaban Maju Romawi (Eropa) 5M

Ilmu dan Akhlak adalah Kunci!

Gedung Tinggi : Riwayatmu Kini

Gedung Tinggi, juga dikenal sebagai Gedung Juang adalah salah satu bangunan bersajarah yang dimiliki Bekasi. Bangunan yang menjulang megah ini, –menurut informasi dari internet– ternyata merupakan bukti dan saksi perjuangan rakyat Bekasi dalam menghadapi penjajah Belanda. Demi mendapatkan informasi, jejak-jejak yang ditinggalkan, serta mendapatkan bayangan tentang kejadian-kejadian dimasa lalu, maka saya memasuki pelataran Gedung Juang.


Gedung Juang, terlihat sangat megah dari jalan raya.


Ada beberapa anak bermain di halaman gedung. Ternyata Gedung ini kosong. Karena pintu depan tertutup, saya memutar, memasuki gedung dari pintu belakang yang ternyata tidak terkunci.


Kondisi ruangan lantai atas, kotor dengan kotoran kelelawar dan tentu saja menimbulkan bau tak sedap.


Lantai atas, memasuki lorong menuju bagian depan.


Kondisi lantai atas, bagian depan.


Replika patung


Kondisi atap yang berlubang, dan dihuni oleh ratusan bahkan ribuan kelelawar.


Para pelajar sekolah memengah pertama, yang sebelumnya ikut memasuki gedung, hendak mencari perpustakaan, hanya menemukan ruangan kosong, kini memperhatikan relief yang ada di halaman, yang menggambarkan pertempuran rakyat Bekasi melawan Belanda.


Anak-anak sekolah menengah pertama yang tinggal di sekitar stasiun tambun, sedang mencoba belajar tentang sejarah Bekasi.


Memperhatikan relief perjuangan jaman dulu dengan background kereta api.

Disini, anak-anak hanya bisa menerka-nerka dengan bantuan relief tentang apa yang terjadi pada jaman dulu. Mereka bingung, mesti bertanya kepada siapa?


Tak terasa, waktu berkelebat begitu cepat, hari sudah menjelang petang.
Saatnya pulang, seperti kambing-kambing itu.