Pemkot Bekasi Gelar Seminar Nasional “Internet Sehat” Bagi Guru dan PNS

Ibu Sri Sunarwati, Kabag Telematika Pemkot Bekasi (tengah) didampingi stafnya saat memberikan materi pada acara seminar nasional (Foto: Nur Aliem Halvaima).

BAGIAN Telematika Pemerintah Kota Bekasi menggelar Seminar Nasional “Pendidikan dan Internet Sehat” bagi guru dan PNS, 14-15 Juni 2012, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, diikuti  100 orang terdiri guru TK-SLTA dan pegawai Pemkot dan Kabupaten Bekasi, DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah.

“Seminar ini digelar sebagai upaya Pemerintah Kota Bekasi mengasah talenta teknologi informasi dan akhlak mulia bagi insan pendidikan dan aparaturnya. Anggarannya diambil dari APBD Kota Bekasi TA 2012.,” kata Sri Sunarwati, Kabag Telematika Pemkot Bekasi.

Menurut Sri, seminar nasional bertujuan membantu mengkampanyekan sebagai media pendidikan dan hiburan yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan.

Membantu memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan guru dalam menyikapi perkembangan internet dan dampaknya.

“Selain membantu mengupayakan peningkatan penetrasi internet di Indonesia dari keluarga dan dari komunitas pendidikan secara aman dan bertanggung jawab, juga mendukung edukasi sejak dini tentang internet sehat kepada anak, keluarga dan pengguna internet pemula. Melalui seminar ini pula, salah satu upaya mewujudkan visi-misi Kota Bekasi yaitu, Bekasi Cerdas, Sehat dan Ihsan,” kata Sri.

Seminar diikuti  100 guru TK-SLTA dan pegawai Pemkot/Kabupaten Bekasi, DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah. Sementara narasumber adalah Walikota Bekasi Rachmat Effendi, Komisi D DPRD Kota Bekasi, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komuinfo,  Ono W Purbo, pakar internet, Donny B.U penggiat internet, Wijaya Kusumah pakar pendidikan dan penulis aktif di berbagai komunitas online. Acara dipandu oleh ibu MS Julie dari IGI Bekasi.

Wijaya Kusumah (Omjay) misalnya, membawakan materi dengan lugas, lancar dan sedikit humor tentang pengalamannnya menggunakan internet secara sehat. Omjay awalnya berbagi pengalaman dengan orang dekatnya di lingkungan keluarga, seperti kedua anaknya Intan dan Berlian. “Saya banyak belajar dari kedua anak saya, keduanya lebih duluan menguasai terutama berkaitan dengan smartphone, seperti tablet dan fasilitasnya…hahaha,” kata penulis buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi” ini. Sejumlah buku sudah Omjay terbitkan yang berangkat dari menulis di blog, termasuk rajin mengisi blog keroyokan di Kompasiana.com.

Pengalaman Donny B.U sebagai penggiat internet, juga tak kalah menariknya. Mantan wartawan detik.com ini menceritakan pengalaman lain keluarganya yang memanfaatkan kecanggihan internit untuk pengembangan usaha busana muslimah. “Ada Mpok saya, buka usaha busana Muslimah melalui internet, sekarang pemasarannya sudah merambah sampai ke negeri Jiran, Malaysia, luar biasa kan?,” kata Donny.

Itu dimulai dari industri rumah (home industri). Mula-mula karena rajin nonton sinetron lokal maupun telenovela di televisi, akhirnya terinspirasi melihat busana pemainnya. Dari jilbab Manohara hingga busana tokoh-tokoh sinetron “Ayat-Ayat Cinta”. Dari tontonan televisi ini, kemudian menjadi acuan mencari contoh busana di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Contoh busana Muslimah versi Tanah Abang itulah, kemudian  ia posting via blog  di internet.

Yang menarik, di setiap sesi penyajian materi, ada kuis dari isi makalah yang disampaikan dengan berbagai hadiah yang menarik, di antaranya buku-buku yang diberikan langsung oleh penulisnya sendiri. “Alhamdulillah, saya kebagian hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan si pembawa makalah,” kata Ibu Nunung, guru anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi. (aliem)

salam blogger,

Nur Aliem Halvaima

Wijaya Kusumah (Omjay) sedang membawakan materi dipandu moderator ibu MS Julie pada Seminar Nasional Pendidikan dan Internet Sehat di Hotel Grand Cempaka Jakarta (Foto: Nur Aliem Halvaima)