Internet fot Kids

Beberapa hari lalu aku diskusi dengan mas Andy MSE membahas masalah Internet for Kids. Kalau kita perhatikan lingkungan anak-anak kita saat ini, maka akan sangat jauh berbeda dengan saat kita masih jadi anak-anak dulu. Tidak ada lagi permainan di luar rumah dengan penerangan bulan purnama, atau permainan lari-larian, kejar-kejaran dengan senapan kayu atau juga mainan lain yang murah meriah. Semuanya saat ini serba elektronik, praktis dan jauh dari kegiatan yang memerlukan kekuatan fisik. Semuanya lebih ke kemampuan mata, tangan (jari terutama jempol) dan peralatan elektronik.

Lalu apakah kita ingin mengembalikan dunia anak-anak kita di jaman dulu ke jaman sekarang? Kita ajak mereka main gobak sodor (go back to the door), kasti atau “benthik”?

Cara tersebut bisa berhasil dan bisa juga tidak. Perlu effort yang luar biasa untuk menjadikan permainan semasa kanak-kanak kita laris manis lagi. Jempolku teracung pada mereka yang masih setia melakukan sosialisasi permainan anak-anak jaman dulu ke dunia modern seperti saat ini.

Mas Andy MSE rupanya punya cara lain yang mungkin lebih disukai oleh anak-anak. Dia menyebutnya Internet for Kids. Sejak tanggal 25 Nopember 2010, kegiatan ini terus berlangsung dan saat ini menginjak ke versi terbaru. Sebuah kegiatan yang belajar banyak dari kegiatan yang sudah dilakukan. Segala kekurangan di kegiatan yang lalu disempurnakan dan dikembangkan. Tentu untuk yang satu ini mas Andy butuh biaya banyak dan kewajiban kita bersama untuk mendukung kegiatan mas Andy agar anak-anak kita mendapat suguhan yang berkualitas dan pada muaranya bisa membentuk generasi lanjutan yang lebih berkualitas dibanding kita atau dibanding pendahulu mereka.

Data tentang kegiatan ini bisa dilihat di situsnya mas Andy. Isinya kurang lebih seperti yang dikutip di bawah ini.

+++

Internet for kids
Internet for kids

Setelah Internet For Kids terselenggara selama dua tahun lebih (sejak 25 November 2010) dan berkembang menjadi 3 unit di tiga tempat berbeda, akhir-akhir ini ada keinginan untuk mengembangkan IFK lagi. Kali ini di sekitaran Kota Solo dengan nama IFK 4.1.

Rencananya, IFK 4.1 ini dikelola dengan pola yang sama persis dengan IFK 2.2 Kartasura, Sukoharjo. Sedangkan pengembangannya sedikit berbeda dengan IFK-IFK sebelumnya dimana dikembangkan karena ada yang berinvestasi atau karena keinginan bergabung dalam jaringan Internet For Kids, dimana IFK 4.1 ini dikembangkan sepenuhnya dari donasi.

Alasan utama dikembangkannya IFK 4.1 ini agar pola pelayanannya sama persis dengan IFK 2.2 antara lain:
1. Menggunakan software legal yang didorongkan untuk menggunakan opensource misalnya Linux
2. Diberikan bimbingan untuk anak-anak agar bisa bermain dan belajar khususnya soal komputer dan internet secara sehat dan aman.
3. Secara teknologi dilakukan filtering dan langkah-langkah keamanan koneksi internet untuk melindungi anak-anak dari situs-situs tidak baik.

Diperkirakan, untuk pengembangan IFK 4.1 secara keseluruhan akan membutuhkan dana sekitar 36 juta rupiah yang akan digunakan untuk sewa tempat, pembelian peralatan, pembelian perabotan, pendaftaran berlangganan internet, dan lain-lain. Berkaitan dengan rencana tersebut, bilamana Anda berkenan mendukung pengembangan IFK 4.1, silakan menghubungi pengelola di halaman Donasi. Sumbangan yang bisa kami terima tidak hanya berupa dana melainkan bisa juga berupa barang misalnya komputer baru/bekas, laptop bekas, kabel2, switch/hub, modem, perabotan, koneksi internet, dan lain sebagainya. Dengan demikian akan mengurangi kebutuhan dana secara keseluruhan.

Sebagai laporan publik, setiap sumbangan yang diterima akan dilaporkan melalui halaman IFK 4.1.

Bilamana dibutuhkan, kami akan mengirimkan proposal secara lengkap.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pengembangan dan penyelenggaraan Internet For Kids selama ini.

Salam
Pengelola Internet For Kids
Andy MSE

+++

Dari hasil obrolan dengan mas Andy MSE melalui facebook, kita mencoba cari barangkali ada  kenalan atau koneksi atau channel baik perorangan maupun institusi yang bisa diberi proposal. Kebutuhan untuk rencana pengembangan ini membutuhkan dana sekitar 36 juta rupiah mulai dari sewa tempat di kampung, pengadaan peralatan, sampai pernak-pernik kebutuhan lain. Untuk keperluan tersebut, dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa dana, melainkan bisa juga berupa barang misalnya komputer baik baru maupun bekas, laptop bekas, kabel2, switch/hub, modem, dlsb… Dengan demikian akan mengurangi kebutuhan dananya.

Saat kutanyakan apakah ada tempat di Jogja yang bisa menampung bantuan untuk kegiatan ini, mas Andy menyanggupi untuk melakukan koordinasi dengan teman-temannya yang ada di Jogja. Jadi untuk yang diluar Jogja dan Solo, bisa langsung kirim bantuan ke mas Andy berupa dana, sedangkan khusus di Jogja dan Solo bisa mengirimkan dana ataupun perangkat keras yang dibutuhkan untuk kegiatan ini.

Minggu lalu sudah ada donasi masuk 300ribu, sudah dimuat di website IFK www.internet4kids.info. Yang butuh proposal untuk menyebarkan kegiatan ini, silahkan kontak ke mas Andy. Silahkan juga baca keterangan buat yang ingn menjadi donatur.

Di Internet For Kids semua kegiatan yang diselenggarakan semata-mata ditujukan untuk membantu anak-anak terutama di tempat-tempat yang masih membutuhkan terutama di pinggiran kota dan di pedesaan. Bilamana berkenan membantu pengembangan Internet For Kids yang telah dirintis selama ini, sumbangan dapat dialamatkan ke:
  • Persyarikatan Sekolah Rakyat, Limbangan Kendal. d/a Kantor Pos Kec. Limbangan, Kab. Kendal 51383 attn Andy MSE / Solichun Firmansyah
  • Suhaimi Andy Muryanto, Jl Pisang, Gempol RT 04/01, Ngadirejo, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo 57163.
  • Rekening BNI Cab Slamet Riyadi Solo, No. rek.: 0147793740 atas nama Suhaimi Andy Muryanto.
Internet for kids
Internet for kids

 

Buat Apa ?

Masih banyak PR yang harus dikerjakan pemerintah. Misalnya, "memanusiakan" sekolah yang mirip kandang hewan.

SUATU malam, ketika sedang asyik menonton acara debat publik  di sebuah stasiun televisi, istriku   bertanya dengan nada yang sangat serius.

“Pa ! Tolong jelaskan dengan gamblang. Mengapa banyak perusahaan negara yang memasang iklan bela sungkawa secara jor-joran. Bahkan ada sebuah BUMN yang memasang setengah halaman. Coba jelaskan, mengapa banyak BUMN yang menghambur-hambur uangnya (dengan memasang iklan) untuk sesuatu yang sudah jelas. Mengapa ?” tanya istriku.

Mendengar pertanyaan ini, saya diam seribu bahasa. Bukan apa-apa, tapi memang tidak tahu sama sekali jawaban yang bisa memuaskan kepenasaran istriku. Karena itu saya posting tulisan ini, mudah-mudahan ada pembaca yang memiliki kecerdasan

for more pictures, click here to visit my blog at wordpress

yang lebih baik dari saya, sehingga bisa menemukan jawaban yang tepat.

Dengan diam, saya berharap istriku tidak lagi bertanya-tanya, sehingga saya dapat menonton acara debat publik dengan tenang. Saya begitu kagum dengan kepintaran para politisi yang sangat pandai berbicara dan berkelit. Luar biasa kemampuan para politisi kita, di saat rakyat sedang menunggu-nunggu akhir berbagai kasus besar negeri ini, mereka masih saja asyik berdebat dengan penuh percaya diri.

Diamnya saya ternyata tidak serta merta membuat istriku diam juga. Bahkan pertanyaannya semakin lama justeru semakin sulit untuk dijawab.

”Coba jelaskan Pa !”, kata istriku dengan wajah penasaran.

”Mungkin itu sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang telah berjasa”, jawab saya sekenanya.

”Kalau begitu alasannya, mengapa tidak negara saja yang mengambil alih penghormatan tersebut ? Negara kan lebih pantas melakukan itu, karena memiliki otoritas dalam memberikan berbagai gelar kehormatan dan kepahlawan terhadap jasa seseorang. Bukan kah banyak BUMN yang masih melampirkan Laporan Keuangan Tahunan-nya dengan catatan ”masih merugi” ? Katanya merugi, tapi koq masih bisa mengeluarkan dana besar untuk sesuatu yang tidak bermanfaat secara langsung bagi masyarakat. Kan beriklan di media massa bisa ratusan juta. Uang sebanyak itu bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Misalnya untuk perbaikan upah karyawan, bangun sekolah, bangun klinik rakyat. Saya tidak mempersoalkan penghormatan siapa pun terhadap orang yang meninggal. Kalau itu dilakukan oleh masyarakat, saya tidak akan protes. Tapi kalau BUMN melakukan sesuatu yang tidak berkaitan dengan core business­-nya, buat apa ? Ini juga tidak bisa dikategorikan program Corporate Social Responsibility. Negeri ini kan perlu uang banyak untuk membangun segala hal. Pemerintah kan  belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kenapa sih, kita ini suka pamer padahal kita gak punya banyak uang ? Seperti mobil menteri yang konon harganya di atas 1 M. Kenapa tidak nyari mobil Kijang saja ? Jadi semua itu buat apa ?”, tanya istriku mengakhiri argumen panjang untuk menjelaskan keresahannya.

Saya tetap tidak bisa menjawab pertanyaan terakhir istriku dengan argumen yang memuaskan. Saya teringat nasihat seorang sahabat, ”jangan pernah mendiamkan pertanyaan istri, segera lah jawab secepat mungkin. Kalau dibiarkan, maka dia akan berbicara terus yang hanya membuat kita semakin terpojok”. Agar tidak terlalu banyak pertanyaan, saya mengajak istri untuk segera istirohat.  Tapi pertanyaan istriku tetap mengganggu pikiran saya. Bahkan ketika mau berangkat ke kantor pun, pertanyaannya masih belum terjawab. Buat apa itu semua ? (Tulisan serupa juga diposting di kompasiana.com. Kemang Pratama, 7/1/2010)

Desaku…..

desakuDesaku ku yang ku cinta
puja’an hatiku
tempat ayah dan bunda
dan handai tolanku
tak mudah ku lupakan
tak mudah bercerai
selalu ku rindukan
desa ku yang permai

Padi yang mulai kekuning-kuningan yang siap untuk di panen ,sungai yang masih jernih airnya,sayup-sayup terdengar suara seruling gembala yang bernada rindu memanbah syahdunya alam desaku.pagi-pagi kulihat ibu-ibu yang siap-siap untuk pergi ke sawah untuk bekerja tak terkecuali bapak-bapak.kegiatan ini rutin mereka lakukan menjelang panen tiba.
Lain lagi dengan anak-anak mereka pun sibuk dengan dunia mereka.Ada yang lari kesana kemari ada yang tertawa terbahak-bahak dan ada pula yang mandi(maaf)dengan telanjang bulat,maklum masih anak-anak gitu loh……yang penuh riang canda tanpa beban apapun.

Itulah sekilas cerita tentang kisah desa ku dulu,tetapi sekarang sudah sangat jauh berbeda.hari berganti hari,bulan berganti bulan,tahun berganti tahun desaku pun terus berkembang.salah satunya adalah pembangunan perumahan yang bermunculan.aku masih ingat perumahan yang pertama kali di bangun adalah perum jatimulya bekasi.akibat dari pembangunan perumahan ini banyak sawah-sawah warga yang di jual.Di samping itu pembangunan perseroan terbatas(PT)pun sama makin menambah polusi udara di desaku.

Hijaunya padi di sawah ,jernihnya air sungai,dan merdunya suara seruling gembala sudah tidak ada lagi,yang ada sekarang adalah kemacetan kendara’an di sana sini.Rindu rasanya akan suasana desaku tempo dulu dan kenangan akan masa kecilku di desa yang telah melahirkanku,di mana aku tumbuh dan berkembang.kangen rasanya manggrok di pohon jamlang sambil gegemretan sama teman-temen ampe di plantong katanya berisik.
oh desaku riwayatmu kini……….

NB: mohon ma’af kalau ada kata-kata yang salah,maklum baru belajar nulis.terima kasih.