Wawancara Dengan Eko Eshape, Pemenang Apresiasi Blog kategori Bisnis OnOffID 2011

Eko Sutrisno Hp Resize again
Nama lengkapnya Eko Sutrisno HP. Di jagat dunia maya sebut Eko Eshape atau cukup ketik Eshape di mbah Google, maka ratusan ribu entry tentang siapa orang satu ini akan muncul. Mas Eko, demikian sapaan saya pada blogger murah senyum ini, saya mengenalnya sejak aktif di Kompasiana tahun 2008 silam. Dan kopdar perdana Kompasiana di Bentara Budaya mempertemukan kami secara langsung.

Pertemanan kami berlangsung hingga kini. Meski tak kerap bersua secara fisik, namun silaturahim dengan mas Eko terus saya pelihara. Jejaring sosial dan blog menjadi perantara komunikasi. Meski tetap hangat pada sahabat, mas Eko yang saya kenal kini sudah banyak berubah. Perubahannya adalah pada aktivitasnya yang segudang. Selain ngantor di sebuah BUMN di lingkungan PU, blogger, pengurus komunitas Blogger Bekasi, anggota komunitas bisnis Tangan Diatas, dia juga pemilik mie sehati. Yang terakhir adalah usaha di bidang kuliner yang dirintisnya bersama sang istri.

Berkat mie sehati pula, hari Minggu (3/12 2011) mas Eko memenangkan penghargaan Apresiasi Blog kategori Bisnis di ajang OnOffID 2011. Pengusaha mie ini mengalahkan blogger-blogger hebat lainnya di ajang bergengsi yang semula bernama pesta blogger itu.

Bareng Blogger Bekasi di Depan Mie Sehati

Terus terang saya diam-diam adalah pengagum blogger satu ini. Saya sering mengintip kiprahnya dalam dunia perblog-an sejak dulu. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala jika melihat sepak terjangnya, aktif di banyak komunitas, mobile dengan pekerjaan, namun tetap fokus pada bisnis yang dirintisnya dari bawah.

Siapa sebenarnya sosok mas Eshape ini? Dari intipan di blognya, blogger ini lahir di Kemetiran Kidul 33 Yogyakarta, 14 September 1959. Ia adalah alumni Teknik Sipil UGM.
Semasa mahasiswa aktif sebagai pendiri teater Sipil UGM, anggota dan sutradara di Teater Gadjah Mada, anggota teater Stemka dan Teater 10.

Pernah membuat grup lawak 3T dan menjadi juara lomba lawak nasional tahun 1978. Oops, ternyata punya background sebagai pelawak juga, pantas senang ketawa. Hehehe….

Setelah kemenangan kemarin, saya mewawancarai mas Eko yang sedang berada di Yogyakarta, menyiapkan pelatihan pembuatan mie dan menyiapkan soft launching Mie Sehati di kantin UGM. Berikut petikan wawancara saya lewat email.

Selamat ya mas Eko atas kemenangan blognya, miesehati.com di ajang onoffID 2011. Apa arti kemenangan ini bagi anda dan mie sehati yang anda gawangi?

Ini merupakan sebuah tanggung jawab baru untuk dapat berbagi lebih banyak buat teman-teman yang kukenal maupun yang akan kukenal.

Apa sudah memperkirakan sebelumnya bakal menang di ajang ini? Bagaimana anda melihat kandidat lainnya?

Ingin menang pastinya iya, mengingat tahun lalu juga sudah masuk nominasi. Cuma tahun lalu aku hanya bersaing dengan blogpreneur dari komunitas Tangan Di Atas (TDA) saja, tahun ini selain bersaing dengan para blogpreneur juga bersaing dengan para blogger yang jagoan di bidang mereka masing-masing. Jadi ada rasa pesimis, apalagi aku tidak bisa hadir di acara ini, tambah pesimis jadinya. Hanya saja aku selalu berdoa, semoga yang terbaik yang menang dan semoga doa itu terjawab dengan benar.

Logo Baru Mie Ayam dan Es Sehati

Tahun ini ajang pesta blogger OnOffID mengusung tema “Ideas Meet Opportunities”. Tema ini menarik karena nyatanya banyak sekali ide berserakan di ranah maya, dan ini banyak dimanfaatkan oleh nara blogger. Nah, bagaimana anda memaknai pertemuan ide dengan kesempatan ini dalam keseharian anda sebagai blog-preneur?

Ini ajang yang dipersiapkan dengan baik. Aku menyimak live twit dari pak Anis Baswedan dan sangat menyesal tidak bisa hadir di acara ini, padahal tiga tahun berturut-turut aku selalu hadir di acara pesta blogger. Aku selalu memberi masukan dalam setiap acara pesta blogger, tapi untuk tahun ini aku tidak bisa memberi masukan karena tidak bisa hadir.

Soal ide dan kesempatan memang sudah menjadi makanan pokok teman-teman di TDA. Banyak ide yang berserakan dan hanya bisa bermanfaat kalau segera dijadikan kesempatan terbaik, karena kesempatan itu tidak datang dua kali. Tangkap kesempatan yang ada dan langsung ACTION, baru kemudian dipikir dan dihitung (APH atau Action Pikir Hitung)

Soal mie sehati, idenya dari mana? siapa yang menginspirasi anda sehingga memutuskan menggeluti bisnis mie, jauh dari bidang pekerjaan di kantor ataupun latar belakang pendidikan anda?

Adalah seorang pak Syamsu Irman, Master Mie Perto yang ikut jadi anggota Mastermind Cikarang 2 dan kebetulan aku sering diminta untuk bicara di kelompok tersebut. Akupun sering mengikuti perjalanan sang Master Mie Perto untuk berbagi ke mana-mana dan akhirnya kutulis perjalanan itu dalam blog miesehati.wordpress.com Ketika istriku diangkat sebagai asisten Sang Master Mie Perto, maka mulailah aku lebih terlibat secara langsung dan membuat blog berbayar miesehati.com

Mie sehati cocok untuk semua latar belakang pendidikan, jadi apa salahnya kalau akupun menggeluti bisnis yang ternyata banyak memberi inspirasi kaum menengah ke bawah untuk berwirausaha.

Eshape Family

Mengapa masuk ke bisnis mie, padahal sudah ribuan orang ‘bermain’ di bisnis serupa? Apa bedanya mie sehati dengan mie yang tak sehati?

Bisnis mie ini bisnis makanan yang cocok di segala cuaca dan segala waktu, jadi tidak pernah kehabisan pelanggan.Kata istriku mie sehati singkatan dari mie yang enak di lidah dan di hati.

Mie sehati dan keluarga mie perto yang lainnya dibuat dari gilingan mie sendiri dan tanpa memakai pengawet maupun penyedap, sehingga sehat dan bergizi.

Kendala apa yang anda dihadapi saat mula pertama menjalankan bisnis mie sehati?

Kendala bisnis dimanapun sama. Tahun pertama adalah kendala di tenaga kerja, tahun selanjutnya adalah kendala di keberlangsungan bisnis. Omzet yang naik turun dan kesabaran dalam menjaga irama bisnis. Ini terjadi di semua bisnis, hanya soal panjang pendek waktunya saja yang berbeda.

Mie sehati ini kan bukan sekedar jualan mie, tapi juga ada aspek edukasi dengan menjajakan mie yang sehat dan berbagi kiat bisnis melalui pelatihan. Sejauh ini sudah berapa banyak pelatihan yang dibuat, bagaimana animo masyarakat dan apakah sudah ada alumni pelatihan mie sehati yang juga sukses berbisnis mie?

Jumlah pelatihan agak susah disebutkan, apalagi karena lokasi pelatihan yang makin bertebaran dan pencatatan kita yang kurang tertib. Animo masyarakat pada pelatihan ini sangat luar biasa dan bagi saya pribadi sering membuat air mata ini ingin menetes jatuh.
Para peserta pelatihan banyak yang datang dari jauh, dari luar kota bahkan dari luar pulau. Mereka memang ada yang naik mobil mewah tapi sebagian besar naik angkutan umum ataupun naik sepeda motor dengan risiko menginap di jalan.

Beberapa alumni kita yang sudah masuk media cetak maupun media audio visual (televise) antara lain ya Mie Jawara atau juga Mie Wasabi. Namun ukuran kesuksesan sebenarnya bukan itu. Sukses itu relative banget, orang jawa bilang wang sinawang. Rumput tetangga kadang terlihat lebih hijau dari rumput kita sendiri

Anda juga terlibat dalam komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA). Seberapa kuat pengaruh TDA bagi pengembangan bisnis mie sehati?

Sejak ikut mastermind di TDA, maka saya langsung tertarik untuk aktif di TDA. Inilah komunitas wirausaha terbaik yang pernah saya ikuti. Semangat berbagi dan menebar berkah itulah ciri orang-orang TDA. Belum kenalpun kalau sudah tahu kawan baru kita orang TDA langsung jadi seperti ketemu keluarga. Istri sayapun aktif di TDA dan menjadi Bendahara TDA Jogja.

Ada saran bagi blog-preneur pemula? Apa yang harus dilakukan jika ingin men-set-up bisnis?

Saya banyak belajar pada teman-teman TDA, misalnya pak Rawi yang punya segudang ide dan selalu mengedepankan ACTION. Saya juga belajar dari pak Ato Kupat Tahu Bandung yang selalu menunjukkan bukti ACTION dulu baru berpikir.

Jadi menurut saya saat ini, maka untuk terjun ke dunia blogpreneur ya hanya itu saja rumusnya. Terus menulis dan kalau nemu ide langsung jadikan kesempatan untuk ACTION. Sama dengan tema ON OFF ya? Jangan pernah bosan untuk melakukan ACTION dan jangan tergesa-gesa ingin memetik hasilnya secepatnya. Semua perlu proses dan perlu waktu.

Apa rencana kedepan mie sehati yang ingin anda wujudkan? Mau dibawa kemana nanti mie sehati?

Saat ini warung mie sehati masih sagat kecil. Disamping untuk menunjukkan bahwa semua usaha itu dimulai dari yang kecil, maka saya tetap punya mimpi untuk punya tempat yng lebih besar, sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan nanti Mie Sehati ini hanya brand saja, untuk menunjukkan bahwa warung kita berkonsep hijau (Go Green), tapi yang kita jual adalah segala macam makanan yang digemari masyarakat.

Oya anda karyawan, pengusaha, blogger dan traveler, bagaimana cara anda membagi waktu sehingga semua kegiatan itu bisa berjalan selaras? Kapan waktunya untuk menulis blog?

Saya pernah diberi nasehat oleh seorang teman, bahwa kalau kita ingin menyerahkan sebuah tugas dan ingin berhasil tugasnya, maka serahkan saja pada orang yang paling sibuk.
Biasanya orang sibuk itu pandai membagi waktu, begitu katanya. Jadi saya nikmati saj akesibukan ini. Kalau ada yang berbenturan ya kita lihat skala prioritasnya saja.
Menulis blog paling cocok biasanya saya lakukan sehabis subuh atau menjelang tidur.

Ada rencana membuat buku lagi?

Saya sedang dikejar-kejar oleh penerbit untuk menerbitkan buku lagi, tapi ada nasehat dari beberapa teman untuk tetap jadi penulis bebas. Cetak sendiri bukumu dan edarkan sendiri Akibatnya buku selanjutnya belum juga muncul.

Kalau harus mengatakan dalam satu kalimat, siapa itu Eko Eshape?

Blogger yang rajin berbagi
Beberapa kawan menyebutku blogger yang jadi penawar penyejuk.

Sukses terus ya mas Eko dengan mie sehatinya….

Makasih mas. Semoga berkah untuk kita semua. Amin.

*foto-foto diambil dari personal blog Eshape.

Alasan Saya Menominasikan Oom Jay di Guraru Award

Awal bulan ini saat iseng-iseng blogwalking saya bertemu dengan ajang Acer Guraru (Guru era Baru)Award 2011. Ajang penghargaan bagi blog guru terbaik yang digelar terkait dengan ONOFFID, kegiatan yang dulu bernama Pesta Blogger.

Saat membaca syarat dan ketentuan ajang ini hanya ada satu nama blogger yang saya kenal dan ingin saya nominasikan. Dia adalah seorang guru yang cukup aktif menulis dan sudah banyak mendapat penghargaan dalam bidang tulis-menulis.

Kenapa saya memilih Oom Jay atau Wijaya Kusumah sebagai nominator Guraru? Sebenarnya bukan karena saya kenal dekat dengan blogger nyentrik yang selalu menggunakan peci itu. Tapi lebih pada aktivitas dan sosoknya yang tak kenal lelah berbagi, entah itu dengan sesama blogger, sesama guru maupun dengan siswa-siswanya di Labs School Rawamangun.

Bagi saya apa, yang dicapai Oom Jay selama ini luar biasa. Karena guru yang satu ini seolah tak punya urat lelah, selalu ada di hampir semua kegiatan off air blogger. Dia juga beredar di banyak forum guru. Belum lagi tetap mengajar dan dulu sempat kuliah lagi. Namun meski aktivitasnya padat, itu tidak mengurangi produktivitasnya dalam menulis.

Omjay di Wisma bahtera Ketika Memberikan Materi Jurnalistik
Omjay di Wisma bahtera Ketika Memberikan Materi Jurnalistik

Lihat saja postingannya di Kompasiana. Saya dan Oom Jay nyaris sama-sama ‘masuk’ sebagai blogger di Kompasiana. Tapi dalam hal trafik tulisan, saya kalah jauh. Oom Jay sangat produktif. Bahkan di bulan Januari 2010, Oom Jay sempat menulis hingga 74 postingan. Wow, padahal jumlah hari di bulan itu saja hanya 31. Berarti dia sempat menulis lebih dari satu postingan dalam sehari.

Balik ke Guraru, setelah saya nominasikan dan beritahu Oom Jay soal nominasi itu, ternyata langsung direspon dengan sangat cepat oleh Oom Jay. Ia langsung membuat postingan meminta dukungan.Sebagai blogger dengan sejuta umat, tidaklah sulit bagi Oom Jay untuk memperoleh dukungan itu. Hingga hari ini dukungan terhadap Oom Jay terus mengalir. Ini merupakan bukti persahabatan dunia maya yang sebenanrnya. Saya dan juga blogger lain yang menominasikan Oom Jay sepertinya sepakat bahwa cuma Oom Jay yang cocok menerima anugerah Guraru Award 2011. Hehehe….bukan begitu Oom Jay!

Alhamdulillah ya!

Bagi yang belum tahu seperti apa blognya Oom Jay, ini dia http://www.wijayalabs.com . Dan bagi yang ingin memberikan dukungan bagi Oom Jay bisa klik link http://guraru.onoffid.org.

SBY dan Fitnah

Sepertinya sudah jd kebiasaan SBY saat mau pergi ke luar kota atau luar negeri menggelar jumpa pers mendadak sesaat sebelum terbang. Begitu pula kemarin sebelum bertolak ke Pontianak (ini kota usianya pasti muda, kalau tua pasti ponti ibu!).

Lagi-lagi ia melempar sesuatu untuk diperdebatkan. Kemarin dia menyayangkan adanya sms yang isinya bernada fitnah. Tanpa menyebut sms yg mana dan bunyinya apa, SBY merasa prihatin dengan sikap tak jantannya penyebar sms.

Saya kok jengah melihat konpers seorang presiden isinya cuma seperti itu! Saya pikir SBY tadinya bakal mengumumkan sebuah kebijakan penting semisal membekukan operasioalisasi PT Lapindo Brantas karena lalai dalam eksplorasi di Porong Sidoarjo, Jatim hingga membuat sebagian kota Sidoarjo hingga lima tahun ini karam. Tapi saya lupa, gak mungkinlah SBY berani membuat gebrakan seperti itu karena golkar yang dikomandani Ical Bakrie adalah orang besar dibalik Lapindo Brantas! Apalagi Ical adalah mitra Setgab alias teman koalisi, gak mungkinlah SBY berani macem-macem!

Sebenarnya seperti apa sih sms yg dipersoalkan SBY itu? Beberapa kawan membongkar Pesan di BBM -nya. Saya pun demikian. Saya dapati sms yang konon dikirimkan seseorang dengan nomer Singapura. Konon ini adalah Sms yang dikirimkan Nazarudin dari tempat persembunyiannya. Sms ini diedarkan karena Nazar merasa dikorbankan oleh petinggi Demokrat, dan cara ini ditempuh Nazar untuk balas dendam. Namun Nazar kemudian membantahnya.

Seperti apa sih sms itu? SMS itu dikirimkan melalui nomor +6584393907. SMS ini menyentil SBY, Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati. Begini isinya :

“Demi Alloh, Saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan.”

“Dari Singapore saya akan membalas. Saya akan bongkar skandal sex sesama jenis SBY dengan Daniel Sparingga dan mega korupsi Bank Century dan korupsi Andi Mallarangeng dalam Wisma Atlit.”

“Manipulasi data IT 18 juta suara dalam Pemilu oleh Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati.”

Kalau cuma “itu” buat apa menggelar sebuah konpers dan ditayangkan secara live oleh sejumlah stasiun tv! Konpers yang gak ada isinya itu malah jadi bahan olok-olok. Lagi-lagi SBY mempersoalkan hal-hal kecil yang terkait dirinya. Pencitraan memang jadi barang penting buat seorang SBY, jadi kalau ada yang mencoba ‘menggoyang’ dia akan bereaksi sedemikian rupa.

Di bagian lain SBY juga menyinggung keberadaan Teknologi Informasi yang disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjelek-jelekkan dirinya. Saya mengerti yang dimaksud dengan TI disini pastinya microblogging twitter. Memang di twitter belakangan beredar mention pesan yg isinya memperolok lembaga kepresidenan dan menjelek-jelekkan partai politik tertentu. Tapi itulah dinamika twitter. Berdebat tanpa batas, tertawa tanpa aturan ya cuma di twitter. Sebab jika ada aturan yang membelenggu itu bukan lagi web 2.0 yg interaktif.

Saya melihat statemen-statemen Presiden kemarin lebih pada upayanya memperbaiki citra yg kadung terjerembab lantaran mencuatnya kasus suap wisma atlet dengan aktor utamanya Nazarudin, sang Bendahara Umum Partai Demokrat. Lainnya tidak.

Selain itu konpers itu makin membuka mata publik bahwa presiden tak punya tim komunikasi yang tangguh. Harusnya orang sekelas presiden punya tim yang rajin mengamati dan melemparkan isu-isu produktif. Bergaul pulalah dengan media sosial agar bukan sekedar update status namun juga memanfaatkan media sosial untuk menjelaskan sebuah isu yang sedang berkembang.

Butuh orang yang taktis dalam bersikap. Dan yang lebih penting adalah intensitas penggunaan media sosial. Jangan nongol pada saat kasus besar mencuat, sudah ketinggalan kereta bung! Jadikan media sosial sebagai bagian aktivitas sehari-hari. Mungkin SBY butuh seorang Nukman Luthfie, sang pakar marketing dan media sosial itu.

Adang Darajatun Sayang Istri Atau Bersekongkol?

Luar biasa effort yang dikeluarkan semua pihak dalam mengawal kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Kasus yang juga dikenal dengan kasus cek perjalanan dan melibatkan belasan anggota dewan sebagai tersangka dan terdakwanya ini benar-benar menyita perhatian. Namun makin kesini banyak keanehan dan kejanggalan yang terungkap begitu telanjangnya.

Kasus ini aneh karena sejak awal yang dikejar oleh KPK baru kelas penerima cek perjalanan. Sejumlah mantan anggota dewan meski sebagian sepakat menolak menerima cek perjalanan, sebagian lagi mengaku menerima cek perjalanan tersebut.

Sementara itu siapa yang menjadi pemberi cek perjalanan hingga kini tidak pernah terungkap, siapa dia dan apa kepentingannya, serba tidak jelas. Misteri ini tampaknya bakal panjang jalan ceritanya.

Nunun Nurbaeti, istri anggota DPR yang juga mantan Wakapolri Adang Darajatun, banyak disebut sebagai pembagi uang suap hingga kini tak tersentuh. Kabar yang menyatakan Nunun sakit di Singapura diragukan banyak kalangan. Ia diduga sengaja bersembunyi di negeri singa demi melindungi diri dari kejaran hukum.

Nunun sebegitu kuasakah sehingga hukum pun tak bisa menjamahnya? Hingga akhirnya Ketua KPK Busyro Muqodas mengumumkan bahwa Nunun sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus cek perjalanan, beberapa hari silam. Lucunya, Busyro menuturkannya di DPR saat dengar pendapat dengan KPK komisi 3 DPR. Lebih lucu lagi Nunun ternyata sudah ditetapkan sebagai TSK sejak akhir Februari silam.

Berarti nyaris 3 bulan publik sengaja tak diberitahu status seorang Nunun.

Ada apa ini?

Saya menduga ada bargaining dibalik fakta-fakta dan lambannya penyelidikan kasus ini. Nunun konon melindungi ‘orang besar’ yang berada dibalik kasus ini. Makanya pihak keluarga sengaja mengarang alibi bahwa Nunun terganggu kesehatannya, mengalami amnesia hingga tak bisa dihadirkan di depan meja hijau.

Sikap KPK yang ambigu membuat publik menduga-duga, ada apa dengan KPK. Apakah KPK kini tak lagi independen. Akahkah KPK hanya menyentuh para pelaku tingkat bawah. Namun terhadap ‘orang atas’ itu tak punya taji sama sekali.

Dan kemarin saya melihat wawancara di TV dengan suami Nunun Nurbaeti, Adang Darajatun yang membuat saya iba. Kasian sekali cinta pak Adang terhadap istrinya sepertinya telah membabi buta. Ia nyatakan tak akan menyerahkan istrinya pada KPK meski sudah menjadi tersangka sekalipun.

Saya jadi berpikir, jangan-jangan ada apa-apa antara Adang, istrinya, serta ‘orang besar’ yang berupaya dilindungi namanya itu.Benarkah Nunun adalah pemain tunggal atau pemain beranak-pinak?
Ketidak relaan Adang terhadap pemeriksaan istrinya oleh KPK sedikit banyak memperlihatkan mantan Wakapolri ini sebagai orang sok kuasa, tidak mengerti hukum dan berpeluang melakukan pelecehan terhadap rakyat sebagai pemegang keadulatan.

Mengapa Adang begitu takut dan protektifnya terhadap Nunun ? Bukankah jika ia menyerahkan istrinya untuk diperika di KPK, maka kasus ini akan terang benderang. Bisa saja di persidangan Nunun tak terbukti bersalah dan ia harus dibersihkan namanya. Kenapa kemungkinan semacam ini tak dipikirkan?

Melindungi istri dan keluarga adalah kewajiban seorang suami. Namun perlindungan seperti apakah yang bakal kita berikan jika ternyata ada anggota keluarga tersangkut kasus hukum.

Pak Adang, menyerahkan pelaku kejahatan bukan berarti menjebloskan ke penjara. Justru menghadiri persidangan adalah bentuk penghormatan terhadap institusi untuk menjelaskan sejelas-jelasnya mengenai persoalan tersebut.

Publik menunggu pak Adang. Akankah Adang bakal menyerahkan istrinya demi tegaknya persoalan? Ataukah membiarkan satu persatu terdakwa lain masuk penjara dan berujung pada kematian seperti dialami Poltak Sitorus dari PDIP ? Pilihan ada pada Adang Darajatun, akankah ia menjadi pecundang dengan ‘menyimpan’ seorang Nunun ataukah sebaliknya.

Kita tunggu langkah kuda KPK!

Haruskah Saya Bercerai Dengan Telkom Speedy?

Saya adalah pelanggan jasa layanan internet berkabel Telkom Speedy. Kenapa saya memilih Speedy karena aktivitas berinternet kerap saya lakukan di rumah. Dulu sebelum memiliki smart phone, dalam benak saya berinternet paling enak ya di rumah. Bisa sambil nonton tv, dengar radio, hingga disambi mengerjakan tugas kuliah atau kantor.

Pendek kata, berinternet bagi saya harus dalam suasana menyenangkan. Saya kurang menikmati saat berinternet jika situasi sekitar tak mendukung. Suasana bising, tempatnya tidak nyaman adalah salah satu musuh terbesar saya saat berselancar di dunia internet. Apalagi penggunaan terbesar saya berinternet adalah untuk ngeblog, maka menjatuhkan pilihan pada Speedy adalah pilihan paling menarik (saat itu).

Speedy adalah pilihan kedua saya dan keluarga dalam berinternet. Sebelumnya saya pernah tahunan menggunakan dial up telkomnet instant. Dengan si instant saya kerap dapat hal-hal yang menyebalkan. Lelet, putus-putus, dan kerap tak bisa diakses. Karena kesal dan kebutuhan akan penggunaan internet meningkat, saya putuskan meminang Speedy.

Dengan tawaran yang memikat apalagi diimingi dengan diskon bagi dosen/ guru, sayapun akhirnya berspeedy ria. Saat itu, memang Speedy jika dibandingkan dengan si Instant memang jauh lebih ngacir. Di awal jarang sekali koneksi putus mendadak. Kecepatannya lumayan meski tidak secepat kita berinternet di negeri maju, misalnya.

Tapi itu dulu. Yang saya dapati kemudian adalah kenyataan pahit. Meski masih saya gunakan, jaringan naik turun. Lemotnya Speedy kerap saya alami. Saat butuh jaringan yang perkasa, saya dipaksa menunggu lampu indikator modem menyala satu persatu. Beruntung jika akhirnya nyala semua. Tapi mengecewakan jika ternyata sudah dituggu-tunggu akhirnya dodol.

Di Kompasiana sudah beberapa kali saya posting soal Speedy yang Lola, loading lama, hingga kerusakan demi kerusakan yang membuat kinerja internet di rumah saya tak maksimal menjadi menu sehari-hari.

Kenapa tak lapor?

Sudah. Dan saya termasuk orang yang cerewet pada layanan yang buruk. Entah sudah berapa kali saya menelpon 147 yang merupakan nomor hotline Telkom. Kadang jawabannya memuaskan karena mereka solutif. Namun yang kerap terjadi mereka tak bisa segera mengatasi gangguan. Jika demikian yang terjadi, terpaksa saya menunda pekerjaan dan aktivitas ngeblog saya karena layanan yang buruk dari Speedy.

Beberapa pekan ini saya juga mengalami banyak kendala dengan Speedy saya. Entah mengapa saya malas untuk mengadu ke hotline 147 Telkom. “Ah, paling-paling tak dicarikan solusinya,” pikir saya suatu kali. Ini jelas mengganggu aktivitas saya, apalagi saya juga tengah dikejar deadline sebuah pekerjaan yang memerlukan koneksi internet mumpuni.

Puncaknya terjadi dalam dua pekan ini, telpon di rumah yang juga menjadi penghubung ke Speedy mati mendadak. Dalam rentang sepekan, dua kali saya mengalami kerusakan jaringan telpon di rumah saya. Kesal karena kerap dikecewakan Speedy, saya ingin memberi pelajaran bagi operator Telkom Speedy agar tak lebih banyak mengecewakan orang lain.

Saya butuh masukan, kira-kira jika saya talak Speedy, mungkinkah ? Saya sedang berfikir untuk mengganti layanan internet kabel dengan yang nirkabel.

Jika customer service Telkomspeedy membaca postingan ini, saya sih berharap ada solusi sehingga saya tak perlu menghentikan langganan telkomspeedy. Namun jika tak satupun CS-nya Speedy baca keluhan saya, berarti saatnya bagi saya untuk bercerai dengan Speedy.

Kira-kira operator mana ya yang jasa internety nirkabelnya yahud? Please inform dong!

Oya, sengaja tulisan ini saya posting di Kompasiana agar petinggi Speedy mengetahui bahwa layanan mereka masih memalukan. Ini adalah kritik terbuka bagi Speedy agar melakukan perbaikan di masa depan. Saya sadar mungkin bakal dimusuhi Speedy jika saya ikut serta dalam event mereka karena telah membuka aibnya di publik.

Pemiliknya Almarhum, Akun FB-nya Masih Aktif!

Sebelum tidur Minggu malam saya terhenyak saat buka Facebook. Seorang kawan lama meninggal dunia Jum’at lalu karena serangan jantung. Beberapa kawan menilai kepergiannya cukup mendadak, lantaran almarhum sebelumnya tidak ada kabar menderita sakit atau mengalami kecelakaan.

Duh, saya tercekat!

Speechless sesaat! Bingung mau ngomong apa. Mungkin sudah takdirnya usia kawan saya tadi hanya sampai sini. Allah teramat sayang pada almarhum sehingga dijemput duluan. Setidaknya lebih dulu dari yang masih hidup saat ini.

Yang membuat sedih, almarhum baru beberapa hari diterima bekerja di sebuah perusahaan BUMN besar. Ia belum sedikitpun mencicipi buah hasil kerjanya. Dan di rumah, seorang istri dan keempat anaknya pastinya jadi pihak yang paling kaget dengan kepergian suami dan ayah mereka.

Hingga si kawan berpulang, saya belum pernah berjumpa secara fisik. Terakhir bertemu (mungkin) usai lulus SD, dan itu berarti lebih dari 25 tahun silam. Kami hanya sempat bersahut-sahutan lewat media sosial Facebook. Tak ada topik khusus yang kami perbincangkan, selain kangen-kangenan karena lama tak bersua.

Di balik kepergian almarhum, kami kawan-kawannya sempat kaget karena akun Facebook almarhum masih aktif hingga hari ini. Bahkan di hari kematiannya ada sebuah pesan yang membuat siapapun yang membacanya merinding. Begini isi pesan ‘perpisahan’ itu:

Terima kasih bwat teman-teman semua atas turut berbela sungkawa dan mohon maaf segala kesalahan saya baik yang di sengaja ataupun tidak disengaja. Dan Mohon doanya ……… Selamat tinggal semua ,,,

Pesan pendek itu langsung memancing reaksi sejumlah rekan almarhum. Mereka merasa aneh, karena almarhum sudah tiada di Jum’at pagi, namun Jum’at malam pukul 10.28 masih membuat status seperti itu. Ini pasti kerjaan orang iseng yang ngehack atau kebetulan mengetahui username dan password akun FB kawan tersebut.

Serangan bernada hujatan terlontar dari sejumlah kawan. Mereka tak rela ada yang bermain-main dibalik penderitaan dan kesedihan orang lain. Apa tanggapan anak-anak almarhum yang masih kecil manakala membaca status FB ayahnya yang sudah tiada seperti itu.

Tidak cuma itu, almarhum juga sempat menyetujui akun2 yang selama ini mengundangnya jadi teman. Bahkan yang lebih konyol, kemarin (berarti hari ketiga kematiannya) di akun FB, ‘almarhum’ masih sempat bermain-main dengan aplikasi FB nyatakan cinta. Begini petikannya :

Nyatakan cinta kamu dengan cara yang berbeda pada pujaan hatimu.

Sejumlah kawan dekat almarhum minta agar lelucon ini dihentikan, karena hanya akan menyakiti hati keluarga yang ditinggalkan. Berikut sebagian reaksi keras rekan almarhum yang dibuat orang tak bertanggung jawab. Sengaja nama almarhum saya samarkan agar tak membuat keluarganya makin tertekan.

  • Tiar Yamaha Gw.minta tlng. Ame lo ni..jangan lo .. Gunakan fb atas nama almarhum…..skali lg lo hentikan..!!!!
  • Uus Kusnandar Oooiiii tlg jaga perasaan teman” yg lain dooonk..kalo sampe ada status lagi atas nama Almarhum..InsyaAllah kami atas nama sahabat Almarhum akan mencari siapa pelakunya..tolong yaaaa, makasih
  • Tiar Yamaha Taneh makam.masih .memerah..dan basah……tlng jaga jangan smpi.ati..gw. mengkelab…..
  • Aga Khan Ass.wr. wb…. siapapun diri “anda” yg menggunakan akun FB atas nama *** tolong hentikan, dan jangan mempermainkan orang yg telah meninggal…..Jika “anda” jum’at kemarin ikut melayat Alm., maka akan terharu melihat isak tangis seorang Isteri dengan ke empat anaknya yg masih belia, bahkan ada yg masih balita… krn kehilangan sosok suami dan ayah…
  • Fendy Kris Hai jagoan jgn sampe lo ketawan aja ya!!!kalau sampe gw tau dan ada info dari tmn2 gw siapa lo sebenarnya yg pake akun sohib gw lo tunggu aja dech apa yg lo terima nanti…………..
  • Aga Khan Astaghfirullah al adziim….Subhanallah kepedulian teman2 Alm. sangat kental sekali, nmn jangan terlalu emosi, malah membuat arwah Almarhum tidak tenang…..Sekali lagi saya sampaikan mohon bagi siapa aja “anda” yg menggunakan akun FB ***, hentikan perbuatan tidak baik tsb.
  • Uus Kusnandar Sabar pak Haji.. Biar W dulu yg coba selidiki, jika dah ada nanti W kasih tau..tq Jii
  • Fendy Kris kasih kabar ya uus ditgg kabarnya…
  • Uus Kusnandar InsyaAllah Ji!

Belakangan si orang yang ‘memainkan’ akun milik almarhum mengaku, ia mengetahui username dan password FB itu dari almarhum sendiri. Sehari sebelum wafat, konon almarhum berpesan kepadanya  agar menggunakan akun FB dan passwordnya untuk membalas pesan-pesan  jika ia meninggal dunia. Semula  orang tersebut menyangka almarhum hanya bergurau, karena berpikir siapa sih yang tahu bakal mati?

Ternyata keesokan harinya kawan saya itu pun berpulang saat bersiap senam pagi di kantornya. Kabar duka itu lantas dimanfaatkan oleh ‘orang tadi’ untuk memainkan akun FB tersebut.

Menurut saya, ini bernar-benar keterlaluan. Siapapun anda, saya hanya berpesan sudahi permainan ini. Kematian bukan untuk dipermainkan. Jangan membuat keluarga -istri dan keempat anak almarhum yang masih kecil-kecil- makin terpuruk dalam duka.

Apa yang anda lakukan sangat tidak etis. Jikapun benar anda diberi ‘amanah’ berupa username dan password sebaiknya menyerahkan kepada pihak keluarga. Biarkan pihak keluarga yang memutuskan, apakah akun FB tersebut dilanjutkan sebagai kenangan memorial oleh pihak keluarga atau ditutup.

#tulisan 12 dari 365

Ramadhan, Teroris dan Ba’asyir

Alhamdulillah umat muslim kembali bertemu bulan Ramadhan. Bulan yang sangat menyenangkan buat saya dan juga bagi kaum muslim. Entah mengapa ada semangat besar jika memasuki bulan ramadhan. Terasa sekali ada energi besar yang selalu menarik saya untuk belajar banyak hal, untuk berbuat sesuatu.

Sebenarnya ini salah. Belajar bisa kapan saja. Dan berbuat kebaikan pun demikian. Namun melakukan sesuatu di bulan baik seperti Ramadhan terasa beda. Suasananya menunjang, ada keteduhan yang sangat.  Dan saya menikmatinya.

Sayangnya, ramadhan kali ini sepertinya dibayangi beberapa pe-er yang bagi saya kurang menyenangkan. Kemarin ada insiden di Bekasi. Kawan kita penganut keyakinan lain terpaksa tak bisa menjalankan ibadah karena diserang sekelompok massa.

Apapun alasannya, tak sepatutnya ada kekerasan terhadap orang lain. Berbeda pendapat bisa diselesaikan dengan cara beradab. Menggunakan kekerasan hanya akan melanggengkan kekerasan itu sendiri.

Satu lagi peristiwa yang tentunya melukai keceriaan ramadhan adalah penangkapan teroris. Senin siang ustad Abu Bakar Ba’asyir (ABB) kembali ditangkap polisi karena diduga terkait kegiatan teroris di Bandung dan Subang.

Saya kok tak percaya lagi pada polisi. Dulu Ba’asyir ditangkap dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan yang sama. Ia akhirnya dilepas setelah tak cukup bukti. Ia kemudian disangka dalam kasus identitas keimigrasian. Hmm…

Benarkah ABB terlibat kegiatan teroris? Entah. Biarlah itu menjadi domain kerja polisi. Polisi mesti membuktikan dengan jelas. ABB ditangkap setelah pak Beye mengeluh dirinya mendapat ancaman teroris. Keluhan itu berlanjut dengan penangkapan sejumlah orang dan diujungi dengan ABB.

Mungkin polisi merasa berprestasi dan merasa perlu menunjukkan dengan menangkap seorang ABB. Tapi, ingatkah polisi pernah salah tangkap ABB dan kemudian mengubah tuduhan dari terorisme ke tuduhan lain. Hati-hati pak!

Saya hanya ingin polisi tidak gegabah. Jika ini tak terbukti, citra polisi jadi taruhan. Saya makin khawatir polisi kita makin tak berwibawa. Apalagi banyak persoalan yang kini tengah melilit mereka dan tak terselesaikan. Seperti rekening gendut serta pembiaran kekerasan organisasi massa.

Jika nantinya ABB terbukti tak bersalah, negara harus merehabilitasi namanya. Tidak bisa tidak!

Dan ramadhan kali ini menjadi hal yang tak menyenangkan. Setidaknya bagi seorang kakek tua Abu Bakar Ba’asyir!

Tanpa mendahului penyidikan, semoga yang benar tetap benar!

Saya Benci Bekasi!

Kranggan yang Kini Mulus
Kranggan yang Kini Mulus
Saya benci Bekasi!

Swear, saya benar-benar benci Bekasi sampai ke ubun-ubun. Saat mencari rumah sekian tahun lalu, saya dihadapkan pada kesemrawutan penataan kota Bekasi. Angka kriminalitas yang tinggi dan kota yang tak ada indah-indahnya.

Tiap hari saat saya membaca koran, banyak kabar kriminal dari Bekasi. Hmm…mengerikan.

Saya selalu membandingkan kondisi Bekasi dengan kondisi dan suasana kawasan tempat tinggal orang tua di Kebon Jeruk Jakarta Barat. Tempat yang lumayan tertata dari berbagai sisi, meski macetnya gak ketulungan. Jadi tiap kali mencari rumah selalu dan selalu saya bandingkan dengan Kebon Jeruk.

Kelak akhirnya saya sadar, tak ada kawasan yang nyaman 100 persen, dimana pun itu. Ada kekurangan dan kelebihan masing-masing kawasan.

Setelah akhirnya tinggal juga di Bekasi, tepatnya di Kranggan, kembali saya bete karena beberapa sebab. Tapi yang paling mengganggu adalah kondisi jalan lingkungan yang buruk. Saya merasa seperti berada di negeri mana gitu…jalanan hancur baur, baik di dalam komplek perumahan maupun menuju komplek.

Selain di Kranggan, jalanan menuju kawasan Pondok Gede, sekitar Ujung Aspal luar biasa bututnya. Lubang di sana sini menganga. Debu beterbangan saat musim kemarau, sementara saat musim hujan lubang tadi berubah jadi danau buatan yang bukan hanya tak sedap dipandang, namun juga membahayakan bagi pengendara motor. Motor jatuh atau tersuruk adalah cerita yang menjadi biasa disini.

Kadang saya berpikir, apa tak ada usaha warga melaporkan kondisi buruknya jalan pada pemda setempat? Atau pemdanya tak peduli? Hmm… Saya hanya bisa menarik nafas kesal saat melintasi jalanan buruk rupa itu.

Ternyata dugaan saya salah. Warga sudah kerap mengadu pada instansi terkecil di lingkungan mereka, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, tapi memang lambat sekali penanganannya. Sejak punya rumah tahun 1999, hanya ada beberapa kali perbaikan jalan di kawasan ini.

Anehnya, perbaikan tak pernah mampir ke kawasan tinggal saya. Jalanan tetap berlubang, kalau hujan becek tak ada ojek…

Suatu kali beberapa kawan di dekat ujung aspal yang sudah kesal dengan kondisi jalanan disini menggelar aksi unjuk rasa. Mereka memprotes kondisi ini dengan cara menanami jalanan dengan pepohonan agar tak bisa dilalui. Mereka juga berenang di kubangan jalan. Peristiwa ini diliput oleh salah satu stasiun TV dan tayang di program berita sore.

Saya tak tahu apakah karena liputan itu, beberapa bulan kemudian ruas jalan raya Pondok Gede dari arah PLN hingga Komplek Bulog diperbaiki.

Lalu bagaimana nasib jalan di kawasan Kranggan? Tetap tak berubah. Tak kurang usaha warga secara pribadi membuat surat pembaca di sejumlah koran meminta perhatian Pemda agar memperbaiki jalan ini. Sayapun beberapa kali mengeluhkan hal serupa melalui surat pembaca di Kompas.com.

Hasilnya? Bulan September 2009 akhirnya ruas jalan di Kranggan diperbaiki juga. Senangnya. Saya merasa bangga menjadi warga Bekasi. Ternyata Pemda tidak tidur. Mereka mendengar juga aspirasi kami warga biasa.

Mengapa kami ng0tot minta perbaikan jalan di sini? Tak lain karena fungsi dan posisinya yang strategis bagi lalu lintas ekonomi. Kranggan adalah kawasan persinggungan antara Bekasi, Bogor, Depok dan Jakarta. Jika jalanan disini bagus, saya yakin perekonomian diantara kawasan dimaksud pasti berkembang.

Tengkyu pak Wali, saya tak jadi bete dan benci lagi dengan Bekasi.

Launching Komunitas Blogger Bekasi yang Aneh

IMG_5676
4 Penggede

Launching komunitas blogger Bekasi hari ini di Gloria Jeans Coffee, Bekasi Cyber Park, sukses digelar dengan sejumlah keanehan. Meski panitia sempat deg-degan bakal gak ada yang datang, ternyata kursi yang tersedia sekitar seratusan penuh diduduki blogger dan undangan dari berbagai kalangan.

Dimulai agak lelet sedikit dari jadwal yang dirancang panitia sekitar pukul 11.00 karena harus menunggu sejumlah pihak yang akan membuka acara. Akhirnya jam sebelas lebih dikit acara dimulai. Tapi launching tadi menurut saya adalah launching teraneh. Mau tahu kenapa?

lega usai launching
lega usai launching

Pertama, Komunitas ini sendiri sudah aneh. Komunitas ini tergolong baru, baru terbentuk 17 Agustus 2009. Meskipun baru secara komunitas, sebenarnya sudah banyak blogger asal Bekasi yang malang melintang di jagad blogging secara nasional. Misalnya, di komunitas ini ada Amril Taufik Gobel yang kondang di beberapa komunitas blogger dan kini menjadi salah satu panitia Pesta Blogger 2009. Di sini juga ada Yulyanto, blogger imut yang juga lumayan karatan.

Belum lagi mbak Ajeng yang kondang di kalangan komunitas blogger daerah. Kalau harus ditambahi daftarnya, ada juga Antyo Rentjoko (paman Tyo), mantan jurnalis yang sudah senior di dunia blog. Semua ini makin menambah aneh komunitas ini. Sudah begitu banyak blogger yang top tapi baru kali ini punya komunitas. Ini juga menjadi pertanyaan sejumlah kawan dari daerah yang datang tadi.

Budi Putra
Budi Putra

Keanehan kedua, ada orang-orang super sibuk yang tega-teganya datang ke hajatan komunitas anyar bin terpinggir ini (jangan salah sangka, karena Bekasi memang di pinggiran Jakarta). Salah satunya Budi Putra, Itu lho country editor Yahoo! Indonesia yang berkantor di Singapura. BP yang sudah memproklamirkan diri sebagai full time blogger rupanya kepincut dengan langkah teman-teman di Bekasi yang membentuk komunitas ini. Tadi siang dia kagum dengan semangat para blogger yang menyiapkan acara sehingga bisa mendapat dukungan walikota Bekasi. Tengkyu ya mas Budi sudah jauh-jauh datang dari Singapura demi Bekasi.

Orang aneh lainnya Pepih Nugraha, Antyo Rentjoko, Taufik Miharja, Chappy Hakim dan Prayitno Ramelan. Tiga nama pertama adalah blogger yang sibuk di masing-masing aktivitasnya. Sementara dua yang terakhir blogger Kompasiana yang saya sangat tahu kesibukannya. Meski purnawira, keduanya adalah blogger-blogger produktif.

Keanehan ketiga, kawan-kawan komunitas blogger dari daerah yang begitu semangat memberi dukungan. Kedatangan para blogger dari komunitas Wong Kito Palembang, Tugu Pahlawan dot com Surabaya, Bengawan Solo, Blogger Garut, Blogger Ngalam dari Malang setidaknya memberi bukti solidaritas dan perkawanan di dunia blog adalah segalanya. Padahal untuk ke Bekasi, mereka pastinya mengorbankan banyak hal. Terima kasih kawan-kawan atas dukungannya.

Talk Show
Talk Show

Dukungan bukan hanya dari daerah, tapi juga dari komunitas lain di seputaran Jabotabek seperti DeBlog dari Depok, komunitas Bundara Hotel Indonesia atau BHI Jakarta, serta kawan-kawan dari Kompasiana. Buat kalian semua, cukup dua kata LUAR BIASA.

Tapi keanehan keempat yang derajatnya paling tinggi ya Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad. Belum begitu paham mengenai komunitas ini tapi ternyata MM (begitu inisial pak wali) dengan sangat teganya memberi kejutan pada semua blogger yang hadir. MM menyediakan total 45 juta rupiah bagi lomba penulisan Blog dan Photo Blog. Lomba dimulai hari ini hingga sebulan ke depan. Jangan salah paham dengan pemberian ini, karena walikota menjamin uang yang diberikan sebagai hadiah bukan dari APBD, melainkan dari kocek pribadinya.

Lagi-lagi aneh, kok mau-maunya ya pak wali membenamkan uang segitu banyak untuk hadiah lomba blog. Tapi pak wali, tenang saja kita juga cukup aneh kok menyambutnya. Lihat saja banyak wajah sumringah dan tepuk tangan panjang kali lebar disertai jingkrak-jingkrak. Tandanya, kita siap menyambut keanehan hadiah yang disediakan walikota.

So? Yuk, posting! Siapa tahu menang… (Syaifuddin Sayuti)

Kemesraan Komunitas di Be Blog

Bukber plus Ultah
Bukber plus Ultah

Kekuatan sebuah komunitas bisa dilihat dari keakraban dan perasaan at home yang dirasakan anggotanya. Tapi bagaimana mengukur keakraban sebuah komunitas yang usianya masih seumur jagung seperti Blogger Bekasi dot com?

Orang luar mungkin akan surprise melihat yang dipertunjukan para blogger anggota komunitas Be Blog saat buka puasa bersama hari Sabtu lalu. Buka puasa ini adalah yang pertama digelar secara terbuka. Sebelumnya beberapa pengurus Be Blog sudah buka bareng secara terbatas.

Mayoritas anggota Be Blog yang hadir di Bekasi Cyber Park baru pertama kali bertemu. Selama ini kami umumnya baru temu maya dengan saling membaca tulisan, berkomentar atau saling memberi support.

Continue reading Kemesraan Komunitas di Be Blog