GOODBYE TRADITIONAL LEARNING AND TEACHING

(Sebuah Reportase Kegiatan TOT Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran)
Oleh  : Didi Suradi

Gerbang Auditorium ITCC - gerbang ilmu

Memasuki  gerbang auditorium ITCC (Indosat Training Centre and Conferece) seperti memasuki dunia ilmu pengetahuan baru tentang ICT. Gedung dengan fasilitas sangat memadai, memberikan suasana kondusif buat menimba ilmu. Para pembicara yang cerdas memberikan materi dengan sangat santai, berkolaborasi dengan peserta TOT yang aktif, menjadikan ruangan menghembuskan atmosfir keilmuan yang sangat menantang untuk terus diikuti. Dan dua hari terasa sangat kurang bagi kami.

Purwakarta adalah kota yang tak asing lagi buat saya. Dahulu  semasa remaja, beberapa kali mengunjungi kota ini bersama teman-teman untuk sekedar bermain mengisi akhir pekan. Dan beberapa bulan lalu juga saya membimbing siswa-siswi studi tour ke sentra industri keramik di Plered, pernah juga konvoi sepeda motor bersama rekan-rekan guru ke Curug Cijalu. Kami menyebutnya touring  untuk mengisi liburan akhir tahun. Cerita-cerita tadi cukup memberikan alasan bahwa Purwakarta memang kota yang tak asing lagi buat saya. Tapi justru dua hari ini saya mendapatkan ilmu yang masih asing di kota ini. Ya, penerapan ICT untuk pembelajaran adalah materi yang masih baru bagi saya, karena masih jarang menerapkannya di sekolah.

suasana training

Selama ini saya masih menggunakan cara-cara yang biasa dalam mengajar. Ceramah, diskusi, tanya jawab, brainstorming atau lainnya tanpa menggunakan ICT. Hal ini membuat pembelajaran terasa monoton dan membosankan tidak hanya untuk siswa, bahkan untuk saya pribadi. Sampai akhirnya ada kesempatan mengikuti pelatihan menulis di blog yang diselenggarakan IGI Bekasi, Beblog dan Indosat, bagaikan malaikat penunjuk jalan menuju ke arah perubahan dalam metode pembelajaran di kelas.

Beberapa succes story dari narasumber memberikan inspirasi dan keyakinan akan manfaat ICT dalam pembelajaran. Terbayang, jika hal ini saya terapkan, maka antusiasme siswa pasti akan sangat tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran yang saya lakukan. Peran aktif siswa akan semakin menonjol, dan konsep active learning mutlak akan terwujud. Bahkan tidak berhenti sampai disitu, guru dan siswa akan semakin kreatif dalam belajar mengajar, wawasan akan semakin luas, rasa bangga dan percaya diri semakin tumbuh. Bahkan belajar mengajar akan terus berlangsung selama 24 jam tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Jika hal ini telah terjadi, maka akan saya katakan goodbye  traditional lerning, welcome modern learning. Bayangkan hanya 120 guru saja yang berkesempatan diundang pada kegiatan ini. Dan saya salah satunya. Sementara masih ada ribuan guru lainnya yang belum mendapatkan kesempatan. Saya sangat beruntung.

motivator dan narasumber kami

Satu hal yang menjadi obsesi saya setelah kegiatan ini. Semua murid saya harus menulis. Apapun bentuk tulisannya. Pokoknya menulis saja, tentang apa saja, terus menerus seperti yang dikatakan Pak Dedi Dwitagama. Murid-murid harus merasakan manfaat menulis. Mereka harus menuangkan ide-ide dan harapannya dalam bentuk tulisan. Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang akan terjadi. Itulah nasehat Om Jay berulangkali. Sampai akhirnya, murid-murid akan saya perkenalkan pada sebuah media menulis yaitu blog.
Dengan menggunakan blog sebagai media menulis, tulisan mereka akan dibaca oleh lebih banyak orang, bahkan akan langsung mendapatkan tanggapan. Semakin banyak tulisan mereka yang dipublikasikan, maka akan semakin mahir dalam menulis, dan secara tidak langsung ilmu pengetahuan akan semakin bertambah, karena untuk menulis perlu banyak referensi yang dibaca. Tidak hanya itu, terkoneksi dengan banyak orang akan semakin memperluas wawasan dan pengalaman hidup. Bahkan banyak lagi manfaat yang di dapat dari kegiatan menulis di blog.

Dua hari di Purwakarta yang penuh makna, dan ribuan hari berikutnya harus lebih bermakna. Sejak hari itu, menulis adalah keharusan bagi saya, bagi keluarga, dan murid-murid semua. Akhirnya hanya kepada Allah SWT,. Yang telah mengajarkan Rasulallah untuk Iqro saya berdoa, Ya Allah… lapangkan hati dan pikiran kami agar dapat menulis dengan lancar. Dan semoga tulisan-tulisan kami dapat dimengerti semua orang. Jadikan kami bagian dari kelompok orang-orang yang mengamalkan ilmu pengetahuan. Amin. Semoga bermanfaat.

Repotnya Mengikuti TOT ICT di Indosat Training Center, Jatiluhur

13251937541160186545

Jam menunjukkan pukul 6 pagi lewat beberapa menit. Diawali ucapan Bismillah dan diiringi doa saya melangkahkan kaki meninggalkan rumah, udara pagi terasa begitu segar menemani langkah saya menuju halte bus di depan Telkom Tomang. Sampai di halte bus saya bertemu tetangga yang mau menuju Bekasi juga, dia tengah menunggu bus Patas AC jurusan Grogol – Bekasi.

Awalnya saya ingin untuk berbarengan dengan tetangga tersebut, tapi setelah menunggu beberapa menit bus yang kami tunggu tidak juga datang, saya lalu memutuskan untuk naik busway Koridor 9 jurusan Pluit – Pinang Ranti. Hal ini saya lakukan agar tidak terlambat sampai di Islamic Center Bekasi, dimana kami para peserta Training of Trainer ICT berkumpul untuk menuju Indosat Training and Conference Center, Jatiluhur, Purwakarta.

Naik Busway dengan tarif pagi Rp. 2.000, saya tinggalkan Tomang. Sampai di halte BNN saya turun dan berjalan kaki menuju Simpang Cawang. Sampai di Simpang Cawang saya naik bus Mayasari yang melewati pintu tol Bekasi Barat. Begitu duduk di bis mata saya langsung melihat jam yang ada di bagian atas depan bus, jam 7 kurang sepuluh menit. Semoga saja bus ini tidak ngetem menunggu penumpang terlalu lama, sehingga saya bisa sampai di tempat berkumpul nantinya pukul 07.30, sesuai tenggat waktu yang ditentukan teman-teman panitia.

Dada saya agak sedikit berdebar ketika jam menunjukkan pukul 7 lewat hampir sepuluh menit, tapi untunglah bus segera berjalan, tapi hati saya tetap bertanya, cukupkah 20 menit menuju Bekasi?. Tapi akhirnya saya pasrah, toh bus yang saya tumpangi ini sudah berjalan.

Kekhawatiran saya terlambat sampai di Islamic Center Bekasi, Alhamdulillah tidak terjadi. Ini dikarenakan perjalanan bus yang saya tumpangi cukup lancar dan jalanan cukup sepi, kecuali kendaraan yang menuju Jakarta di sebelah kanan jalur kami. Mobil-mobil berbaris dan berjalan merayap sangat panjang dan mayoritas mobil kecil kendaraan pribadi.

Turun bus di Bekasi Barat di samping Metropolitan Mall, saya langsung naik Koasi K25 yang pas lewat di depan saya. Jarak sekitar 400 meter menuju Islamic Centre yang biasa saya tempuh berjalan kaki, kini saya tempuh dengan angkot, agar tiba tepat waktu.

Sampai di Islamic Center Bekasi saya melihat jam, pukul 07.35, terlambat lima menit. Saya langsung bergabung dengan teman-teman rombongan guru yang saat itu tengah melakukan registrasi, serta sekalian menunggu anggota rombongan lain yang belum datang.

Berangkat sebagai tim pendahulu kami tujuh orang meninggalkan Bekasi jam 8.30. Rupanya dampak libur akhir tahun sudah hadir di depan mata, perjalanan kami menuju Purwakarta tidak seperti yang kami harapkan. Baru saja kami memasuki jalan tol Jakarta – Cikampek, kemacetan sudah menyambut kehadiran kami, sehingga perjalanan yang normalnya bisa ditempuh satu setengah jam itu, menjadi lebih lama.

Kurang mengenal medan di daerah tujuan membuat kami juga tersasar. Di pertigaan jatiluhur, kami belok kekiri menuju arah danau. Setelah nyasar cukup jauh sampai ke komplek perumahan Indosat di Jatiluhur dan bertanya kepada salah seorang security, dia memberitahu bahwa kami harus kembali menuju simpang tiga dan kemudian berbelok kekiri, menuju stasiun bumi pengendali satelit Palapa.

Setelah mengikuti petunjuk sang petugas security, benar saja. Baru saja kami sampai di simpang tiga dan belok kiri, dari jauh kami sudah melihat antena parabola yang  jumlahnya cukup banyak di pusat pengendali satelit Palapa, Jatiluhur.

Setelah menyusuri jalan beberapa menit, akhirnya kami sampai juga di Indosat Training and Conference Center, Jatiluhur. Di depan kami, rombongan yang naik bus dan berangkat belakangan telah lebih dulu sampai dan tengah mengisi daftar registrasi, hal ini membuat kami hanya bisa senyum kecut dalam hati….

Bersambung

 

1325192843176156642
Registrasi dan menerima goody bag

 

 

1325193416534555173
Bung Komar Jawara Bekasi, Ilham, Vavai dan Omjay, siap berangkat.

 

 

13251935261346870681
Libur Natal dan akhir tahun, membuat jalan tol Jakarta Cikampek macet.

 

 

13251936271814772972
Komplek Indosat Training and Conference Center, Jatiluhur.