SeBUAI goes to Cikarang

Minggu,14 Maret 2010

Jam 10.00 Team SeBUAI berkumpul di UNISMA untuk konvoi berangkat ke Gedung Juang memenuhi undangan dari Bu Cucu, Istri Bupati Bekasi. Yah,seperti kebiasaan orang Indonesia,pasti ngaret. Akhirnya jam 11.00 kami berangkat. Rombongan terdiri dari Pa Harun,Adyanti,Arief,Nake,Wahid,Fai ditambah Bang Ane ,konvoi 6 motor. Tujuan pertama adalah Gedung Juang, Tambun. Walaupun panas,kami tetap menerjang jalanan bekasi yang macet & crowded.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lumayan panjang,kami sampai di Gedung Juang. Saya,yang bisa dibilang sudah tinggal 21 tahun di Bekasi,baru sekali ini menjejakan kaki di gedung yang merupakan salah 1 saksi perjuangan di masa dulu.

Bangunannya bisa dibilang cukup tidak terawat. Diatapnya menjadi sarang kelelawar yang mungkin jumlahnya mencapai ratusan. Karena dari luar gedung saja,suaranya terdengar cukup keras & bau pipis (ups) kelelawar itu menyengat sekali. Di sisi kanan & belakang gedung kini menjadi markas Pemadam Kebakaran. Di beberapa bangunan juga tampak kerusakan & tidak terawat. Padahal,gedung ini punya nilai sejarah yang berharga & alangkah baiknya kalau perawatannya pun diperhatikan (pe-er buat siapa ya??). Ketika sedang melihat-lihat, yang ditunggu pun datang. Bu Cucu, Istri Bupati Bekasi beserta Bu Tres.

Kesan pertama ketika bertemu Bu Cucu,beliau sosok yang ramah,apa adanya,membumi,& humble. Ini yang membuat kami langsung akrab di menit pertama bertemu. Disana juga ada temen-temen pengamen yang menamakan diri Komunitas Seniman Gedung Juang yang juga merupakan binaan Bang Ane & Pa Harun. Mereka akan mengadakan aksi bersih-bersih Gedung Juang pada tanggal 23 Maret 2010. Nantinya,akan menjadi pusat berkumpulnya para Seniman Jalanan ini. Ketika itu yang datang kesemuanya bisa dibilang angkatan dewasanya,jadi kami ngga ketemu sama anak-anak kecilnya. Menurut informasi dari koordinatornya,jumlah anak-anak kecil disini sekitar 25-30 orang. Keseluruhan dengan yang dewasanya sekitar 50-an orang.

Kami pun berkeliling ke halaman bagian belakang gedung. Hmm….saya takjub sekali melihat gedung peninggalan bersejarah ini. Suasana masa lampaunya benar-benar terasa. Tapi sayang,gedungnya tidak terawat.

Rencananya,temen-temen KSGJ (kelompok seniman gedung juang) akan mulai bersih-bersih dari bagian belakang gedung. Pa Harun pun beraksi, “yawda,nanti nih disini aja kita bikin taman bacaannya ya di ya?kita taro rak-rak disini biar anak-anak juga enak bacanya….”. Ide yang brilian dari kepala suku kami. Saya & teman-teman mengiyakan. Begitu juga dengan Bu Cucu. Bang Ane yang punya hajat ngga mau kalah “iya nanti sambil latihan seni,sambil baca buku kan asik ya di ya?”. Aku Cuma bisa sennyum. Harus berkata apalagi?memang gagasan yang brilian. Fotografer SeBUAI, Nake ,ngga ketinggalan mengambil beberapa angle yang menurut saya,lokasinya okeh punya buat di foto. Sambil sesekali narsis (ini ajaran Pa Harun),kami diskusi tentang project SeBUAI untuk temen-temen KSGJ.

Perjalanan kami lanjutkan ke Kalijaya,Cikarang Barat menuju perkampungan padat penduduk (alasan panas,kami semua ikut di mobil Bu Cucu). Disana,banyak anak-anak yang putus sekolah. Bahkan ada anak umur 16 tahun yang pernah menjadi korban woman trafficking sampai hamil. Duh,bener-bener masyarakat yang kompleks. Mereka senang kedatangan Bu Bupati & SeBUAI. Potret Bekasi yang sebenarnya (ingin jadi wonder woman to do more).

Hari makin siang. Kami pun melanjutkan perjalanan ke daerah pemukiman pemulung. Matahari sedang terik-teriknya. Bu Cucu sampai pakai payung. Disana kami hanya menjumpai segelintir orang. Tapi kami juga ketemu sama anak-anak kecil yang malu-malu ketika kami minta mereka pose untuk di foto. Tapi kalau Team SeBUAI mah jangan ditanya deh. Ngga diminta foto juga langsung action aja (Narsisme by Pa Harun).

Setelah lelah,letih,lapar berkeliling,Pa harun nyeletuk “ini udah jamnya makan siang nih bu cucu…”. Haaa??haduuuhh pengakuan jujur atau todongan ya??Akhirnya rombongan makan siang di Wulansari,Tambun. Dikarenakan jam makan siang yang terlambat hampir 1,5 jam & memang lelah,letih,lapar,ngga pake malu-malu deh kami menyantap hidangan. Dan ngga lupa,foto-foto. Selesai makan,kami kembali ke Gedung Juang untuk ambil motor yang memang di titipkan disana. Bu Cucu pun berpamitan. Kami menghaturkan banyak terima kasih kepada Bu Cucu & Bu Tres yang udah meluangkan waktunya meng-guide kami survey & menjamu kami makan siang. Nake,Pa Harun,Arief (bahkan hampir semua team SeBUAI kekenyangan & kepanasan).

Belum selesai cerita hari ini,Karena dari Gedung Juang,kami kembali ke meeting point di UNISMA untuk evaluasi. Dengan gaya guide professional, Fai mengajak kami duduk di rumput pinggir kali. Tapi pilihan Fai ngga salah,karena suasananya beneran enak. Kesempatan ini (lagi-lagi) ngga disia-siakan untuk bernarsis. Evaluasi pun dimulai. Karena 1 & lain hal,maka next target pembuatan taman bacaan ditujukan di Gedung Juang. Rencananya akan dilaksanakan tanggal 27 Maret 2010 (buat yang mau ikutan,monggo diantosan….). Kami juga  membahas rencana Stand SeBUAI di acara car freeday tanggal 21 Maret 2010 yang akan dilanjutkan dengan kunjungan & distribusi buku untuk anak-anak di Hembo,Proyek (dateng ya….).

Karena hari mulai sore,kami pun mulai kelelahan. Apalagi Pa Harun yang terus-terusan meringis nahan sakit kakinya yang keseleo,acara hari ini pun ditutup.

Alhamdulilah,perjalanan yang menyenangkan,mengesankan,dan berharga sekali. Masih banyak yang harus kami perbuat. Dukung & doakan kami ya!

Karena Kegiatan Dilarang Dosen Mahasiswa UNISMA Mengamuk

Kampus Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi Senin (01/02/10) siang tiba-tiba menjadi hingar bingar, puluhan mahasiswa Fakultas Teknik berunjuk rasa memprotes keputusan seorang Dosen yang juga merupakan Kaprodi di Fakultas tersebut. Demo dengan membakar Ban Bekas di dalam lingkungan kampus tambah memanas karena tuntutan para mahasiswa tidak diakomodir oleh pihak rektorat.

Demo itu sendiri di picu oleh sikap Eko Januarto Dosen yang merangkap menjadi Kaprodi tidak mengijinkan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Komputer (HMK) mengadakan kegiatan yaitu berupa pelatihan dasar komputer pada siswa kelas 6 SD dan kelas 1 SMP di Desa Seger Jaya, Kampung Ceger RT 01/04 Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Namun dari pihak Kaprodi kegiatan tersebut dilarang dengan alasan kegiatan tersebut bersifat hura-hura, tidak sesuai dengan bidang keilmuan, kegiatan harus dilaksanakan di dalam kampus, harus ada sponsor sebagai pengontrol. Alasan-alasan tersebut dibantah oleh pihak mahasiswa karena menurutnya kegiatn tersebut bukan bersifat hura-hura karena dipilih daerah yang sangat jauh dari hegomoni kemewahan (daerah kampung ceger).

Alasan kedua pun menurut para mahasiswa sangat mengada-ada karena yang diajarkan merupakan bidang keimuan yang mereka pelajari. Untuk masalah kontrol, masyarakat di sana jauh dapat dipercaya untuk mengontrol karena jika acara mereka tidak berguna bagi masyarakat di sana maka dengan sendirinya akan dibubarkan atau dilarang oleh aparat setempat.

Demo yang berakhir dengan dipecahnya beberapa jendela di gedung Unisma ini mengajukan agar Eko Januarto diberhentikan sebagai Dosen Unisma. Karena menurut mereka Eko bertindak sangat arogan dan juga sewenang-wenang dalam memegang amanah yang diberikan. [Chan]

catatan kaki tentang BGTC1

Huaaa… telat banget ya posting tentang Blog Goes To Campus (BGTC) ? Maab2…
Well, tadinya postingan ini mau diberi judul Kata Panitia tentang BGTC, tapi saya belum sempat konfirmasi dengan seluruh panitia tentang pendapat mereka, jadi menurut saya sajah ya :D.

#1 Salut untuk kedatangan kebanyakan peserta lebih awal dari waktu yang ditentukan. Hebat! Sehingga acara bisa dimulai tepat waktu walau mulai molor waktunya saat pembawaan materi. Tentu sajah hal ini perlu diberikan apresiasi karena biasanya kan kebanyakan orang Indo seperti saya biasanya ngaret karena seribu satu alasan.

#2 Kagum dengan antusiasme dan semangat para peserta saat materi pembuatan blog dibawakan oleh Wahyu & Dodi. Semua hal yang kurang jelas, langsung ditanyakan kepada tutor sekitarnya dan tentu saja tutor2 bersedia membantu dengan senang hati.
Sampai2 waktu yang disediakan untuk pembuatan blog terasa singkat sekali padahal masih banyak hal yang belum tersampaikan :(. Kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan ke milis atau japri langsung ke imel pembawa materi saja yang ada di hand out ya.

#3 Cukup puas dukungan sarana ruangan & fasilitas yang memadai untuk tempat penyelenggaraan BGTC, juga termasuk penyediaan konsumsi yang cukup porsinya & rasanya. I love it most! Iyey :D. Thanks Pak Harun!

#4 Agak sedikit sedih karena dari 39 peserta yang hadir, hanya 9 orang yang menyempatkan diri untuk mengisi kuisioner saat sesi testimoni & perkenalan para panitia berlangsung. Seharusnya sih di run down acara testimoni & perkenalan panitia itu terpisah, tapi karena waktunya udah molor banget, mau ga mau harus digabung. Yang lainnya isi dong… karena saya bingung doorprize acara testimoni ini akan diberikan kepada siapa.

Blog Goes To Campus

Poto diambil dari fbnya Dodi (sie dokumentasi sekaligus pembawa materi membuat blog di WP) kemudian digabung2, diedit2 oleh sayah :D

Itu saja curhatan catatan dari saya, selaku seksi acara.
Nantikan acara Blog Goes To Campus berikutnya ya…

Blogger Bekasi Kembali Tebar Virus

Sabtu, 16 Januari 2010, Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog) kembali menebarkan virus ngeblog lewat penyelenggaraan pelatihan blog bagi warga masyarakat Bekasi. Kali ini yang menjadi peserta pelatihan sebagian besar adalah para dosen Universitas  Islam 45 (Unisma) dan pegawai Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Kegiatan pelatihan blog ini merupakan salah satu program be-Blog untuk berbagi dan memajukan Bekasi lewat internet dan blog dengan biaya semurah mungkin. Peserta hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000,-, itupun dikembalikan dalam bentuk antara lain goodibag, door prize, konsumsi dan sertifikat. Materi pelatihan dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta pelatihan agar bisa langsung diterapkan. Karena peserta pelatihan kali ini adalah sebagian besar dosen dan pegawai Pemkot Bekasi, maka diharapkan blog yang dihasilkan akan menjadi media yang efektif untuk diskusi antara dosen dan mahasiswa atau antara pejabat Pemkot Bekasi dengan masyarakat. Continue reading Blogger Bekasi Kembali Tebar Virus