Walikota Tak Hadir Dapat Obrolan Hangat Bersama Kadisdik Kota Bekasi

Minggu pagi (27-01-2013) saya sudah menyibukkan diri dengan handphone. Bukan untuk sibuk dengan internetan dan sebagainya seperti biasa, melainkan menyibukkan diri untuk kontak-kontakan dengan (ajudan) Walikota Bekasi. Sehubungan dengan adanya kegiatan IGI Bekasi (Ikatan Guru Indonesia) yang mengadakan seminar “Pendidikan Karakter Dengan Metode Sentra” di ruang rapat Pemkot Bekasi bersama Yudhistira ANM Massardi dan Siska Massardi (pendiri dan kepala sekolah Batutis Al-‘Ilmi Kota Bekasi). Acara seminar ini akan dibuka oleh Walikota Bekasi sekaligus memberikan sambutan. Untuk hal mengundang walikota lebih sering saya yang menjadi mediator karena secara emosional dan kultural punya kedekatan sejak Bang Pepen sapaan akrab Dr.H. Rahmat Effendi, M.Si masih menjadabat ketua DPRD Kota Bekasi dan saya mengundangnya datang ke Jogjakarta bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman mahasiswa Bekasi di Jogja.

Dari Kiri ke Kanan: Dahli Ahmad, M.Pd (Ketum IGI Bekasi), Yudhistira Massardi,Siska Massardi, Abdul Munif (pengurus IGI Bekasi), Bhayu Sulistiawan (panitia)

Namun karena timing terlalu singkat saya pun baru bisa mengirimkan suratnya melalui staf di ruang walikota pada H-5. Sebetulnya bisa saja saya potong kompas langsung SMS ke pak Wali. Tapi saya tidak ingin menyalahi prosedur birokrasi karenanya tetap surat permohonan saya kirimkan melalui stafnya di Pemkot Bekasi. Dalam hal ini, banyak orang yang tak mengerti dan selalu memaksakan pejabat untuk hadir ketika mengundang. Padahal kita pasti tahu yang namanya pejabat mana pun pasti setiap harinya banyak undangan menghadiri acara, bisa jadi pas kita mengundang tidak sempat hadir atau suratnya terlalu mepet untuk diagendakan. Maka jangan kesal dahulu, lebih baik berbaik sangka. Begitu juga saya waktu itu mencoba memahami. Sejak H-2 acara saya sudah SMS-an dengan staf walikota perihal jadwal tersebut dan menurut info sudah diagendakan, kabar itu pun saya teruskan ke pak Yudhis selaku narasumber seminar dan disambut doa agar pak Wali bisa hadir tidak ada halangan.

Pas hari H saya menelpon staf walikota namun tidak aktif (mungkin sedang ada acara) kemudian saya beralih menelpon salah seorang dari ajudan walikota yang masih tersimpan nomornya di Hp saya, tapi sama tidak aktif juga. SMS saya kirimkan ke staf dan ajudan, setelah menunggu beberapa lama juga tidak ada konfirmasi. Akhirnya kami putuskan untuk memulai acara dan berkoordinasi dengan panitia bahwa pak Wali kemungkinan tidak hadir. Seminar pun dimulai oleh panitia dan pak Yudhis memberikan materi pertama dengan tema pentingnya metode sentra. Di tengah acara saya sempat terpikir untuk langsung kirim SMS ke pak Wali; “Aslmkm.. Bang hari ini ada undangan membuka acara seminar IGI Bekasi di Ruang rapat pemkot Bekasi. Sdh diagendakan? Saya sudah kirim suratnya lewat mba Ajeng (nama staf kantor Walikota)”, ketik saya di kotak pesan. Saya terbiasa menyapanya dengan sebutan Bang / Abang dari pertama bertemu sampai sekarang jadi walikota, dan alhamdulillah beliau tidak keberatan malah senang biar lebih akrab. Teman-teman mahasiswa di Jogja juga banyak yang menyapanya dengan sapaan bang Pepen.

SMS ke pak Wali itu pun tak ada balasan. Saya lanjut di ruang seminar dengan memperhatikan paparan narasumber sambil sesekali blusukan buat jeprat-jepret dengan Canon EOS 1000 D-nya bu Betti (ketua panitia). Tak lama kemudian panitia seksi konsumsi yang di-mayoritasi oleh ibu-ibu meminta bantuan saya mencari tempat makan dan membeli untuk makan siang panitia. Saya pun langsung tancap gas ke warung masakan padang yang ada di belakang komplek Pemkot langganan saya dulu waktu sering berkunjung ke Pemkot. Setibanya saya kembali ke ruang seminar dengan puluhan bungkus nasi padang saya diberitahu oleh panitia bahwa Pak Encu (Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi) hadir dan sudah duduk di dalam. Dalam hati saya langsung berkata, ooo… ternyata pak Wali merespon SMS saya dengan mengirimkan langsung utusan (perwakilan) meski tidak membalas SMS saya (mungkin karena tidak sempat). Saya pun langsung menghampiri pak Kadisdik, Dr. H. Encu Hermana, MM di dalam untuk berjabat tangan menyampaikan salam dan terima kasih. Dalam sambutannya pak Encu menyampaikan pesan mewakili walikota dan memberikan dukungan kepada IGI Bekasi atas kiprahnya serta beberapa pesan dan saran untuk ke depannya.

Kadisdik Kota Bekasi, Drs. H. Encu Hermana, MM, saat memberikan sambutan

Setelah sambutan selesai pak Encu pun langsung pamit karena harus menghadiri acara di Pondok Gede. Saya yang mendampingi sampai loby kantor Walikota saat menuju mobil memanfaatkan untuk berdiskusi (ngobrol lepas non formal) seputar masalah pendidikan di Kota Bekasi. Dari mulai kesiapan menyambut kurikulum 2013, tunjangan guru, sertifikasi, sampai yang paling lama bahasannya adalah kelanjutan nasib eks. RSBI di Kota Bekasi. “Kami menaruh harapan besar kepada Dinas Pendidikan untuk bisa melahirkan kualitas pendidikan Kota Bekasi yang unggul meski tak menggunakan label RSBI/SBI”, ujar saya kepada pria yang memulai karirnya dari guru olahraga ini. Beliau pun menyampaikan terima kasih dan supportnya untuk sama-sama membenahi pendidikan Kota Bekasi, next time kita bicara lagi lebih intens (sharing) dengan IGI Bekasi, ucapnya menutup perbincangan. Wah, dapat sambutan hangat langsung dari pak Kadisdik cukup mengesankan dalam obrolan kami. Oya, beliau juga membeli buku “Pendidikan Karakter Dengan Metode Sentra” yang ditulis oleh pak Yudhis dan isterinya, Bu Siska Massardi sebanyak 10 buku. Namun bukan untuk dirinya melainkan untuk dibagikan kepada peserta sebagai doorprice. Kontan peserta pun semua gembira menyambut donasi dari pak Encu ini. Maklum bukunya tersebut harganya cukup mahal untuk ukuran guru, yaitu 300.000 satu buku.

Obrolan hangat dengan pak Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi

Keesokan harinya, Senin (28-01-2013) pagi sekitar jam 05.30 SMS masuk di Hp saya. Setelah saya buka ternyata dari pak Wali yang mengabarkan bahwa kemarin tidak sempat hadir. Benarkan, pasti agendanya banyak sehingga tak sempat hadir. Bayangkan, hari minggu saja masih harus keliling menghadiri banyak undangan dari masyarakat. Saya pun membalasnya dengan ucapan terima kasih karena sudah mensupport dan mendelegasikan Kepala Dinas Pendidikan, serta menginfokan rencana kegiatan jelang 2 tahun IGI Bekasi.

Salam Guru Blogger,

Abu Abbad

Pemkot Bekasi Gelar Seminar Nasional “Internet Sehat” Bagi Guru dan PNS

Ibu Sri Sunarwati, Kabag Telematika Pemkot Bekasi (tengah) didampingi stafnya saat memberikan materi pada acara seminar nasional (Foto: Nur Aliem Halvaima).

BAGIAN Telematika Pemerintah Kota Bekasi menggelar Seminar Nasional “Pendidikan dan Internet Sehat” bagi guru dan PNS, 14-15 Juni 2012, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, diikuti  100 orang terdiri guru TK-SLTA dan pegawai Pemkot dan Kabupaten Bekasi, DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah.

“Seminar ini digelar sebagai upaya Pemerintah Kota Bekasi mengasah talenta teknologi informasi dan akhlak mulia bagi insan pendidikan dan aparaturnya. Anggarannya diambil dari APBD Kota Bekasi TA 2012.,” kata Sri Sunarwati, Kabag Telematika Pemkot Bekasi.

Menurut Sri, seminar nasional bertujuan membantu mengkampanyekan sebagai media pendidikan dan hiburan yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan.

Membantu memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan guru dalam menyikapi perkembangan internet dan dampaknya.

“Selain membantu mengupayakan peningkatan penetrasi internet di Indonesia dari keluarga dan dari komunitas pendidikan secara aman dan bertanggung jawab, juga mendukung edukasi sejak dini tentang internet sehat kepada anak, keluarga dan pengguna internet pemula. Melalui seminar ini pula, salah satu upaya mewujudkan visi-misi Kota Bekasi yaitu, Bekasi Cerdas, Sehat dan Ihsan,” kata Sri.

Seminar diikuti  100 guru TK-SLTA dan pegawai Pemkot/Kabupaten Bekasi, DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah. Sementara narasumber adalah Walikota Bekasi Rachmat Effendi, Komisi D DPRD Kota Bekasi, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komuinfo,  Ono W Purbo, pakar internet, Donny B.U penggiat internet, Wijaya Kusumah pakar pendidikan dan penulis aktif di berbagai komunitas online. Acara dipandu oleh ibu MS Julie dari IGI Bekasi.

Wijaya Kusumah (Omjay) misalnya, membawakan materi dengan lugas, lancar dan sedikit humor tentang pengalamannnya menggunakan internet secara sehat. Omjay awalnya berbagi pengalaman dengan orang dekatnya di lingkungan keluarga, seperti kedua anaknya Intan dan Berlian. “Saya banyak belajar dari kedua anak saya, keduanya lebih duluan menguasai terutama berkaitan dengan smartphone, seperti tablet dan fasilitasnya…hahaha,” kata penulis buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi” ini. Sejumlah buku sudah Omjay terbitkan yang berangkat dari menulis di blog, termasuk rajin mengisi blog keroyokan di Kompasiana.com.

Pengalaman Donny B.U sebagai penggiat internet, juga tak kalah menariknya. Mantan wartawan detik.com ini menceritakan pengalaman lain keluarganya yang memanfaatkan kecanggihan internit untuk pengembangan usaha busana muslimah. “Ada Mpok saya, buka usaha busana Muslimah melalui internet, sekarang pemasarannya sudah merambah sampai ke negeri Jiran, Malaysia, luar biasa kan?,” kata Donny.

Itu dimulai dari industri rumah (home industri). Mula-mula karena rajin nonton sinetron lokal maupun telenovela di televisi, akhirnya terinspirasi melihat busana pemainnya. Dari jilbab Manohara hingga busana tokoh-tokoh sinetron “Ayat-Ayat Cinta”. Dari tontonan televisi ini, kemudian menjadi acuan mencari contoh busana di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Contoh busana Muslimah versi Tanah Abang itulah, kemudian  ia posting via blog  di internet.

Yang menarik, di setiap sesi penyajian materi, ada kuis dari isi makalah yang disampaikan dengan berbagai hadiah yang menarik, di antaranya buku-buku yang diberikan langsung oleh penulisnya sendiri. “Alhamdulillah, saya kebagian hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan si pembawa makalah,” kata Ibu Nunung, guru anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi. (aliem)

salam blogger,

Nur Aliem Halvaima

Wijaya Kusumah (Omjay) sedang membawakan materi dipandu moderator ibu MS Julie pada Seminar Nasional Pendidikan dan Internet Sehat di Hotel Grand Cempaka Jakarta (Foto: Nur Aliem Halvaima)


Guru Bekasi Utara Sampaikan Keluhan Langsung Kepada Walikota

Peningkatan mutu guru tidak bisa terlepas dari aspek kesejahteraan. Di samping mutu ajar yang harus selalu dibangun untuk membuat proses belajar mengajar kondusif para guru juga merupakan jembatan anak untuk meraih masa depan. Dengan demikian sudah sepatutnya pemerintah mengapresiasi guru dengan berbagai kebijakan. Salah satunya aspek kesejahteraan. Namun seringkali aspek ini pun berjalan tidak lancar sesuai dengan instruksi sehingga membuat sebagian guru resah. Itulah sedikit keluhan tentang guru di Kota Bekasi yang berkesempatan menyampaikan langsung kepada Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi (RE) atau yang akrab disapa “Bang Pepen” dalam acara seminar workshop “Gurunya Manusia: Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak Juara” yang juga mendatangi pakar multiple intelligences Munif Chatib di Islamic Center Kota Bekasi 27 Mei 2012.

Guru menyampaikan keluhan dan harapannya kepada walikota

Ada yang menarik di dalam acara seminar workshop kali ini, dimana saat walikota menyampaikan materi dan info tentang beberapa kebijakan pemerintah terhadap peningkatan mutu guru diantaranya program tunjangan pemerintah untuk guru bahwa memang terkadang terlambat, salah seorang guru salah satu SD negeri di Kota Bekasi berkata Tufung (tunjangan fungsional) yang telat. Dengan seketika walikota meminta sang guru tersebut maju ke depan podium untuk menyampaikan langsung. “jarang-jarang kan bisa ketemu dan ngomong langsung di depan walikota”, ucap walikota yang merupakan putera daerah asli Bekasi ini.

Dua orang guru masing-masing guru SD Negeri dan SD Swasta di Bekasi Utara Kota Bekasi yang menjadi peserta seminar workshop berkesempatan berbicara langsung dihadapan Walikota Bekasi. Kesempatan tersebut diberikan langsung oleh walikota yang menjadi keynote speaker pada acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2012 tersebut.

Saat menyampaikan materinya walikota menanyakan sejumlah hambatan dari program pemerintah yang belum berjalan dengan lancar. Pertama, guru SDN Kaliabang Tengah VII dipersilahkan maju ke hadapan podium untuk menyampaikan keluhannya kepada  walikota. Ibu guru tersebut mengeluhkan tentang tufung (tunjangan fungsional) yang belum cair selama 4 bulan pada tahun 2011 dan di 2012 juga ada yang belum cair. Mendengar keluhan tersebut walikota langsung menunjuk Sekdis (Sekertaris Dinas) Pendidikan Kota Bekasi yang mewakili kepala dinas saat itu untuk menindak lanjuti hal tersebut. “Jangan membiarkan guru menjadi resah karena haknya tertunda”, ucap walikota yang baru saja dilantik 3 Mei 2012 lalu.

menyambut dan mendampingi walikota Bekasi

Setelah diberikan info dari sekdis bahwa ketertundaan tersebut disebabkan karena pemprov Jawa Barat belum mentransfer ke kas daerah, selanjutnya walikota juga menanyakan kepada guru-guru swasta tentang harapan para guru dan apakah yang diberikan oleh pemkot sudah cukup. Guru kedua yang berkesempatan dipersilahkan maju dan menyampaikan harapannya dari SDIT Mentari Indonesia mengatakan bahwa untuk ukuran cukup memang relatif, dan jadi guru itu bukannya banyak tapi cukup. Ketika ditanyakan apa harapannya kepada pemerintah, guru tersebut menyampaikan apresiasinya kepada walikota sebatas kesanggupan pemerintah saja. Namun kalau ditanya apakah mau ditambah, ya syukur alhamdulillah kalau bisa ditambah.

Sebagian para guru yang hadir mengamini apa yang disampaikan kepada walikota agar peningkatan mutu guru sejalan dengan peningkatan kesejahteraan guru tanpa adanya hambatan dan kendala. Usai memberikan materi dan diserahkan cindera mata dari panitia, walikota pun langsung pamit karena harus menghadiri acara lainnya. Saat diwawancara oleh wartawan dan didampingi oleh saya selaku sekertaris panitia walikota menyampaikan apresiasinya terhadap masukan dari guru-guru karena bagaimanapun juga pemerintah berkewajiban meningkatkan mutu guru sebagaimana visi Bekasi Cerdas dan pesan beliau juga agar para guru senantiasa semangat dalam menjalankan profesinya dengan baik.

Guru Bekasi Menyampaikan Harapannya Langsung Kepada Walikota Bekasi

Salah seorang guru SDIT Mentari Indonesia ibu Nur Fatiyah, S.Sos atau yang biasa disapa bu Fatiyah berkesempatan berbicara langsung dihadapan bapak Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi kemarin saat menjadi peserta seminar workshop “Gurunya Manusia” bersama pakar multiple intelligences bapak Munif Chatib di Islamic Center Kota Bekasi 27 Mei 2012. Kesempatan tersebut diberikan langsung oleh walikota yang menjadi keynote speaker dalam acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2012 tersebut.

dialog langsung dengan walikota Bekasi

Saat menyampaikan materinya pak walikota menanyakan sejumlah hambatan dari program pemerintah yang belum berjalan dengan lancar. Sebelumnya, guru SDN Kaliabang Tengah VII dipersilahkan maju ke hadapan podium untuk menyampaikan keluhannya kepada  walikota. Ibu guru tersebut mengeluhkan tentang tufung (tunjangan fungsional) yang belum cair selama 4 bulan pada tahun 2011 dan di 2012 juga ada yang belum cair. Mendengar keluhan tersebut walikota langsung menunjuk Sekdis (Sekertaris Dinas) Pendidikan Kota Bekasi yang mewakili kepala dinas saat itu untuk menindak lanjuti hal tersebut. “Jangan membiarkan guru menjadi resah karena haknya tertunda”, ucap walikota yang baru saja dilantik 3 Mei 2012 lalu.

PEMKOT BEKASI sdh 9 bln nahan tunjangan guru. (*Harian Terbit, Rabu 30/5 h.3)
PEMKOT BEKASI sdh 9 bln nahan tunjangan guru. (*Harian Terbit, Rabu 30/5 h.3)

Setelah diberikan info dari sekdis bahwa ketertundaan tersebut disebabkan karena pemprov Jawa Barat belum mentransfer ke kas daerah, selanjutnya pak walikota juga menanyakan kepada guru-guru swasta tentang harapan para guru dan apakah yang diberikan oleh pemkot sudah cukup. Bu Fatiyah yang berkesempatan dipersilahkan maju dan menyampaikan harapannya mengatakan bahwa untuk ukuran cukup memang relatif, dan jadi guru itu bukannya banyak tapi cukup. Ketika ditanyakan apa harapannya kepada pemerintah, bu Fatiyah menyampaikan apresiasinya kepada walikota sebatas kesanggupan pemerintah saja. Namun kalau ditanya apakah mau ditambah, ya syukur alhamdulillah kalau bisa ditambah, ucap guru yang menjadi wali kelas II Shafa di SDIT Mentari Indonesia Bekasi Utara.

wawancara didampingi panitia

Sebagian para guru yang hadir mengamini apa yang disampaikan kepada walikota agar peningkatan mutu guru sejalan dengan peningkatan kesejahteraan guru tanpa adanya hambatan dan kendala. Usai memberikan materi dan diserahkan cindera mata dari panitia, walikota pun langsung pamit karena harus menghadiri acara lainnya. Saat diwawancara oleh wartawan dan  didampingi oleh sekertaris panitia Bhayu Sulistiawan, S.Pd.I yang juga guru di SDIT Mentari Indonesia walikota menyampaikan apresiasinya terhadap masukan dari bu Fatiyah karena bagaimanapun juga pemerintah berkewajiban meningkatkan mutu guru sebagaimana visi Bekasi Cerdas dan pesan beliau juga agar para guru senantiasa semangat dalam menjalankan profesinya dengan baik.

Dialog Guru Bekasi dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi
Dialog Guru Bekasi dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi

 

sumber: di sini, dan di sana

 

Bersilahturahim ke Rumah PLT. Walikota Bekasi

Foto Bersama bang Pepen
Foto Bersama bang Pepen

Senang sekali bisa bertemu dan bersilahturahim dengan bapak PLT Walikota Bekasi, bapak Rahmat Effendi di rumah beliau yang asri di Pondok Pekayon Indah. Selasa, 9 Agustus 2011 sekitar pukul 15.30 WIB kami berisilahrurahim dengan PLT Walikota Bekasi ini. Teman-teman komunitas blogger bekasi diterima langsung oleh pak Rahmat Effendi yang biasa kami memanggilnya bang Pepen. Kamipun ditemani oleh tim dari telematika dan humas pemkot Bekasi. Ibu Murni dan ibu Sri menjembatani kami dalam menyampaikan pesan penting tentang acara amprokan blogger yang akan kami selenggarakan sabtu-minggu, 17-18 September 2011.

Bertemu bang Pepen yang awalnya sulit, menjadi terasa mudah ketika komunikasi terjalin dua arah.  Alhamdulillah, terjadilah dialog diantara kami, dan beliau sangat merespon apa yang ingin kami kerjakan demi kelancaran acara amprokan blogger yang akan kami selenggarakan. Anda bisa melihat informasi lengkapnya di http://temublogger.com.

1313077671758454894
Bertemu Bang Pepen di Rumah Beliau

Banyak hal penting beliau bantu dengan senang hati, seperti ketika kami kesulitan tempat acara seminar, maka beliau langsung menelepon pimpinan pengelola asrama haji bekasi. Syukur alhamdulillah, aula asrama haji bisa digunakan untuk acara seminar di hari pertama. Tinggal urusan surat, dan administrasi yang akan diurus oleh bagian telematika.

Banyak hal penting lainnya yang kami bicarakan, dan semoga dapat terealisasi ditingkat implementasi. Saya pun berharap pertemuan yang saling melengkapi ini dapat menjadi pelajaran ke depan bahwa segala sesuatu bisa dikomunikasikan asalkan masing-masing pihak saling percaya, dan mau duduk bersama membahasnya.

1313077824322281422
Berfoto Bersama dengan bang Pepen

Saya dan teman-teman panitia Amprokan blogger 2011 mengucapkan terima kasih kepada bapak PLT Walikota Bekasi yang telah menyambut kehadiran kami dengan penuh kekeluargaan. Semoga  bapak selalu diberikan kesehatan, dan dapat hadir di acara amprokan blogger bersama teman-teman komunitas blogger  dari seluruh Indonesia. Kita berharap acara amprokan belogger yang kedua ini berjalan dengan sukses dan lancar.

1312929201826394742
Ayo Daftarkan Diri Anda!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Walikota,TDA,Blogger Bekasi Tenggelam Didalam LOA

Temu KopdarHari ini acara kopdar komunitas Blogger Bekasi plus TDA Bekasi dengan Walikota Bekasi terlaksana juga. Dari acara yang cukup singkat ini, tapi dengan persiapan yang cukup lama, banyak hal yang positif yang merupakan kesepakatan awal, yang akan di tindak lanjuti dengan hal-hal yang bersifat teknis dan perlu panitia kecil untuk merealisasikannya.

Surut kebelakang sebelum adanya pertemuan dan sinergi ide-ide yang jika terwujud adalah rangkaian dari perjalanan masing-masing institusi yang terlibat. Dalam hal ini adalah ada 3 (tiga) Institusi yaitu :

1. Blogger Bekasi : Komunitas dunia maya yang bervisi menjadikan media blog sebagai sarana untuk menjembatani segala pikiran dan ide warga untuk mengritisi, membantu dan memberikan solusi untuk kota bekasi. Selengkapnya bisa di lihat : http://bloggerbekasi.com/sebuah-pengantar

2. TDA Bekasi : Sebuah komunitas wirausaha yang berinduk ke komunitas TDA Nasional, TDA Bekasi adalah berupa Manajemen TDA wilayah yang mengkoordinasikan anggota-anggota TDA di wilayah Bekasi. Visi-misinya mengacu pada visi misi TDA Pusat yaitu Bersama Menebar Rahmat. TDA sendiri adalah singkatan Tangan Di Atas dalam terjemahan bebasnya, komunitas para wirausaha yang berfilosofi memberi untuk kemanfaatan masyarakat. Bisa lebih jelas baca http://tangandiatas.com/index.php?ar_id=NjA= dan  http://tangandiatas.com/index.php?ar_id=NTc=

3. Walikota Bekasi : Seperti kita ketahui walikota sekarang Di jabat oleh Bapak Mochtar Muhammad atau lebih di kenal dengan Babe M2 (EmTwo). Seperti kewajiban seorang pemimpin daerah adalah mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya, baik melalui ekonomi, pendidikan, sandang dan pangan baik fisik dan Rohani. Hanya nuansa dan programmnya yang berbeda untuk tiap pejabat.

Dari ketiga institusi itu masing-masing punya target dan programmnya masing-masing untuk memenuhi visi misi mereka. Diawali dari kegiatan mereka sendiri-sendiri inilah, pada saat pertemuan kopdar tanggal 9 Januari 2010, terungkap dengan jelas, kalau ada tangan yang lebih besar dari kekuatan 3 intitusi itu, yaitu kekuatan yang Maha Kuasa. Dimana dalam teori kehidupan dikenal dengan LOA (Law of Attraction – jika ada yang sudah baca buku the secret’s bisa lebih tahu tentang LOA) atau bisa baca sekilas di sini : www.attractionaccelerator.com atau bisa cari di wikipedia.

ki-ka = Mas Harun, Babe M2, Mas Aris HU, Mas Erry PDari cerita masing-masing instusi pada saat kopdar, untuk TDA Bekasi dan Blogger Bekasi diwakili oleh ketua masing -masing. Yaitu TDA Bekasi Oleh Mas Erry P. ; Blogger Bekasi Oleh Mas Aris H. Utomo sedang Walikota oleh Pak Mochtar Muhammad sendiri, cerita mereka adalah mereka akan mengadakan program-program yang ternyata satu sama lain saling bersinergi. Diawali dengan Pak Wali yang bicara baru satu hari sebelumnya, terpikir untuk program memberdayakan masyarakat miskin di daerah Bekasi yang masih ada 200.000 kk. Terus dari Mas Erry Priyambodo dari TDA Bekasi yang mengemban misi bersama menebar rahmat ini, sering memberikan program-program pelatihan kewirausahaan, tapi masih sering terkendala biaya operasional pelatihan, jadi belum bisa memberikan free kepada masyarakat bekasi. Dari Mas Aris yang membawa misi blogger bekasi untuk meng-edukasi masyarakat tentang bagaimana ngeblog untuk kegiatan tulisan yang positif, di dukung oleh ide teman-teman TDA Bekasi yang sekaligus Blogger Bekasi (info yang datang  di kopdar 80 % blogger bekasi yang datang adalah juga anggota TDA Bekasi), saling bersinergi yang dirangkum secara cerdas oleh Pak Walikota.

Maka muncullah suatu sinergi yang benar-benar membanggakan dan ditunggu realisasinya.  Dimana program Bapak walikota untuk tidak hanya mengentaskan kemiskinan di Bekasi, tapi memandirikan ekonomi mereka dengan dukungan penuh dari TDA Bekasi dan dari pihak ketiga nantinya bakal terwujud. Sedangkan sinergi Blogger Bekasi dengan Pak Walikota adalah meminta dinas pendidikan  PEMDA Bekasi, ikut aktif dalam program edukasi dunia blog, untuk media ide dan pikiran yang positif dimulai dari para pimpinan SLTA.

Dan sinergi ketiga instusi ini adalah saling sharing dan berbagi untuk program-program ke depan. Satu hal yang perlu digaris bawahi, komunikasi dua arah adalah tipikal pemerintahan ke depan, mewujudkan good governence dimulai dari e-governence adalah langkah yang brillian dari PEMDA BEKASI saat ini. Two Tumbs UP

BeKaSi Poenya Gw

Bekasi Poenya Gw …..

Kata siapa Bekasi Punya gw ? ya kata saya …
saya bangga tinggal di wilayah bekasi , tanya Kenapa ?
biar pun saya bukan Asli Bekasi tapi saya bangga dengan Bekasi karena Begitu Cepat dan Pesat Perkembangannya baik dari segi Teknologi maupun Ekonomi , saya hijrah dari Bandung ke bekasi tahun 1997 akhir lumayan lama juga ya ? pertama saya tinggal di Jln.Lele 6 Perumnas2 dulu masih anak Kost :) dan sempet teperangkap Kerusuhan bulan Mei 1998 , setelah itu pindah ke Kampung2 jakaSampurna jadi anak Kontrakan , banyak hal yang di dapat di Bekasi suka maupun duka hiks..hiks.. Setelah itu saya pindah ke Cikarang thn 2003 masih bekasi jugakan cikarang :) karena waktu itu jam kerja berubah sehingga saya harus mendekat ke tempat kerja , eh ternyata di sini banyak orang -orang hebat juga setelah saya bergabung di CIMART disini ada pa Eko Eshp (yang baik dan Tidak sombong) dan pa Amril Rajanya ngeBlog , dan alhamdulillah juga saya bisa bergabung di blogger Bekasi . mudah-mudahan saya bisa bermanfaat di sini , dan menjadikan Bekasi kota kedua saya setelah Bandung – i luv u full

hanya ini yang bisa saya persembahakan buat Bekasi koe :

Satu kehormatan yang Luar biasa di Percaya untuk Memproduksi Kaos Silaturrahmi dengan Walikota Bekasi

Salam

Samsudin_ JuraganKaos

http://juragankaos.wordpress.com

Breaking News !!!: Penundaan Jadwal Kopdar dengan Walikota

walikota bekasiRekan-rekan semuanya, barusan saya mendapat kabar dari Imam Saputra (Aweng), Staf Khusus Walikota Bekasi, bahwa Walikota H. Mochtar Mohammad dengan sangat menyesal tidak bisa memenuhi janjinya bertemu rekan-rekan semua dalam acara kopdar yang semestinya akan dilakukan pada tanggal 2 Januari 2010 pukul 11.30 WIB s/d selesai.  Walikota menunda acara kopdar menjadi tanggal 9 Januari 2010 di tempat yang sama (rumah dinas Walikota jalan Achmad Yani) dan pada jam yang sama. Penundaan ini terpaksa dilakukan karena secara mendadak Walikota H. Mochtar Mohammad diharuskan menghadiri pertemuan dinas di luar kota pada tanggal 2 Januari 2009.

Menurut Aweng, Walikota H. Mochtar Mohammad memahami kekecewaan teman-teman semua yang telah mempersiapkan diri dan waktu untuk acara tersebut, termasuk dengan mengirimkan tulisan tentang Bekasi dan pembuatan kaos. Untuk itu Walikota Mochtar Mohammad secara pribadi meminta maaf atas penundaan waktu kopdar ke tanggal 9 Januari 2010 dan berharap teman-teman dapat memahaminya.

Meski harus menyesuaikan kembali jadwal kegiatan pribadi, saya dapat menerima dan memahami penundaan acara kopdar ini. Kita ambil saja hikmah dari penundaan ini, antara lain adanya kesempatan bagi teman-teman yang belum mengirimkan tulisannya untuk segera memposting tulisan tentang Bekasi, dan teman-teman yang tadinya berhalangan hadir karena sedang libur/cuti tahunan akhirnya memiliki kesempatan untuk hadir pada acara kopdar. Hikmah lanjutannya, kemungkinan jumlah 100 artikel yang masuk dalam periode 21 Desember 2009 s/d 8 Januari 2010 bukanlah hal yang mustahil (ketika breaking news ini ditulis sudah ada 58 tulisan yang masuk, sehingga tinggal 42 tulisan lagi).

Untuk mendata jumlah yang akan hadir, mohon kesediaan rekan-rekan untuk mengkonfirmasikan kembali kehadirannya dengan menuliskannya pada kolom komentar.

Mohon bantuannya pula untuk menyampaikan hal ini ke rekan-rekan yang belum sempat mengetahuinya.

Selamat Tahun Baru 2010.

Salam be-Blog dan tetap semangat !!!

Aris Heru Utomo

http://arisheruutomo.com

Saya Benci Bekasi!

Kranggan yang Kini Mulus
Kranggan yang Kini Mulus
Saya benci Bekasi!

Swear, saya benar-benar benci Bekasi sampai ke ubun-ubun. Saat mencari rumah sekian tahun lalu, saya dihadapkan pada kesemrawutan penataan kota Bekasi. Angka kriminalitas yang tinggi dan kota yang tak ada indah-indahnya.

Tiap hari saat saya membaca koran, banyak kabar kriminal dari Bekasi. Hmm…mengerikan.

Saya selalu membandingkan kondisi Bekasi dengan kondisi dan suasana kawasan tempat tinggal orang tua di Kebon Jeruk Jakarta Barat. Tempat yang lumayan tertata dari berbagai sisi, meski macetnya gak ketulungan. Jadi tiap kali mencari rumah selalu dan selalu saya bandingkan dengan Kebon Jeruk.

Kelak akhirnya saya sadar, tak ada kawasan yang nyaman 100 persen, dimana pun itu. Ada kekurangan dan kelebihan masing-masing kawasan.

Setelah akhirnya tinggal juga di Bekasi, tepatnya di Kranggan, kembali saya bete karena beberapa sebab. Tapi yang paling mengganggu adalah kondisi jalan lingkungan yang buruk. Saya merasa seperti berada di negeri mana gitu…jalanan hancur baur, baik di dalam komplek perumahan maupun menuju komplek.

Selain di Kranggan, jalanan menuju kawasan Pondok Gede, sekitar Ujung Aspal luar biasa bututnya. Lubang di sana sini menganga. Debu beterbangan saat musim kemarau, sementara saat musim hujan lubang tadi berubah jadi danau buatan yang bukan hanya tak sedap dipandang, namun juga membahayakan bagi pengendara motor. Motor jatuh atau tersuruk adalah cerita yang menjadi biasa disini.

Kadang saya berpikir, apa tak ada usaha warga melaporkan kondisi buruknya jalan pada pemda setempat? Atau pemdanya tak peduli? Hmm… Saya hanya bisa menarik nafas kesal saat melintasi jalanan buruk rupa itu.

Ternyata dugaan saya salah. Warga sudah kerap mengadu pada instansi terkecil di lingkungan mereka, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, tapi memang lambat sekali penanganannya. Sejak punya rumah tahun 1999, hanya ada beberapa kali perbaikan jalan di kawasan ini.

Anehnya, perbaikan tak pernah mampir ke kawasan tinggal saya. Jalanan tetap berlubang, kalau hujan becek tak ada ojek…

Suatu kali beberapa kawan di dekat ujung aspal yang sudah kesal dengan kondisi jalanan disini menggelar aksi unjuk rasa. Mereka memprotes kondisi ini dengan cara menanami jalanan dengan pepohonan agar tak bisa dilalui. Mereka juga berenang di kubangan jalan. Peristiwa ini diliput oleh salah satu stasiun TV dan tayang di program berita sore.

Saya tak tahu apakah karena liputan itu, beberapa bulan kemudian ruas jalan raya Pondok Gede dari arah PLN hingga Komplek Bulog diperbaiki.

Lalu bagaimana nasib jalan di kawasan Kranggan? Tetap tak berubah. Tak kurang usaha warga secara pribadi membuat surat pembaca di sejumlah koran meminta perhatian Pemda agar memperbaiki jalan ini. Sayapun beberapa kali mengeluhkan hal serupa melalui surat pembaca di Kompas.com.

Hasilnya? Bulan September 2009 akhirnya ruas jalan di Kranggan diperbaiki juga. Senangnya. Saya merasa bangga menjadi warga Bekasi. Ternyata Pemda tidak tidur. Mereka mendengar juga aspirasi kami warga biasa.

Mengapa kami ng0tot minta perbaikan jalan di sini? Tak lain karena fungsi dan posisinya yang strategis bagi lalu lintas ekonomi. Kranggan adalah kawasan persinggungan antara Bekasi, Bogor, Depok dan Jakarta. Jika jalanan disini bagus, saya yakin perekonomian diantara kawasan dimaksud pasti berkembang.

Tengkyu pak Wali, saya tak jadi bete dan benci lagi dengan Bekasi.

Launching Komunitas Blogger Bekasi yang Aneh

IMG_5676
4 Penggede

Launching komunitas blogger Bekasi hari ini di Gloria Jeans Coffee, Bekasi Cyber Park, sukses digelar dengan sejumlah keanehan. Meski panitia sempat deg-degan bakal gak ada yang datang, ternyata kursi yang tersedia sekitar seratusan penuh diduduki blogger dan undangan dari berbagai kalangan.

Dimulai agak lelet sedikit dari jadwal yang dirancang panitia sekitar pukul 11.00 karena harus menunggu sejumlah pihak yang akan membuka acara. Akhirnya jam sebelas lebih dikit acara dimulai. Tapi launching tadi menurut saya adalah launching teraneh. Mau tahu kenapa?

lega usai launching
lega usai launching

Pertama, Komunitas ini sendiri sudah aneh. Komunitas ini tergolong baru, baru terbentuk 17 Agustus 2009. Meskipun baru secara komunitas, sebenarnya sudah banyak blogger asal Bekasi yang malang melintang di jagad blogging secara nasional. Misalnya, di komunitas ini ada Amril Taufik Gobel yang kondang di beberapa komunitas blogger dan kini menjadi salah satu panitia Pesta Blogger 2009. Di sini juga ada Yulyanto, blogger imut yang juga lumayan karatan.

Belum lagi mbak Ajeng yang kondang di kalangan komunitas blogger daerah. Kalau harus ditambahi daftarnya, ada juga Antyo Rentjoko (paman Tyo), mantan jurnalis yang sudah senior di dunia blog. Semua ini makin menambah aneh komunitas ini. Sudah begitu banyak blogger yang top tapi baru kali ini punya komunitas. Ini juga menjadi pertanyaan sejumlah kawan dari daerah yang datang tadi.

Budi Putra
Budi Putra

Keanehan kedua, ada orang-orang super sibuk yang tega-teganya datang ke hajatan komunitas anyar bin terpinggir ini (jangan salah sangka, karena Bekasi memang di pinggiran Jakarta). Salah satunya Budi Putra, Itu lho country editor Yahoo! Indonesia yang berkantor di Singapura. BP yang sudah memproklamirkan diri sebagai full time blogger rupanya kepincut dengan langkah teman-teman di Bekasi yang membentuk komunitas ini. Tadi siang dia kagum dengan semangat para blogger yang menyiapkan acara sehingga bisa mendapat dukungan walikota Bekasi. Tengkyu ya mas Budi sudah jauh-jauh datang dari Singapura demi Bekasi.

Orang aneh lainnya Pepih Nugraha, Antyo Rentjoko, Taufik Miharja, Chappy Hakim dan Prayitno Ramelan. Tiga nama pertama adalah blogger yang sibuk di masing-masing aktivitasnya. Sementara dua yang terakhir blogger Kompasiana yang saya sangat tahu kesibukannya. Meski purnawira, keduanya adalah blogger-blogger produktif.

Keanehan ketiga, kawan-kawan komunitas blogger dari daerah yang begitu semangat memberi dukungan. Kedatangan para blogger dari komunitas Wong Kito Palembang, Tugu Pahlawan dot com Surabaya, Bengawan Solo, Blogger Garut, Blogger Ngalam dari Malang setidaknya memberi bukti solidaritas dan perkawanan di dunia blog adalah segalanya. Padahal untuk ke Bekasi, mereka pastinya mengorbankan banyak hal. Terima kasih kawan-kawan atas dukungannya.

Talk Show
Talk Show

Dukungan bukan hanya dari daerah, tapi juga dari komunitas lain di seputaran Jabotabek seperti DeBlog dari Depok, komunitas Bundara Hotel Indonesia atau BHI Jakarta, serta kawan-kawan dari Kompasiana. Buat kalian semua, cukup dua kata LUAR BIASA.

Tapi keanehan keempat yang derajatnya paling tinggi ya Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad. Belum begitu paham mengenai komunitas ini tapi ternyata MM (begitu inisial pak wali) dengan sangat teganya memberi kejutan pada semua blogger yang hadir. MM menyediakan total 45 juta rupiah bagi lomba penulisan Blog dan Photo Blog. Lomba dimulai hari ini hingga sebulan ke depan. Jangan salah paham dengan pemberian ini, karena walikota menjamin uang yang diberikan sebagai hadiah bukan dari APBD, melainkan dari kocek pribadinya.

Lagi-lagi aneh, kok mau-maunya ya pak wali membenamkan uang segitu banyak untuk hadiah lomba blog. Tapi pak wali, tenang saja kita juga cukup aneh kok menyambutnya. Lihat saja banyak wajah sumringah dan tepuk tangan panjang kali lebar disertai jingkrak-jingkrak. Tandanya, kita siap menyambut keanehan hadiah yang disediakan walikota.

So? Yuk, posting! Siapa tahu menang… (Syaifuddin Sayuti)