Entrepreneur atau Wirausaha?

Entrepreneur menurut Oxford dictionary adalah: a person who sets up a business or businesses, taking on financial risks in the hope of profit. Berarti Seseorang yang membangun sebuah bisnis atau beberapa bisnis yang mengharapkan profit. Entrepreneur hubungannya sama Enterprise kali ya… Lah kalo Entrepreneurship itu berarti sifat-sifat yang berhubungan dengan membangun bisnis untuk mendapat profit. maafin kalo salah ya maklum orang betawi pinggiran yang tidak pernah kursus bahasa enggris. he he he..

Kalo Wirausaha itu berarti berasal dari dua suku kata Wira dan Usaha. Kalo Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan. jadi mending pake kata “Wirausaha aja deh di banding “Entrepreneur” atau Kewirausahaan dibanding “Entrepreneurship” kan kita orang Indonesia jadi harus bangga dong pake bahasa sendiri.

Oh ya memang saya pelaku, pengamat, pemerhati kewirausahaan yang di mulai sejak tahun 2000an lalu ketika terlibat untuk program acara TV bertajuk “Solusi Rhenald Kasali” bersama Rhenald Kasali dan Feny Rose. Saya terlibat hampir keseluruhan episode hampir 70 episode dan tayang di Anteve pada waktu itu. nanti sy upload ya episode-episodenya. Kriteria yang kita tampilkan adalah ‘Seorang wirausaha yang membangun bisnis dari nol dan tidak terlibat dengan politik atau bersinggungan dengan kekuasaan pada zaman orde baru”.

Keterlibatan saya di dalam team tersebut dan interaksi saya dengan pak Rhenlad Kasali membuat saya memeutuskan untuk tidak akan bekerja lagi dengan orang lain (jadi karyawan), mulai membangun bisnis sendiri, merajut mimpi, punya pasif income, membantu orang sekitar sampai bermanfaat untuk orang lain. Walaupun itu belum terwujud hingga kinim, malah banyak hutang , malah banyak jenis usaha yang di bangun lewat, malah hampir cerai sama istri karena pinjem duit pake gesek tunai kartu kreditnya untuk modal usaha.

Wah ternyata gak gampang ya jadi wirausaha itu, tapi saya akan terus mencoba, terus bergerak mewujudkan mimpi-mimpi agar jadi seorang wirausaha yang seperti kamus besar bahasa indonesia diatas….semoga menginspirasi tema-teman Bekasi

oh ya kunjungin blog pribadi saya ya…di www.didinrazani.blogspot.com

Apa yang Kamu Lakukan Bila Pensiun Dari Pekerjaanmu Sekarang?

http://radiodfm.com/show-detail/ketika-pensiun-mau-apa

Sumber: http://radiodfm.com/show-detail/ketika-pensiun-mau-apa

Senin, 18 Februari 2013 pukul 14.15 wib saya diminta untuk sharing by phone oleh Mbak Lia dari pengelola radio DFM 103,4 FM. Materinya tentang apa yang akan anda lakukan bila pensiun dari pekerjaan?

Continue reading Apa yang Kamu Lakukan Bila Pensiun Dari Pekerjaanmu Sekarang?

15 alasan terburuk untuk tidak menjadi Pengusaha

Hampir rata-rata orang berpikir bahwa “kita tidak cukup waktu untuk melakukan banyak hal”. Setidaknya berpikir untuk melakukan itu sudah lebih baik dibanding berpikir kesulitan hingga membuat tidak melakukan apapun.

Berikut ini beberapa alasan yang paling sering digunakan oleh orang karena tidak berani mengambil resiko. Bisa jadi ini adalah salah satu alasan Anda :) ;

1. Aku terlalu takut.
Segera bergabunglah dengan sebuah klub atau komunitas. Karena pada dasarnya hampir setiap pengusaha itu takut. Kemudian tetapkan pilihan: Membiarkan ketakutan menjadi penghambat atau merubah ketakutan menjadi bahan bakar untuk melakukan apapun agar bisa berhasil.

Berpuas diri adalah musuh prestasi dan untungnya ketakutan bisa mencegah diri sendiri untuk tidak cepat berpuas diri.

2. Aku tidak memiliki koneksi yang tepat.
Di jaman setua ini, teknologi banyak terlahir dengan berbagai kelebihannya. Dan teknologi diciptakan untuk memudahkan penggunanya. Kita bisa temukan LinkedIn, Facebook, Twitter, dan platform media sosial lainnya platform. Kita bisa berteman dengan siapapun, bisa mencapai siapapun.

Bukan tidak mungkin kita bisa berkenalan dengan musisi favorit, bisa juga berkenalan dengan politisi pujaan atau hal menakjubkan lainnya. Bukan tidak mungkin mereka akan membaca profil kita, website kita, atau produk kita. Yang kita perlukan hanya membuat semuanya benar-benar tampak profesional.

Bila banyak diantaranya tidak merespon, jangan patah arang. Mungkin saja ada yang kurang dari yang kita lakukan. Lakukan lagi lebih halus dan berbaiklah menyapa mereka. Tentu saja, bangunlah kepribadian yang semakin baik dari hari ke hari.

Mulai dari yang kecil. Munculkan diri lebih layak. Bangun sebuah jaringan yang bagus. Sebuah jaringan yang bagus bisa seperti piramida dengan basis yang luas, bukan garis vertikal tipis yang langsung menuju ke atas.

Dan mohon diingat, bahwa orang yang lebih berpengaruh semakin mereka sedang dikepung dengan permintaan. Memiliki alasan yang baik untuk menghubungkan, memberikan sebelum kita mengharapkan untuk menerima, dan kitamungkin akan terkejut dengan apa yang terjadi.

3. Aku terlambat.
Dalam banyak hal, semua inovasi atau mungkin ide itu sendiri, berasal dari memperbaiki ide-ide yang sudah ada sebelumnya. Tidak ada satupun inovasi yang satu dan berdiri sendiri tanpa memperhatikan ide sebelumnya.

Kita boleh menyebut diri “terlambat” apabila kita tidak menyediakan diri untuk terus menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih merangkul dari siapapun yang lainnya.

4. Aku ini siapa?
Dengan argumentasinya, banyak orang yang cenderung menerima keadaan bahwa “aku bukan siapa-siapa”. Ingat satu hal. Orang senang mendengarkan segala sesuatu yang menghibur, menarik, tulus, lucu, mengejutkan, informatif, merangsang, bodoh, satir, kontroversial, sedih, konyol, seksi dan banyak hal lagi..

Dan jika kita tidak bisa membuat orang lain mendengarkan kita, masalah bukan pada mereka. Masalah sebenarnya ada pada diri kita. Cobalah untuk merubah “pesan” atau “gaya” yang ingin disampaikan dengan hal-hal yang lebih relevan, sehingga mereka akan mudah menjangkau kita dan akhirnya mereka akan mendengar.

5. Aku tidak punya uang.
Anda atau mungkin kita, tidak sendirian!. Pengalaman saya sebagai mantan pengamen kereta hingga akhirnya mempunyai sebuah perusahaan Digital Agency (Alurkria) telah memberitahu banyak hal.

Membuat diri menjadi lebih layak bahkan (mungkin) kaya adalah tentang mempelajari seni untuk mencapai lebih baik dengan sedikit demi sedikit. Sedikit uang, sedikit ilmu, sedikit waktu bahkan mungkin sedikit kesempatan.

Hadapi saja: Jika berpikir bahwa karena tidak memiliki “cukup” modal dan kita berhenti, maka kita tidak akan pernah cukup atau bahkan punya modal.

Kita tidak selalu bisa mengendalikan apa yang telah dimiliki, namun selalu ada waktu untuk mengendalikan apa yang kita pilih dengan apa yang kita miliki.

6. Aku tidak punya waktu.
Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah apa yang kita siap kita lakukan dengan waktu.

Apabila kita terjebak jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam, apakah masih ada waktu untuk ber-chatting ria atau “me time”?. Nah, terapkan cara berpikir yang sama agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik sebaik mungkin.

Tidak ada waktu yang tepat selain sekarang juga.

7. Aku tidak memiliki keterampilan.
Ah, ini bukan apa-apa. Pergilah ke toko buku, baca buku yang ingin dipelajari. Pergilah cari teman yang tepat untuk mendapatkan ketrampilan. Mungkin seorang teman yang bisa meminjamkan komputer, atau meminjamkan barang miliknya untuk kita pakai sebagai bahan belajar.

Beri sedikit penghargaan atas hal yang sudah dilakukan teman kita, mungkin dengan mengajaknya jalan atau sedikit becanda dan menemaninya berdiskusi hingga selesai. Tak lupa, cari pengalaman yang bisa membuat pengetahuan semakin bertambah.

Hilangkan perasaan minder, atau kita tidak akan memiliki ketrampilan apapun. Karena ketrampilan tidak datang dengan sendirinya, namun perlu dicari kemudian berlatih.

Menyalahkan keadaan tidak sedikitpun membantu menyelesaikan semuanya.

8. Aku tidak punya ide bagus.
Tidak perlu berpikir repot. Lihat sekeliling, lihat keramaian orang, dengarkan apa yang teman-teman kita diskusikan, dan susun. Sesuatu yang baru akan menyulitkan, cobalah dengan memodifikasi ide yang sudah ada.

Pikirkan tentang solusi akan ide yang sudah berkembang di sekeliling kita namun tidak tersampaikan dengan baik ke diri kita. Kemudian kembangkan solusi itu, karena solusi itu sama dengan IDE.

Banyak perusahaan menjadi besar karena membuat “sesuatu” menjadi lebih baik, bukan dengan membuat yang benar-benar baru.

9. Aku tidak bisa mengambil risiko.
Apapun resiko yang sudah dipilih, yakinkan diri bahwa nantinya kita juga akan pulih dari hal yang sama. Waktu akan mengembalikan apa saja yang sudah terjadi, entah itu kemunduran, kegagalan ataupun hal lainnya. Malah kita akan menjadi semakin kuat ke depannya.

Kemauan untuk mencoba yang akan membuka banyak jalan. Tidak pernah mencoba akan meninggalkan penyesalan. Jangan sampai kita bertanya kepada diri kita dikala sudah menua dan tidak bisa melakukan banyak hal. “Andai saja waktu itu aku…. ”

10. Aku hanya pandai berencana tidak pandai memulai.
Tidak, sama sekali tidak benar. Itu hanya pikiran yang muncul berdasarkan kemalasan, karena (mungkin) tidak mau bekerja kasar, sudah dalam kondisi tenang dan lain sebagainya.
Atau mungkin lebih parahnya kita mengargumenkan dimana setiap pengusaha yang ditemui tidak pernah menyingsingkan lengan bajunya untuk bekerja dan dibantu oleh banyak orang.

Sebuah asumsi yang terlalu jauh. Tidak ada pengusaha sejati yang tiba-tiba berhasil, semua tentu dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Kita hanya perlu untuk terus berdisiplin dalam menjalankan tujuan.

11. Aku harus sempurna.
Sebuah anggapan yang sama sekali tidak benar. Seringkali kita terlalu mengejar kesempurnaan, padahal tidak ada kesempurnaan yang bisa kita kejar, kecuali memenuhi pendekatan kebutuhan usaha atau konsumen .

Mungkin saja ketakutan untuk ditolak atau dikritik itu memang mengganjal pikiran. Namun coba saja dengan menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu. Lakukan saja yang terbaik, kritikan itu tanda bahwa diri kita masih diperhatikan oleh banyak orang.

Satu pendapat yang mungkin sangatlah penting buat kita, yaitu pelanggan.

12. Aku tidak nyaman melakukan itu.
Semenjak kecil, Aku dibesarkan untuk menjadi rendah hati dan tidak menonjolkan diri, jadi aku benci untuk mengatakan aku lebih baik siapa pun atau apa pun.

Sangat benar, namun antara menonjolkan diri (sombong) dengan meningkatkan kepercayaan diri itu sangatlah berbeda. Percaya diri juga bukan untuk kemudian tidak rendah hati. Namun merupakan bentuk mindset yang dibutuhkan untuk membuat diri kita mampu menemukan kesempatan dan menjalankannya dengan baik.

Namun bila kita mengeluarkan banyak alasan yang intinya hanya takut keluar dari zona nyaman, itu hanya bentuk rasionalitas, perlu sedikit merubahnya.

13. Aku tidak melihat orang lain bisa.
Oh, mereka mendapatkannya.

Kita tidak pernah tahu bahwa untuk mendapatkannya itu selalu dalam perjuangan yang tiada henti. Hingga muncul semua dalam kondisi hebat. Ide yang hebat dan produk yang hebat.

Ketika kita berharap tidak ada yang bisa mendapatkannya selain kita, justru saat itulah hanya kita yang sedang tidak mendapatkan apapun. Karena kita terlalu sibuk memperhatikan orang lain dan lupa dengan apa yang seharusnya kita kerjakan.

14. Ini terlalu keras.
Perjalanan yang sungguh sulit.

Betul. Bila kita selesai duduk dan langsung berlari jauh tanpa berhenti. Cobalah untuk membuat langkah menjadi lebih kecil. Jalankan satu per satu dengan baik, selangkah demi selangkah dan terus disiplin menjalankannya.

Maka kita tidak akan pernah menyangka bila ternyata kita sudah sangatlah jauh.

15. Aku malu jika gagal.
Secara umum, kegagalan orang lain atau kemalangan orang lain itu adalah hal yang menyenangkan untuk dibicarakan. Dengan berbagai ekspresinya, ada yang pura-pura peduli namun sebenarnya mensyukuri, ada yang terang-terangan membicarakan dengan banyak orang.

Orang yang membicarakan kita, pada dasarnya karena mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan. Kesukaan orang membicarakan orang lain itu tidak dalam konteks peduli, karena bila peduli tentunya mereka tidak akan membicarakannya, namun langsung membantunya menemukan solusi atas kesulitan kita.

Oleh karenanya, tidak perlu untuk malu dalam melakukan usaha. Kehidupan kita ada ditangan kita masing-masing bukan ditangan orang lain.

Salam Air.

 Tulisan ini juga di posting di www.kikasyafii.com

Berpikir Desain

Thomas Alfa Edison, di jaman dahulu berhasil menciptakan bola lampu listrik dan kemudian tercipta pula lingkaran industry untuk mendukung bola lampu tersebut. Penemuan bola lampu ini disebut sebagai penemuan terbesar.  Namun Thomas sangat menyadari bahwa penemuan itu tidak lebih dari sekedar sebuah tipuan mata apabila tidak didukung oleh system pembangkit listrik yang bisa membuat bola lampu tersebut menyala dan menjadi benar-benar berguna. Dan dia pun menciptakannya. Continue reading Berpikir Desain

Buruh Batal Demo Dan APINDO Cabut Gugatan UMK

PERNYATAAN DAN RELEASE
ASOSIASI FORUM INVESTOR BEKASI
TERKAIT KESEPAKATAN DAN KOMITMEN BERSAMA PENGUSAHA-PEKERJA DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENGUPAHAN/UMK 2012
DI KAWASAN INDUSTRI BEKASI JAWA BARAT

1.Asosiasi Forum Investor Bekasi menghaturkan  terima kasih dan penghargaan yang tulus atas berlangsungnya kesepakatan bersama pada Minggu, 15 Januari 2012 yang ditandatangani oleh Pengurus APINDO Bekasi dengan seluruh Serikat  Pekerja yang terdiri dari KSPSI, FSPMI, SPN, GSPMII  sehingga Serikat pekerja membatalkan rencana AKSI/DEMO yang tergabung dalam gerakan BBB (Buruh Bekasi Bergerak) pada 16-19 Janurai 2012 di kawasan Industri Bekasi menyusul rencana pencabutan gugatan APINDO ke PTUN tentang kenaikan UMK  Bekasi.
2.Sejak awal Forum Investor Bekasi, sebagai asosiasi para pendiri dan pimpinan perusahaan, berkomitmen akan pentingnya dan keberpihakan kuat kami pada tujuan kemakmuran dan kesejahteraan pekerja maupun pengelola dunia usaha secara seimbang dan berkeadilan. Karenanya, UMK amat vital dan azasi bagi peningkatan kesejahteraan pekerja yang kebijakannya harus secara bersama dan dalam kebersamaan agar terwujud hubungan yang saling bermanfaat dan saling menguntungkan bagi iklim kondusif   dan kesinambungan dunia usaha untuk kemajuan bersama.
3.Terwujudnya kesepakatan bersama antara APINDO dan Serikat Pekerja merupakan i’itikad baik bersama setelah dilakukan berbagai silaturahim, dialog dan negosiasi untuk menjaga kelangsungan dan kemajuan industri dan dunia usaha di Bekasi, selain dalam usaha terus membangun komitmen dan kerjasama untuk meningkatkan produktifitas dan  daya saing bagi kebaikan dan manfaat bersama.
4.Asosiasi Forum Investor Bekasi (FIB) bersama para pendiri, pimpinan dan direksi perusahaan di Bekasi yang sejak awal terus membangun komunikasi untuk terjalinnya titik temu dan win-win solution, kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peranserta semua pihak dari kalangan APINDO, Serikat Pekerja, Muspida Bekasi dan berbagai pihak yang terkait, sehingga suasana dan hubungan yang semula penuh dengan dinamika dan pro-kontra di kalangan dunia usaha dan serikat pekerja, dapat  mencapai harapan dan aspirasi bersama dengan dialogis, damai dan harmonis.
5.Selanjutnya, kami terus mengajak kalangan internal dan antar dunia usaha untuk terus menjaga komunikasi dan kerjasama serta saling bersinergi bersama para stakeholders (pemangku kepentingan) di dalamnya  bersama para serikat pekerja, pemerintah daerah, parlemen maupun komunitas masyarakat dan bahkan media massa, untuk menjaga momentum terbaik di awal tahun 2012 ini guna lebih menjalin kerjasama DALAM meningkatkan kemajuan, keunggulan dan daya saing untuk rangka meraih kemajuan dan kemakmuran bersama.

 

Bekasi, 15 Januari 2012

Direktur Eksekutif

Forum Investor Bekasi

 

Ttd.

Munawar Fuad Noeh

CP. : 0811 139 379

 

Sekretariat Forum Investor Bekasi (FIB):

Jl Jababeka Raya Ruko Blok A No.11  Kawasan Industri Jababeka 1  Cikarang – Bekasi 17550    Phone/Fax: 021-89834146  www.foruminvestorbekasi.org.   Email: investorbekasi@gmail.com

Bermimpi menjadi seperti Dahlan Iskan

Tulisan Dahlan Iskan (DI) yang berserakan di internet sering membuat saya lupa waktu untuk membacanya sekaligus belajar banyak hal dari tulisan beliau

Tulisan ringan apa adanya khas Jawa Pos jadi mempermudah saya memahami segala persoalan di PLN dan BUMN yang sekarang beliau pimpin

Cerita soal PLN, saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu sewaktu saya ikut tender di PLN, perubahan harga (mark up) untuk mengakomodir semua pihak akhirnya berujung menjadi harga sangat tinggi sekali. Harga printer yang puluhan juta per unitnya bisa menjadi ratusan juta per unit bahkan seringkali spesifikasi di rubah menjadi barang second yang berimbas kepada margin yang berlipat ganda

Dan alhamdulillah di proyek PLN itu saya selalu kalah harga melawan principal dan juga kalah melawan per-koncoan yang kuat sekali didalamnya

Saat ini saya melihat kultur PLN sudah sangat berubah, dari yang dulunya sangat bobrok penuh “tikus” sekarang berubah menjadi perusahaan profesional dengan motto Bekerja Bekerja Bekerja…..

Cara-cara DI turun langsung ke lapangan hanya untuk mendapatkan “ruh” dari akar permasalahan ternyata menjadi sebuah cara ampuh untuk menghilangkan simpul benang ruwet di PLN dan di BUMN yang saat ini beliau pimpin

Fokus kepada hasil dan mencintai pekerjaan tanpa “perduli” intervensi orang lain adalah salah satu ciri khas dari DI

Melihat cara kerja DI yang fokus penuh totalitas membuat saya heran dengan cara kerja kawan saya yang bermimpi ingin memperbesar bisnisnya dengan melakukan banyak perencanaan tetapi dianya sendiri masih fokus kepada pekerjannya sebagai karyawan di perusahaan orang dan “bisnis”-nya dikerjakan sepulang kerja atau hari sabtu-minggu dengan catatan masih tersisa sedikit “nafas” untuk menjalankannya

Semangatnya boleh sama tetapi cara yang ditempuh sangat jauh berbeda

Mencontek jejak-jejak orang sukses sangat diperlukan tetapi hasilnya tidak akan bisa maksimal jika dari cara pelaksanaannya saja sudah berbeda

Salam sukses dunia akherat,

Sedekah, takwa dan disiplin jadi kunci sukses

Ada seorang teman yang rajin memberikan semua profit penjualannya setiap hari Jumat sebagai sedekah dan dia juga sangat cermat dalam mengelola cashflow usahanya

Saya mengikuti perjalanan bisnisnya sejak mulai dari kecil lalu tertipu dan sekarang sudah mulai membesar

Dia cerita bahwa semenjak dia sering ber-sedekah 100% semua profitnya setiap hari jumat maka dia mengalami perubahan bisnis yang sangat signifikan

Dulu dia sering pusing dengan hutang supplier yang sudah jatuh tempo tetapi sekarang dia cerita bahwa beberapa hutangnya sudah mulai bisa terbayar dan hutang yang lainnya juga sudah bisa terbayang darimana asal uangnya

Supplier yang sering “galak” kalau sudah jatuh tempo ternyata bisa jadi “lembut” biarpun sudah tanggalnya jatuh tempo

Pembayaran dari customer yang biasanya ada jangka waktu 1-2 minggu ternyata ada juga yang bisa bayar di depan walaupun mereka itu sebuah corporate besar

Ternyata menurut dia semua itu adalah buah dari hasil dia sedekah rutin setiap hari jumat dan ditambah beberapa amalan seperti sholat dhuha, baca Al-quran, sholat tepat waktu, dll yang sesuai dengan perintah agamanya

Tetapi menurut saya bukan semata-mata dari hasil menjalankan perintah agama yang membuat bisnisnya melejit tetapi karena si kawan ini juga cermat, teliti dan disiplin menjaga cashflow sambil seminimal mungkin mengurangi hutang uang dari pihak ketiga kecuali hutang barang ke supplier

Kawan saya tersebut juga meyakini pernyataan saya bahwa perpaduan sedekah + takwa + disiplin ternyata bisa membuat bisnis jadi lancar, merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin

So…., kalau sudah ada contoh hidup yang nyata, masihkah kita tidak mau menjalankannya…??

Salam sukses dunia akherat,

 

Mengurangi hutang dan membuat simpel bisnis

US dollar

Salah satu cara agar cashflow lancar adalah memperkecil hutang dari pihak ketiga

Hutang yang saya maksud disini adalah hutang yang tidak bisa kita bayar dan juga hutang yang tidak produktif

Bekerjasama dengan investor yang benar bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif asalkan bisa memahami bahwa investor juga harus menanggung kerugian jika bisnis salah hitung.

Investor bukan menjadi debt collector yang menagih tanpa perlu tahu kondisi usaha

Mendapatkan pinjaman untuk bisnis yang terbaik salah satunya adalah meminjam kepada diri sendiri sebagai sang pemilik usaha atau owner

Cara diatas bisa dilakukan dengan catatan pencatatannya harus bagus dan rapi karena setiap pengeluaran dan pemasukan harus benar-benar terlihat biar tidak ada tumpang tindih di laporan keuangan

Selain itu, cara pembayaran dan besarnya uang juga bisa diatur fleksibel tergantung dari misi-nya si owner untuk memperbesar bisnisnya

Membuang hutang yang tidak perlu dan membuat simple sistim bisnis adalah salah satu cara agar cashflow bisa lancar

Salam sukses dunia akherat,
http://prakom.com
http://twitter.com/rawiPrakom
http://facebook.com/rawi.wahyudiono

Bisnis itu cash atau profit oriented..??

Uang yang bebas inflasi

Istilah Profit is the king sungguh berbahaya jika kita “menelannya mentah-mentah” karena profit itu hanya mencerminkan kondisi penjualan kita di laporan keuangan

Ada yang lebih penting lagi dari profit yaitu CASH, uang cash di “tangan”

Bisnis tidak akan bisa jalan tanpa uang cash, gaji karyawan dibayar dengan uang cash bukan dengan profit, keluarga di rumah tidak butuh profit tetapi butuh duit cash, supplier kita butuh dibayar cash bukan dengan profit

Profit hanya muncul di neraca, hanya di hitung-hitungan akuntansi sedangkan uang cash adalah uang riil yang bisa kita “mainkan”

Salah satu hal yang mempengaruhi besar kecilnya profit adalah besarnya tagihan/piutang kita ke customer. Semakin besar piutang maka otomatis profit akan bergerak naik tetapi piutang bisa menjadi masalah besar bila kita tidak bisa menagih

Didalam berdagang, menjual yang bener itu sulit tetapi menagih itu lebih sulit lagi…….

Kesalahan fatal yang sering dilakukan para pengusaha dalam pengaturan sistim akuntansi adalah tidak di catatnya semua transaksi atau masih bercampurnya antara keuangan pribadi dengan keuangan kantor

Tidak seharusnya kita bangga dengan omzet atau profit besar karena semua itu hanyalah catatan diatas kertas saja

Segera rubah mindset profit adalah segala-galanya, menjual dengan berusaha mendapatkan uang cash sebanyak-banyaknya adalah sebuah cara cerdas mengelola bisnis

Penjualan+profit+cash adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

*terinspirasi dari workshop Financial Literacy dan pengalaman pribadi*

Salam sukses dunia akherat,

http://prakom.com

http://twitter.com/rawiPrakom

http://facebook.com/rawi.wahyudiono

Kena siklus 3 tahunan

stress

Beberapa hari yang lalu ada kawan curhat soal usahanya yang dulu sempat merajai di skala nasional tetapi sekarang berbalik 180 derajat, usahanya sekarang sudah kembang kempis malah cenderung bangkrut

Semua aset harus dijual demi membayar kewajiban kepada supplier, PHK sebagian besar karyawan dilakukan, pemotongan gaji untuk level manager keatas dan sebagainya demi untuk memperpanjang nafas sementara

Dari panjang lebar ceritanya, akhirnya terjawab sudah permasalahan utamanya yaitu kurangnya kontrol terhadap sistim akuntansi/keuangan

Mereka menganggap bahwa dengan sudah menggunakan program akuntansi dan sudah menggaji orang untuk mengurusi maka berarti mereka sudah rapi keuangannya

Mereka lupa bahwa antara laporan keuangan di kertas dan cash flow itu sangatlah berbeda tetapi dua-duanya sama-sama penting dan sama-sama harus dikuasai ilmunya

Membaca laporan keuangan cukup dibagian bawahnya saja, dijaga di bagian total paling bawah jangan sampai warna merah atau dalam kurung atau minus. Jika tanda atau warna tersebut muncul maka harus segera dilakukan langkah perbaikan usaha

Sedangkan cashflow adalah uang riil yang ada di tangan atau tabungan dan buat mereka itu cashflow haruslah benar-benar uang yang ada di tangan bukannya dalam bentuk giro, cek atau piutang yang membutuhkan waktu untuk pengambilannya

Selain itu, konflik kepentingan antara partner lebih besar nuansanya daripada mencari keutuhan dan kelanggengan usaha

Setelah lama bercerita akhirnya diambillah kesimpulan bahwa usaha ini harus segera di tutup untuk menghindari kerugian yang semakin besar

Kalau pakai hitungan akal maka akan sayang menutup usaha ini karena prospek masih ada dan order juga masih berjalan, hanya butuh sedikit keseriusan dari masing-masing founder

Tetapi jika diteruskan maka suasana tidak nyaman akan semakin terasa dan akibatnya bisa berujung kepada kejatuhan usaha karena langkah ini hanyalah sekedar memperpanjang waktu dan memboroskan duit

Dibalik itu semua ternyata ada yang lebih menarik lagi yaitu usaha kawan saya ini kena siklus 3 tahunan usaha

Biasanya kalau perusahaan itu bisa melewati 3 tahun maka perusahaan itu akan aman sampai goncangan lagi pada tahun ke-5 yang dilanjut lagi pada tahun ke-10

Saya dan kawan-kawan pernah mengalami siklus seperti itu, entah benar atau tidak tetapi yang pasti saya pernah melewatinya

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa, amin

Salam sukses dunia akherat
Rawi wahyudiono

http://www.prakom.com
http://rawiwahyudiono.com
http://www.facebook.com/rawi.wahyudiono
http://www.twitter.com/rawiPrakom

Power by PRAKOM.COM