<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Blogger Bekasi &#187; komar</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/author/komar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 07:26:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Story Telling (4): Ragam Metoda</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/06/story-telling-4-ragam-metoda.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/06/story-telling-4-ragam-metoda.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 04:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26325</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Business Model, banyak cara untuk story telling. Beragam. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Baiknya dikombinasikan satu sama lain. Atau, dipilih yang paling lihai melakukannya. Atau, dipilih saja sesuai situasi. Tembak satu cara. Syaratnya, after you understand who your audience will be and the context in which you will present. Setelah anda tahu siapa audiens [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Business Model, banyak cara untuk story telling. Beragam. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Baiknya dikombinasikan satu sama lain. Atau, dipilih yang paling lihai  melakukannya.  Atau, dipilih saja sesuai situasi.<br />
Tembak satu cara. Syaratnya, after you understand who your audience will be and the context in which you will present. Setelah anda tahu siapa audiens dan dalam konteks apa anda bicara hal itu.<br />
1.	Talk and Image<br />
Bicara dan gambar. Melakukan story telling menggunakan cara  bicara dan gambar. Teknik ini cocok untuk sebuah kelompok atau presentasi . Teknik ini membutuhkan dana lebih sedikit.</p>
<p>2.	Video Clip<br />
Ceritakan kisah kita dengan cara merekam  lewat video untuk mengeratkan jarak antara fiksi dan kenyataan.  Teknik ini cocok dilakukan untuk broadcasting kepada audience yang besar. Dananya agak sedikit mahal.<br />
http://www.komuniaksi.com/  stel deh. Ini cara yang sederhana. Tapi keren banget…punya mas Wisnu Dewobrota, boss sami kuring.</p>
<p>3.	Role Play [bermain peran)<br />
Buat simulasi dari cerita tentang bisnis kita. Lalu peragakan.  Buatlah scenario yang konkrit, real dan nyata. </p>
<p>4.	Teks dan Image<br />
Tell story by written, tertulis plus gambar-gambar. Gunakan kata-kata dan gambar.  Menirimkan pesan untuk banyak audisen.</p>
<p>5.	Komik Strip<br />
Gunakan saja model kartun untuk menjelaskan bisnis kita. Atau paling gak gambar-gambar yang mudah saja. Komik strip mampu melahirkan gambaran yang menjangkau banyak orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/06/story-telling-4-ragam-metoda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Story Telling (3) : Memperkuat Internal</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/story-telling-3-memperkuat-internal.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/story-telling-3-memperkuat-internal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 15:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26312</guid>
		<description><![CDATA[Ini salah satu fungsi dari story telling. Sebagai tools dalam bisnis model yakni mengomunikasikan visi, misi dan mekanisme prosedur perusahaan. Menjelaskan tentang model bisnis dari perusahaan. Sekaligus bereksperiman employee menjadi customer (pelanggan). Menguji segala hal mulai dari proses hingga produk sebagai out put dari perusahaan kita. Bisa saja kemudian customer problem sedini mungkin diidentifikasi. Karyawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini  salah satu fungsi dari story telling. Sebagai tools dalam bisnis model yakni mengomunikasikan visi, misi dan mekanisme prosedur perusahaan. Menjelaskan tentang model bisnis dari perusahaan. Sekaligus bereksperiman employee menjadi customer (pelanggan).  Menguji segala hal mulai dari proses hingga produk sebagai out put dari perusahaan kita.  </p>
<p>Bisa saja kemudian customer problem sedini mungkin diidentifikasi. Karyawan kita akan menjadi telinga, perasaan dan penglihatan dari pelanggan. Customer perspective.<br />
Dalam konteks ini, pengusaha perlu merancang ideology perusahaan. Sekecil apa pun skala dari usaha kita. PT Mentari Peradaban Mulia, misalnya. Hampir setiap pertemuan (meeting) saya mengangkat persoalan serbuan kimia ke lahan-lahan milik petani. </p>
<p>Bahwa pertanian organic adalah ideology kami. Mengembalikan lahan kepada pengelolaan alamiah. Alam yang mengolah alam. Seperti hutan yang perawan. Tanpa urea, puradan dan lainnya, hutan bisa tumbuh subur.  Lebat. Tanpa kimia!</p>
<p>Tanpa kima. Rantai-rantai makanan berfungsi secara sinergis. Saling memakan. Menyeimbangkan ekologi.  Tidak seperti sekarang. Urea-puradan-pestisida atau racun ditebar.  Ular pun minggat. Membuat tikus merajalela.  Akhirnya padi petanilah yang disikat. </p>
<p>Ternyata, hama yang disemprot. Ada yang mati. Tapi, ada juga yang tidak. Nah, yang tidak membangun daya tahan tubuhnya lebih dari sebelumnya. Yang  hidup dengan kekebalan baru berkembang biak. Beranak pianak. Ketika diberikan pestisida lagi. Mereka kuat. Tak mempen racun pertama. Harus dengan dosis yang lebih besar lagi. Begitu seterusnya….</p>
<p>Biarkan alam mengelola dirinya. Ini ideology PT MPM.</p>
<p>Maka, kami pun bekerja sepenuh jiwa raga.  Salah seorang team kami, Marsup namanya. Menangani hama belalang di kampungnya dengan ramuan daun jeruk, gula merah, daun salam dan daun-daun lainnya. Ternyata mujarab! Belalangnya tidak mati. Cumin, ogah makan padinya Marsup. </p>
<p>Pak Kribo Hendra di Tasikmalaya. Menyelesaikan hama tikus dengan ramuan jengkol. Dengan proses tersendiri. Disiramkan ke pinggir galengan. Dan, tikus pun ogah masuk ke lahan pak Kribo. Bau jengkolll!!</p>
<p>Begitulah….alam punya mekanisme sendiri dalam mengatur dirinya. Seperti buah mangrove yang ketka jatuh ke tanah. Tertantcap dan jadi bibit sendiri.</p>
<p>Kembali ke story telling. Dalam skala kecil, kita bisa lakukan dengan bercerita saja. Tapi, dalam skala besar tentu dituntut media yang ditulis dan dicetak. Digandakan secara massif. Makanya, kemudian ada in house magazine. Bulletin internal. Atau, website perusahaan.</p>
<p>Nah, kalau ‘ideologi’ perusahaan sudah tertancap maka akan muncul loyalitas dan kultur. Menyembulah sense of belonging. Rasa memiliki. Persatuan dan kesatuan. Otomatis, ini akan berimbas kepada produktivitas.</p>
<p>Story telling dalam internal peusahaan bermakna pula meng-orangkan karyawan sendiri. Bisa saja kemudian, muncul ide-ide baru untuk key parnert  (mitra utama).  Resources yang berasal dari internal.  Activitas kunci yang bisa diusulkan karyawan dalam perspektif  memb angun masa depan perusahaan.  Bahkan, cost yang bisa dihemat. </p>
<p>Jadi, story telling dalam ruang internal penting bangeettt! (kim)</p>
<p>Penjelasan definisi:<br />
Key parnertship: secara bahasa kira-kira artinya mitra utama. Yakni sejumlah pihak (luar struktur) yang kita jadikan mitra.  Mereka berfungsi penting dalam membantu perusahaan dalam mencukupi sejumlah hal  (resources) yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk.</p>
<p>Key resources  : sejumlah asset yang dibutuhkan untuk berproduksi baik barang dan jasa.<br />
Cost structure : struktur biaya.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/story-telling-3-memperkuat-internal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Story telling (2): Why We Need?</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/story-telling-2-why-we-need.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/story-telling-2-why-we-need.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 04:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26264</guid>
		<description><![CDATA[Pernah ngalami gak ketika Anda bercerita di depan teman? Terus, dia melihat dengan penuh ketakjuban. Mukanya tampang bego melihat kita dengan keingintahuan yang besar. Apa pun ceritanya. Mau gossip atau fakta. Satu hal pasti anda sudah dapat menyihir satu orang. Walau pun Cuma satu menit ya…. Atau, kalau malam anaknya mau bobo. Kita mendongengkan cerita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah ngalami gak ketika Anda bercerita di depan teman? Terus, dia melihat dengan penuh ketakjuban. Mukanya tampang bego melihat kita dengan keingintahuan yang besar.  Apa pun ceritanya. Mau gossip atau fakta. Satu hal pasti anda sudah dapat menyihir satu orang. Walau pun Cuma satu menit ya….</p>
<p>Atau, kalau malam anaknya mau bobo. Kita mendongengkan cerita apa saja kepada si Abang atau Adek, anak kita. Entah berkualitas atau tidak cerita itu, yang jelas si abang dan ade terpesona dan buktinya tidur. Entah tidur saking bagus atau sebaliknya…..</p>
<p>Hal ini dicatat Alexander Ostelwarder dan Yves Pigneur dalam buku yang berjudul  Business Model  Generation. Untuk mendekin, saya menyebutnya BMG. Dalam buku  yang digagasnya bersama sejumlah praktisi berpengalaman dan profesor, ia menyatakan bahwa sayang sekali Story Tellng tidak digunakan dalam bisnis. Katanya begini,  “Story telling Is undervalued and underused art in the world of business.”<br />
Story telling will help you effectively communicate what it is all about. Story telling akan membantu kita dalam mengomunikasikan segala hal.  Story telling adalah perangkat ideal (ideal tools) untuk mempersiapkan diskusi mendalam secara internal dan mengomunikasikan kepada eksternal tentang bisnis kita. Ibarat tentara, Story telling adalah peluru untuk mendidik konsumen kita lebih aware kepada brand kita.<br />
Manfaat Story Telling:<br />
1)	Introducing the new (memperkenalkan yang baru)<br />
Teknik bercerita kepada customer atau calon customer  sebagai model awalan utnuk memperkenalkan bisnis kita. Melakukan komunikasi tanpa story telling ibarat melukis di canvas tanpa warna. Dengan story telling kita memberikan warna atas apa yang kita lukis.  Story telling akan menjadikan sesuatu menjadi nyata.</p>
<p>2). Pitching the investor (Menarik investor)<br />
 Story Telling dapat digunakan untuk meyakinkan investor atau siapa pun stake holder untuk menanamkan uangnya di kita,  apa yang perlu diketahui para investor dan stakeholder adalah bagaimana kita menjalankan bisnis dan menciptakan value untuk bisnis kita. Bagaimana kita mencetak uang dari prose situ.  Story telling digunakan bersamaan dengan visual thingking serta bisnis plannya.</p>
<p>2)	Engaging employee (melibatkan karyawan)<br />
Story Telling  juga digunakan dalam skup dan lingkar ke dalam. Artinya ke SDM milik kita.  Menguatkan pekerja dan team. Maka managemen SDM akan semakin powerful dengan tools Story telling. Dengan diskusi mendalam dan presentasi  dari pihak manajamen akan memunculkan sense of belonging dan pada saatnya akna  menimbulkan loyalitas.<br />
Gitu dulu ah…ntar sambung lagi ngantuki nih!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/story-telling-2-why-we-need.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantes Saja, Anak Muda Tak Suka Jadi Petani</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/pantes-saja-anak-muda-tak-suka-jadi-petani.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/pantes-saja-anak-muda-tak-suka-jadi-petani.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 17:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26254</guid>
		<description><![CDATA[Sore tadi, teman-teman dari PT MPM melakukan aksi dengan membuka lahan untuk pertanian. Kita pun turun ke sawah. Sepacul dua pacul. bersihin plastik dan barang-barang an organik lainnya. Kaki blepotan lumpur. Kotoran muncrat langsung nenmpel di kaki dan tangan. Pantas saja tidak ad ayang berminat atau bercita-cita jad petani. Mereka lebih suka menjadi olga Saputra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore tadi, teman-teman dari PT MPM melakukan aksi dengan membuka lahan untuk pertanian. Kita pun turun ke sawah.</p>
<p>Sepacul dua pacul. bersihin plastik dan barang-barang an organik lainnya.<br />
Kaki blepotan lumpur.<br />
Kotoran muncrat langsung nenmpel di kaki dan tangan.<br />
Pantas saja  tidak ad ayang berminat atau bercita-cita jad petani.</p>
<p>Mereka lebih suka menjadi olga Saputra yang melambai&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/04/pantes-saja-anak-muda-tak-suka-jadi-petani.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istriku, Tersenyumlah Maka Dunia Akan Tersenyum</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/03/istriku-tersenyumlah-maka-dunia-akan-tersenyum.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/03/istriku-tersenyumlah-maka-dunia-akan-tersenyum.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 15:09:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26222</guid>
		<description><![CDATA[Dengan senyum, ke manapun kita pergi, bersinarlah di sana cahaya kegembiraan. Tiada urusan yang berat dalam dunia ini. Semuanya dapat diatasi. dan, itu janji Allah&#8230; Sayang, Kamu cerita tentang seorang kolegamu yang tak ramah bersikap. Ketika kau datang, ia tak tersenyum. Ketika kau bertanya, ia menjawab dengan kalimat sinis. Ketika yang lain bercanda kepadamu, ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan senyum, ke manapun kita pergi, bersinarlah di sana cahaya kegembiraan. Tiada urusan yang berat dalam dunia ini. Semuanya dapat diatasi. dan, itu janji Allah&#8230;</p>
<p>Sayang,<br />
Kamu cerita tentang seorang kolegamu yang tak ramah bersikap. Ketika kau datang, ia tak tersenyum. Ketika kau bertanya, ia menjawab dengan kalimat sinis. Ketika yang lain bercanda kepadamu, ia hanya diam menekuri sesuatu yang tak jelas.</p>
<p>Tenanglah istriku, pengalamanku sama dengan yang kau alami. Seorang kolega yang sama sekali tak menarik. Rekor berkelahinya melampaui siapapun di kantor. Seperti jawara kampung yang selalu menyatroni siapa saja yang dianggap salah olehnya. Seakan-akan kebenaran itu ada di kantongnya saja. Sekan-akan nilai-nilai idealis hanya bersemayam di otaknya. Sampai-sampai, beberapa teman menjulukinya dengan sebutan ”nenek sihir”. Atau, ada juga yang melabelkan kata sakit untuknya. ”Ia sakit jiwa”. Ia tak mampu menemukan kebaikan orang lain.</p>
<p>Dan, mungkin manusia-manusia dengan tipologi seperti itu akan selalu ada di mana-mana.<br />
Aku teringat dengan cerita seekor kucing dan sebuah rumah kayu yang berdinding cermin semuanya.</p>
<p>Konon kabarnya, di sebuah perkampungan, hiduplah seekor kucing dengan dua anaknya. Walau berasal dari rahim yang sama, keduanya memiliki tabiat yang berbeda. Yang sulung selalu tersenyum dan selalu ramah dengan siapapun. Sementara, adiknya mempunyai perilaku yang berbeda sama sekali. Ia selalu marah-marah. Usut punya usut, ternyata semuanya berawal ketika keduanya bermain ke dalam sebuah hutan yang masih perawan. </p>
<p>Di sana ada sebuah rumah kayu dengan dinding cermin. Terkenal dengan sebutan ”Rumah Dinding Cermin”. </p>
<p>Ketika yang sulung masuk, ia tersenyum hangat. Ternyata semua kucing yang ada di dalam tersenyum, lebih hangat. Ia pun melompat-lompat dengan ceria. Kucing yang lain pun melompat. Ia mengangkat tangan menyapa. Ternyata, yang lain pun menyapa. Ia pun keluar dengan lambaian tangan mesra yang dibalas dengan mesra pula.</p>
<p>Berbeda dengan yang kedua. Ia masuk dengan kening mengernyit. Ternyata, semua kucing di dalam berperilaku sama. Ia mulai bingung dan kesal. Ia pun melotot. Kucing yang lain pun melotot. Ketia ia menggeram, yang lain pun menggeram. Ia pun pasang kuda-kuda untuk menangkis setiap serangan dan menyerang. Yang lain pun sama. Akhirnya, ia berlari keluar untuk menghindari terkaman kucing-kucing yang ada di dalam rumah kayu itu.</p>
<p>Itulah pengandaiannya.</p>
<p>Istriku,<br />
Apa yang diberikan orang lain kepada kita adalah cermin dari apa yang kita berikan kepadanya. Bagai anak kucing yang melihat bayangannya sendiri. Wajah orang lain adalah cermin wajah kita.</p>
<p>Pesanku, tersenyumlah maka seisi dunia ini akan tersenyum. Tersenyumlah di kantor, maka seisi kantor akan tersenyum. Ucapkan salam maka seisi kantor akan mendoakanmu. Bila kamu masuk kantor dengan keramahan dan keceriaan maka yang muncul dari penghuni kantor di dalam ada keramahan dan keceriaan pula.</p>
<p>Begitu sebaliknya. Bila kamu melangkahkan kaki dengan wajah cemberut, marah-marah, bahkan mengamuk-ngamuk maka yang keluar adalah cemberut dan kemarahan dari mereka. Mereka akan membela diri. Untuk itu, mereka pun akan membongkar semua aib dan luka kita.</p>
<p>Kamu pasti ingat kata-kataku bahwa perasaan itu tidak dapat dipaksakan. Kamu tak akan pernah dicintai bila kamu tak mencintai. Kamu tak akan pernah mendapatkan kasih sayang bila kau membenci. Yang kamu rasakan, itulah yang kamu dapatkan. Aku ingat pernyataan Andrew T Somers. Dia bilang begini, ”Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Anda. Ingatlah bahwa Anda menunnjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena diri Anda sendiri”.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/03/istriku-tersenyumlah-maka-dunia-akan-tersenyum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telling Story (1) : Menulis Sederhana dengan Emosi</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/03/telling-story-1-menulis-sederhana-dengan-emosi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/03/telling-story-1-menulis-sederhana-dengan-emosi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 03:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26191</guid>
		<description><![CDATA[Story Telling Session (1): Teknik Menulis Sederhana Dengan Emosi Menulis menjadi bagian penting dalam roda kehidupan. Sebagai apa pun kita. Ya, apa pun. Baik pribadi maupun kita sebagai perwakilan dari profesi. Apalagi sebagai pengusaha, wah..ketrampilan story telling menjadi senjata penting dalam menawarkan produk atau jasa yang kita punya. Nah, berikut tips yang mungkin bisa digunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Story Telling Session (1): Teknik  Menulis Sederhana Dengan Emosi</p>
<p>Menulis menjadi bagian penting dalam roda kehidupan. Sebagai apa pun kita. Ya, apa pun. Baik pribadi maupun kita sebagai perwakilan dari profesi. Apalagi sebagai pengusaha, wah..ketrampilan story telling menjadi senjata penting dalam menawarkan produk atau jasa yang kita punya. Nah, berikut tips yang mungkin bisa digunakan dalam merangkai story telling.</p>
<p>Menulislah secara sederhana dengan emosi. Tak perlu harus mirip dengan skripsi. Santai saja. Merem sebentar dan bayangkan kondisi yang anda rasakan untuk sesuatu yang ingin anda ceritakan. Misalnya begini Bu Afia Lindra hendak menceritakan betapa manisnya coklat bikinannya. Bayangkan seseorang mengunyah coklat dan TUNJUKAN saja raut muka, gerak gerik mimic bibirnya. Tak perlu katakana ENAK. Biarkan pembaca yang menyimpulkan bahwa enak tenan makan coklat…istilahnya SHOW NOT TELL (tunjukin aja gak usah dikasih tahu)</p>
<p>“Ia memegang batang coklat bergambar beruang the pooh dengan agak gemetar. Tak lebih dari dua detik saat melepas bungkusnya. Coklat itu langsung meluncur ke mulutnya. Matanya terlihat agak tertutup sedikit. Tertuju pada coklat di tangan.  Bibirnya bergerak tak beraturan seiring dengan butiran coklat yang tersisa di atas bibirnya. Blepotan deh…” </p>
<p>Contoh 2:<br />
…bayangkan seorang laki-laki tua berkumis. Mendengar anak kecil semata wayangnya tertabrak kereta<br />
“Di bangku kerja yang memadat dan rutin setiap hari, ia Nampak seperti patung. Nafasnya seakan berhenti. Matanya mengeras. Bulat dengan alisnya melurus. Kornea matanya seakan mau lumpat. Di tangan kanannya, blackberry hitam masih menempel dengan bingung.  Hingga, benda hitam itu jatuh sendiri bersama pemegangnya…”gubrakkkk!!!”</p>
<p>Contoh 3:<br />
Tema : Ubay kalah saing sama Deny. Dalam berebut Ana</p>
<p>“Bay, si ana ama Denny ke Enables,” kata Fero, bos Enable di seluler.<br />
“Biarin aajjjja, emang apa urusan gue…gak masalah” suaranya melengking seperti rockstar. Ia mengatakan tak masalah. Tapi, keringat dinginnya menyembul.  Tangan kiri yang sedang megang kertaspun terkepal.  Urat lehernya seakan tertarik menegang. Serasa seribu naga mengubek-ubek dada Ubay sembari berbisik pelan…ntar lo gue up load foto gue ama Santi  </p>
<p>Jadi ya tulis saja dengan sederhana. Apa yang terjadi. Apa yang kita rasakan. Tak perlu disebutkan ia sedang senang. Sedang keenakan. Sedih. Marah gembira. Tunjukan saja kejadiannya.</p>
<p>Sedih &#8211;? punggungnya bergetar, seakan sesak nafas mirip iklan napacin, kulit wajahnya memerah<br />
Gembira -?matanya berbinar. Seakan ada osram 100 watt di sana. Mukutnya terbuka lebar dengan gigi yang berantakan ternyana.<br />
Perasaan cinta -? ada yang aneh dengan dirinya sendiri. Mengapa sosok bayangnya seperti hantu. Ikut kemanapun kepalanya pergi. Bila disebut namanya, seakan aliran sungai citarum menderas di bilik jantungku…aahh, inikah perasaan cinta…..!</p>
<p>Setelah menulis, jangan lupa baca lagi. Titi satu persatu kata demi kata. Upayakan TIDAK ADA PENGULANGAN KATA setiap satu paragraph. Bila ada kata yang sama. Cari kata yang rada-rada mirip. Lalu, penggal saja setiap kalimat TIDAK LEBIH DARI 10 KATA. Orang Indonesia malas mikir ngejlimet dan muter-muter. Sudah. Tak perlu koma. Kasih saja titik. Beres….!</p>
<p>Baca lagi dan ganti. Kalau perlu gunakan kata-kata yang agak seksih…(pake h) bagaimana pun setiap kata punya jiwa sendiri-sendiri. Perhatikan dan rasakan di jiwa…</p>
<p>Mati…..<br />
Mampus…..<br />
Modar…….<br />
Pateni….<br />
Gugur….<br />
Tewas…..<br />
Meninggal….<br />
Wafat….<br />
Syahid…<br />
Menutup mata….<br />
Ke rahmatullah…..(bukan ke Mbah Mofied…)</p>
<p>Pandai-pandailah milih wanita eh, kata….karena di sana ada ‘soul’….ada jiwa yang bergerak membasahi rasa. Bagai rinai hujai menggerayangi malam…gunakan emosi…pake nilai rasa. Gak usah inget-inget guru bahasa….capek!</p>
<p>HINDARI PENGULANGAN KATA. Mengulang hal yang sama. Mono ton. Sama seperti punya bini satu. Mono gami deng…aih, ada yang ‘berubah’….mengulangi kata yang sama kesannya tidak kreatif, tidak innovative, gak gue banget dehh…baca lagi sekali lagi dan ganti saja dengan kata lain bila ittu dirasa monogamy eh, monoton…</p>
<p>TIDAK LEBIH DARI 10 KATA. Misalnya dalam kata “seorang laki-laki berpayung  yang sedang berdiri di Taman itu memilik tabiat yang keras.” Potong saja jadi pendek-pendek.  Bisa juga kita tambahin dikit. Ada seorang laki-laki berpayung. Ia berdiri di taman. Kabarnya, ia punya tabiat yang keras. </p>
<p>bersambung…..udah dulu ya, mau mandi…mudah2an kalo bisa sampe 5-6 materi bisa buka kelas menulis STORY TELLING, WRITES WITH EMOTION by Juragan Sapid an Beras Organik…<br />
(mohon maaf bila tak berkenan..semoga bermanfaat..bye..bye…..)&#8212;kim!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/03/telling-story-1-menulis-sederhana-dengan-emosi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jeritan Kaum Bangsawan : Akulah Ayah Paruh Waktu</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/jeritan-kaum-bangsawan-akulah-ayah-paruh-waktu.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/jeritan-kaum-bangsawan-akulah-ayah-paruh-waktu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 06:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26145</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini reposting. Ceritanya dulu masih jadi bangsawan (bangsa karywan). Waktu habis. Duit juga habis. Sekadar nostalgi&#8230;. Akulah, Ayah Paruh Waktu Malam baru saja mengulas senyum. Dingin menyengat menyelimuti. Jemariku masih menari di atas tuts keyboard komputer. Memilih huruf demi huruf menjadi rangkaian kata. Sebaga hasil dari kolaborasi emosi dan rasioku. Sesekali aku menguap. Selembar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini reposting. Ceritanya dulu masih jadi bangsawan (bangsa karywan). Waktu habis. Duit juga habis.  Sekadar nostalgi&#8230;.</p>
<p>Akulah, Ayah Paruh Waktu</p>
<p>Malam baru saja mengulas senyum. Dingin menyengat menyelimuti. Jemariku masih menari di atas tuts keyboard komputer. Memilih huruf demi huruf menjadi rangkaian kata. Sebaga hasil dari kolaborasi emosi dan rasioku. Sesekali aku menguap. Selembar kantuk menyapa. Menundukkan kelopak mata. Aku terpulas di atas bangku di bawah tatapan screen komputer yang tetap menyala menyedot energi listrik. Kepala terdongak ditopang sandaran kursi. Kedua tanganku terkulai di atas meja, namun pikiranku melayang jauh ke rumah.<br />
”Bang, bangun subuh”. Suaraku pelan mengelus wajah Si Abang, anakku yang sulung.<br />
”Emang udah jam berapa, Bi?” tanyanya sembari melek sebentar, berbalik merem lagi.<br />
”Setengah lima, Bang”. kataku meraih ketiaknya. Tanpa menunggu wajahnya segar sempurna, aku menggendongnya ke kamar mandi.</p>
<p>”Sudah bagun, ayo, nanti Pak Adnan jemput, kamu sudah siap”. Tanganku menurunkannya.<br />
Ketika guyuran air pada sendok pertama membasahi rambutnya, kelopak matanya membesar meneropongku dalam-dalam. ”Lho, Abi kok di rumah?”</p>
<p>”Ini ’kan hari Selasa, Abi bukannya di kantor?”. Tanyanya lagi tanpa menunggu jawaban pertama.</p>
<p>”Bi, udah sana pergi ke kantor, nanti Abi diomelin bos Abi lagi”. Tambahnya nyerocos membuatku terperangah. Ia menolak dan menepis gayung. ”Prakkk&#8230;!” gayung jatuh. Dan, aku pun siuman.</p>
<p>”Astaghfirullah&#8230;” Aku merunduk. Setangkup oksigen kuhirup, mengisi sepenuh ruang paru-paruku untuk segera mengirim darah ke otak. Aku menggeliat.</p>
<p>Susana kantor sudah senyap. Tinggal Imbang dan Joko yang sedang berjibaku dengan tata letak, lay out mediaku. Kembali, lintasan-lintasan ingatan mimpi singkat barusan coba aku review. Kedua telapak tanganku kuusap ke wajah, merenggangkan sejumlah otot yang semula tegang. Beberapa kali, leherku kurenggut sekadar menyegarkan.</p>
<p>”Lho, Abi kok ada di rumah”. Kalimat si Abang terngiang-ngiang di gendang telingaku. Selanjutnya, setelah itu, perasaan bersalah mendekapku begitu rapat. Ada yang terasa nyeri di dadaku. Entah apa. Membuat kepalaku jatuh tertunduk di atas meja di sebuah keyboard. </p>
<p>Terbayang kemudian wajah si Abang dan si Ade, dua putraku.</p>
<p>”Maafkan Abi, Nak,” aku berdesah. Tenggorokan serasa pepat mengingat mereka berdua yang begitu mengharapkanku. Sementara aku, selalu pergi pagi pulang malam. Bahkan, kalau sudah deadline seperti hari ini, aku harus menginap di kantor dan meninggalkan mereka berdua. Bertiga dengan uminya.</p>
<p>Ada segumpal keprihatinan yang mengganjal pembuluh darahku di otak. Semestinya tidak begini. Akulah yang semestinya mendidik dan menemani mereka tumbuh. Bukan Ibu Ani, pembantuku, seorang istri tukang becak.</p>
<p>Akulah yang semestinya membangunkan mereka untuk shalat subuh berjama’ah. Akulah yang semestinya mengajak mereka ke masjid untuk shalat Jum’at. Akulah yang selayaknya membawa mereka ke sawah, bukannya membiarkan mereka menghabiskan waktunya di depan televisi. Akulah yang semestinya mengajarkan mereka alif ba ta dan a b c d. Akulah orangnya yang harus mengajarkan mereka mengenal Tuhannya. Akulah orangnya yang mestinya menjelaskan segala fenomena dunia ini. Akulah orangya yang harus membawa mereka ke sawah dan ke sungai untuk kukenalkan kepada alam sekitar. Kepada capung, belalang, dan lumpur sawah.</p>
<p>Akulah yang semestinya menjemput dan mengantar si Abang ke sekolah. Bukannya Pak Adnan, tukang ojek yang setiap hari membawa si Abang ke sekolahnya. Akulah orang yang sewajarnya ada di depan rumah ketika ia pulang sekolah dan berteriak, ”Abi&#8230;Abi&#8230;” Akulah orangnya yang harus menjelaskan kepada si Abang saat ia mengirim surat cinta kepada teman wanitanya. Padahal, ia baru kelas satu SD. Akulah yang semestinya berada di sampingnya ketika ia mengganggu adiknya.</p>
<p>Akulah yang semestinya mengantarnya ke dokter saat ia panas. Tapi, sayang. Aku tidak ada di sana. Waktuku habis dimakan rapat, mengoordinasi anak buah, membuat tulisan, mengedit dan memantau pekerjaan teman-teman redaktur. Aku sibuk dengan pekerjaanku sendiri dan meninggalkan darah dagingku sendiri tumbuh dan berkembang. Aku selalu berkilah untuk menghibur diri sendiri bahwa apa yang kulakukan demi pengabdianku pada umat. Lalu, apakah kedua anakku juga bukan umat.</p>
<p>Aku bagaikan ayah paruh waktu yang datang dan pergi seharian. Seribu kalimat sayang dan segumpal materi yang kuberikan ternyata tak mampu menggantikan kehadiranku. Dan, waktu yang terhempas, tak mungkin lagi bisa aku ulangi. Tak bisa aku ganti dengan apa pun.</p>
<p>”Abang, Adik, &#8230;maafkan Abi, ya Nak. Abi tak mampu memberikan yang kamu harapkan. Abi tak kuasa untuk menghadapi kondisi ini, Nak. Abi punya tanggungjawab yang harus Abi pikul. Abi sayang kamu”.</p>
<p>Tak terasa, tanganku yang kutelungkupkan di bawah wajah basah. Genangan ternyata masih ada di kelopak mataku. Saat kutegakkan badan, beberapa cc air mata menganak sungai. </p>
<p>Tenggorokan kembali sarat oleh penyesalan dan  rasa bersalah. ”Rabbana, Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku  yang lalai mengurus amanah yang Engkau berikan. Lindungilah kedua anakku. Jadikanlah mereka penolong agama-Mu seperti Engkau jadikan Musa dan Harun.</p>
<p>Aku menarik nafas. Di sela saratnya tenggorokan, aku teringat kamu Nda, istriku sayang. Di pundak lemahmu semua beban ini kuberatkan. Kamulah satu-satunya yang bisa aku harapkan merawat dan menumbuhkembangkan dua pangeran menjadi manusia.<br />
Seperti kata penyair Kahlil Gibran, anak bagai busur panah yang meluncur deras menuju takdirnya. Anak kita pun akan berlari menuju alunan takdir hidupnya. Dan, di sela ketidakmampuanku, aku masih berharap busur panahku bisa melesat manis dalam aliran Tuhannya. Tentu, ia melangkah dengan panduan tanganmu, istriku.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/jeritan-kaum-bangsawan-akulah-ayah-paruh-waktu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buntut Kisruh Buruh ; Pengusaha Korsel Hengkang, Saatnya Cari Solusi</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/buntut-kisruh-buruh-pengusaha-korsel-hengkang-saatnya-cari-solusi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/buntut-kisruh-buruh-pengusaha-korsel-hengkang-saatnya-cari-solusi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 04:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26076</guid>
		<description><![CDATA[Baca Radar Bekasi dan Bekasi Expres hari ini bikin merinding. jantung dag dig dug. Kepala nyut-nyut. Gila&#8230;.600 Pengusaha Korsel akan hengkang dari Kabupaten Bekasi. Wow&#8230;.Terbayang, kalau satu perusahaan saja ada 100 orang saja sudah 6000 orang akan kehilangan pekerjaan. Duuuhhh! &#160; Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca Radar Bekasi dan Bekasi Expres hari ini bikin merinding. jantung dag dig dug. Kepala nyut-nyut. Gila&#8230;.600 Pengusaha Korsel akan hengkang dari Kabupaten Bekasi. Wow&#8230;.Terbayang, kalau satu perusahaan saja ada 100 orang saja sudah 6000 orang akan kehilangan pekerjaan. Duuuhhh!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.  Atau yang sudah lulus  sekolah atau angkatan kerja tapi tidak punya pekerjaan. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.</p>
<ol>
<li>JENIS-JENIS PENGANGGURAN</li>
</ol>
<p>Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :</p>
<p>(a)    Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.</p>
<p>(b)   Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.</p>
<p>(c)    Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.</p>
<p>Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal. Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu :</p>
<p>(a)    Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.</p>
<p>(b)   Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang.</p>
<p>Apa pun definisinya. Satuhal yang pasti adalah pengangguran itu problem social yang harus segera ditangani.  Dan, harus ada solusi yang berasal dari semua pihak. Karena ini masalah social  sehingga efek yang didapat pun bersifat massif dan luas.</p>
<p>Dari pemerintah. Pemda harus ‘merayu’ para pengusaha untuk stay di Bekasi. Tanya mereka apa yang bias membuat mereka batal  hengkang. Mungkin saja dengan subsidi pajak, mereka bisa mengurangi sedikit kerugian usaha.</p>
<p>Dari Pengusaha: Perlu keberpihakan dan perubahan paradigm. Bahw a buruh bukan sekadar satu baut dalam mesin besar industry. Mereka adalah stake holder sejati perusahaan kita.</p>
<p>Dari buruhnya sendiri, cobalah kawan membuka mata atas jalan rezseki yang Allah telah sediakan. Menjadi karyawan (bangsawan : bangsa karyawan) bukan satu-satu  jalan Allah memberikan rezeki. Buka mata. Buka telinga. Terlalu banyak contoh di sekitar kita. Mereka yang tidak harus jadi karyawan tapi sukses…cobalah berpikir untuk berwirausaha. Jadi pengusaha! Jangan takut kaya sodara!</p>
<p>Karena dengan kekayaan kita menjadi muslim sejati. Bisa haji dan umrah. Bisa zakat. Bisa sedekah. Bisa membantu orang lain….saya tunggu!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/buntut-kisruh-buruh-pengusaha-korsel-hengkang-saatnya-cari-solusi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pikiran Terkadang Menipu Kita</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/pikiran-terkadang-menipu-kita.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/pikiran-terkadang-menipu-kita.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 17:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26136</guid>
		<description><![CDATA[Lihatlah ini gambar katak atau gambar kodok atau gambar lain&#8230;.coba lupakanlah katak&#8230;.jangan pikirkan katak&#8230;..bayangkan! Pesepsi dan Cara Pandang Manusia digerakan oleh apa yang dipikirkan. Memahami apa yang dipikirkan bisa didapat dari apa yang dikatakan. Seorang pecundang ketika diberikan tantangan ia mengatakan ini gampang tapi sulit….tapi seorang pemenang akan mengatakan ini memang sulit untuk dilakukan tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 262px"></dt>
</dl>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl>
<dt><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2012/02/image008.gif"><img class="size-full wp-image-26172" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2012/02/image008.gif" alt="" width="252" height="241" /></a><p class="wp-caption-text">Lihatlah ini gambar katak atau gambar kodok atau gambar lain....coba lupakanlah katak....jangan pikirkan katak.....bayangkan!</p></div>
<p>Lihatlah ini gambar katak atau gambar kodok atau gambar lain&#8230;.coba lupakanlah katak&#8230;.jangan pikirkan katak&#8230;..bayangkan!</p>
<div id="attachment_26137" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2012/02/persepsi.jpg"><img class="size-full wp-image-26137" title="persepsi" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2012/02/persepsi.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Pesepsi dan Cara Pandang</p></div>
<p>Pesepsi dan Cara Pandang Manusia digerakan oleh apa yang dipikirkan. Memahami apa yang dipikirkan bisa didapat dari apa yang dikatakan.</p>
<p style="text-align: left;">Seorang pecundang ketika diberikan tantangan ia mengatakan ini gampang tapi sulit….tapi seorang pemenang akan mengatakan ini memang sulit untuk dilakukan tapi bisa diusahakan….</p>
<p style="text-align: left;">Atau, suatu ketika seseorang liburan di Bali. Sebelas hari.<br />
Sepuluh hari dilakoni dengan bersenang-senang, dugem dan santai.<br />
namun,<br />
hari ke sebelas, ia mendapat musibah. Mobilnya nabrak mobil lain. Ia pun luka parah. Tebak apa yang ada dalam pikirannya? tentu betapa menyedihkannya mendapat musibah tabrakan. kepala bondas. kaki lecet-lecet. Nah, apa yang ada dipikiran ia? Apalagi kalau bukan musibah tadi. Padahal, 10 hari sebelum ia lahap dengan kesenangan demi kesenangan.</p>
<p style="text-align: left;">anusia memiliki 2 unsur didalam diri yang berperan dalam kehidupannya yaitu unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik adalah tubuh anda beserta semua panca inderanya, sedangkan unsur non fisik adalah pikiran anda. Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada di dalam satu bentuk yaitu diri anda. Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung. Seperti halnya tubuh tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya pikiran, begitu juga pikiran tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya.</p>
<p style="text-align: left;">Cara Pikiran Bekerja<br />
Anda mungkin tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri anda adalah hasil dari apa yang ada di pikiran anda.<br />
Tubuh anda hanyalah menjalankan perintah dari pikiran yang kemudian akan direspon oleh alam semesta dengan feedback yang sama. Jika anda melakukan sesuatu yang positif, alam semesta akan memberikan feedback yang positif pula.</p>
<p style="text-align: left;">Jika anda melakukan sesuatu yang negatif, maka alam semesta juga akan memberikan feedback yang negatif. Pertanyaannya adalah bagaimana anda bisa melakukan sesuatu yang positif jika perintah yang keluar dari pikiran anda adalah negatif. Tidak mungkin bukan? Dengan kata lain, pikiran lah yang menguasai tubuh. Istilahnya garbage in, garbage out. Sampah yang masuk, sampah yang keluar.</p>
<p style="text-align: left;">Setiap input baru yang masuk kedalam pikiran akan makin memperkuat masing-masing kelompok lapisan tersebut sesuai dengan jenisnya. Beberapa input yang membentuk lapisan positif adalah rasa simpati, kebahagiaan, belas kasih, keikhlasan, rasa percaya diri, optimis, keyakinan, konsentrasi. Beberapa input yang membentuk lapisan negatif adalah kemarahan, kebencian, ketakutan, kekhawatiran, kesombongan, iri hati, keegoisan, keputusasaan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, pesimis, minder.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, sekarang bisakah anda bayangkan bahwa jika anda terlalu banyak memasukkan input negatif ke dalam pikiran, maka kelompok lapisan negatif itulah yang akan mendominasi pikiran anda. Anda pasti mengalami ketika ada seseorang yeng bercerita tentang keburukan orang lain. Sadarlah…sesadar-sadarnya bahwa ketika itu orang itu dan diri Anda sendiri sedang diracuni dengan hal-hal negatif. Maka lawan! dari dalam harus punya pikiran LAWAN! BELUM TENTU ia serusak itu…!</p>
<p style="text-align: left;">Mengapa ia tidak tabayun langsung ke orangnya? Mengapa harus kita yang diajak bicarfa? Lawan dengan menyatakan dalam diri bahwa YA ada sesuatu yang masih belum lengkap untuk menarik kesimpulan bahwa ia sejahat itu. Lalu, kalau memang benar demikian. jangan tinggalkan oenag itu. Biarpun ia penjahat. Tapi kalau ia tidak menjahati apakah kita juga ikut2an harus mencapnya sebagai penjahat.</p>
<p style="text-align: left;">tenang kawan! Lihatlah warna…..betapa semua warna selalu relatif. Kuning kadang tanda ada yang meninggal. Tapi, di dunia politik, kuning adalah lambang sebuah parpol yang berkuasa. Dan, setiap manusia tidak selalu hitam dan tidak selamanya putih. Pasti ada sisi abu-abu yang kita tidak tahu. dan, itu privasi dia!</p>
<p style="text-align: left;">Ok, jadi bersikaplah tenang dan positif. Install semangat untuk selalu positif, optimis dan objektif. karena teman kita masih manusia. Bukan malaikat. Santai ajja bro, biarkan waktu yang akan membuktikan siapa diantara mereka yang bajingan. itupun, kalau benar salah satunya bajingan. Biarkan saja. Sejauh ia tidak nyolek-nyolek kita. Tapi, kalau udah nyolek kita, Cincang!</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/02/02/pikiran-terkadang-menipu-kita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopdar Beblog: Membangun dan Mengelola Komunitas, Prestasi AHU</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2012/01/30/kopdar-beblog-membangun-dan-mengelola-komunitas-prestasi-ahu.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2012/01/30/kopdar-beblog-membangun-dan-mengelola-komunitas-prestasi-ahu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 12:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=26073</guid>
		<description><![CDATA[Selain suasana kekeluargaan dan persahabatan. Yang menarik adalah diskusinya; Bahwa posisi Bekasi Blogger yang seperti saat ini adalah sebuah prestasi. Top! Bagaimana pun menurut Dr. Ir Ipul SH, SE MH, ini prestasi mas Aris Heru Utomo, Sang ketua. Ia mampu merajut dan menganyam semua kekuatan. Semua potensi. Pribadi-pribadi heterogen, narsis yang kadang egois serta maunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain suasana kekeluargaan dan persahabatan. Yang menarik adalah diskusinya;</p>
<p>Bahwa posisi Bekasi Blogger yang seperti saat ini adalah sebuah prestasi. Top! Bagaimana pun menurut Dr. Ir Ipul SH, SE MH, ini prestasi mas Aris Heru Utomo, Sang ketua. Ia mampu merajut dan menganyam semua kekuatan. Semua potensi. Pribadi-pribadi heterogen, narsis yang kadang egois serta maunya main sendiri mampu terjalin dalam sebuah kebersamaan. Namun persoalan, eh, dinamika mulai muncul ketika mas AHU, begitu kami menyingkat nama sang diplomat ulung, mendapat tugas negara dan hijrah ke negeri Andi Lauw, China.</p>
<p>Oleh karena itu maka sebuah keniscayaan ketika komunitas atau lembaga sosial menguat dan membesar dibutuhkan sebuah sistem yang mampu me-<em>manage</em> semua kepentingan dan hasrat. Artinya, perlu disepakati bahwa kerumunan yang terjadi selayaknya dibuatkan sistem agar berjalan dengan rapi.</p>
<p>Sistem inilah yang menjadi SOP (<em>Standar Operastion Prosedur</em>) sehingga menjadi pegangan semua pihak. dalam beraktivitas. Dalam menjalankan visi dan misi. Karena di sana ada operasional plus ada dollar yang memang harus memiliki aturan main.</p>
<p>Misalnya, Bekasi blogger sebagai sebuah komunitas sosial memiliki unit-unit bisnis seperti <em>bekasiblogger.com</em> atau lembaga pelatihan atau <em>Event Organizer</em> atau apa pun namanya.</p>
<p>Mengelola sebuah komunitas sosial dengan unit bisnis tersendiri inilah yang harus mempunyai sistem. Sehingga, tiga atau lima tahun yang akan datang, organisasi sosial ini mampu menghidupkan dirinya sendiri melalui jalan halal dan tidak mengikat.</p>
<p>Sirkulasi intelektual inilah yang kemarin berseliweran dan memikat rasio saya. Bagaimana selanjutnya? Berikan kesempatan kepada pada pembesar Beblog untuk menginstal sistem profesional&#8230;.Ane tunggu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2012/01/30/kopdar-beblog-membangun-dan-mengelola-komunitas-prestasi-ahu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

