<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Blogger Bekasi &#187; Masim Vavai Sugianto</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/author/vavai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 06:32:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Risau</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2011/12/24/risau.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2011/12/24/risau.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 12:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=24793</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kerisauan saya yang utama dan menghinggapi saya selama ini adalah kenyataan ada banyak anak-anak putus sekolah di kampung saya di Tambun-Bekasi. Mereka bukan putus sekolah dalam arti berhenti ditengah jalan (meski ada juga beberapa) melainkan mereka lulus SLTA namun tidak bisa melanjutkan kuliah dan juga tidak bisa bekerja. Lowongan pekerjaan sangat terbatas. Kalaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kerisauan saya yang utama dan menghinggapi saya selama ini adalah kenyataan ada banyak anak-anak putus sekolah di kampung saya di Tambun-Bekasi. Mereka bukan putus sekolah dalam arti berhenti ditengah jalan (meski ada juga beberapa) melainkan mereka lulus SLTA namun tidak bisa melanjutkan kuliah dan juga tidak bisa bekerja.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2011/12/risau.jpg"><img class="size-full wp-image-24794 alignright" style="margin: 5px;" title="risau" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2011/12/risau.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a>Lowongan pekerjaan sangat terbatas. Kalaupun ada, banyak perusahaan yang memilih menggunakan yayasan. Mereka tidak punya pilihan. Jika mereka masuk melalui yayasan, mereka harus menyetorkan sekian juta rupiah dari gaji (prosesnya dicicil, misalnya Rp. 500 ribu tiap bulan) sedangkan kadang mereka hanya bekerja selama 3-6 bulan saja.</p>
<p>Saat ini saya memang tinggal agak jauh dari kampung tempat saya dilahirkan di Tambun sana. Saya tinggal di Bekasi Timur, dekat terminal Bekasi. Jarak tempat tinggal sekarang dengan kampung saya di Tambun memang hanya beda kecamatan namun tiap saya pulang menjenguk orang tua saya, rasa risau dihati saya tidak kunjung reda. Banyak dari mereka adalah tetangga saya dilingkungan rumah orang tua saya. Beberapa diantaranya malah sanak family saya, sedangkan sebagian besar lagi adalah adik kelas saya baik di SD maupun SMP.</p>
<p>Saya tahu pasti sikap dan tindak tanduk mereka sedari kecil. Saya tahu mereka adalah anak-anak yang relatif baik. Kalaupun ada kenakalan, semuanya kenakalan khas remaja dan bukan kriminal.</p>
<p>Masalahnya, tidak bisa kuliah dan tidak memiliki pekerjaan membuat mereka hanya memiliki sedikit kesempatan. Ada stigma bahwa orang Bekasi (asli ?)  itu pemalas. Stigma yang mungkin dilekatkan karena ada beberapa sikap yang dilakukan oleh segelintir orang namun menjadi generalisasi.</p>
<p>Saya tidak pernah percaya pada generalisasi. Baik itu generalisasi yang dilekatkan pada orang Bekasi asli ataupun generalisasi yang dilekatkan pada orang lain, didaerah lain, pada suku lain.</p>
<p>Stigma orang Bekasi pemalas dan bodoh mungkin gejala umum yang bukan hanya terjadi di Bekasi. Didaerah lain mungkin ada kecenderungan yang sama, yang sering berujung pada konflik horizontal sosial-masyarakat.</p>
<p>Saya tidak ingin melawan stigma yang dibalas dengan stigma. Ada banyak stigma negatif tentang orang Bekasi, antara lain soal pemalas dan bodoh tadi, kemudian stigma tukang kawin (yang membuat isteri saya sempat maju mundur saat hendak menikah dengan saya <img src="http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":-D" /> ), stigma soal jual tanah warisan, stigma soal ketidakmauan merantau, stigma soal ketidakmauan belajar dan stigma negatif lainnya.</p>
<p>Saya khawatir, stigma yang ada, tidak kuliah dan tidak bekerja jika tidak dikelola dengan hati-hati bisa menyeret mereka pada perilaku kriminal.</p>
<p>Jika sebagian besar orang langsung mengecam tindak tanduk ormas-ormas kedaerahan yang mengatasnamakan Bekasi atau Betawi, saya pribadi miris karena ada banyak diantara mereka yang ikut organisasi tersebut karena tidak punya pilihan untuk bisa mencari nafkah.</p>
<p>Saya sejak lama berpikir, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk mengurangi stigma tersebut sekaligus membantu mereka-mereka yang mengalami kesulitan diatas. Saya juga tidak ingin membatasinya hanya untuk orang Bekasi karena saya pribadi cenderung untuk meniadakan sekat-sekat kedaerahan dan jargon “orang asli”</p>
<p>Pikir saya, mungkin ada yang bisa saya lakukan tanpa menunggu saya kaya raya dan membiayai seluruh misi saya. Berikut adalah beberapa pemikiran yang terlintas dibenak saya :</p>
<ol>
<li><strong>Memberikan pelatihan</strong>. Pelatihan tidak hanya dalam bentuk aplikasi komputer yang menjadi basic kompetensi saya melainkan meliputi juga tata cara pembuatan surat lamaran kerja yang baik, tata cara menghadapi proses interview, tata cara menghadapi test kerja maupun test PNS. Banyak diantara anak-anak lulusan SLTA yang gagal bukan karena mereka tidak mampu melainkan kebanyakan dari mereka grogi, membuat lamaran kerja sekenanya dan memiliki keterampilan yang tidak cukup</li>
<li><strong>Memberi dukungan</strong>. Dukungan yang dimaksud bisa saja dalam bentuk support finansial terbatas, misalnya membantu menyediakan kertas, print out dan amplop untuk lamaran kerja, serta biaya untuk mengirimkan lamaran. Meski nilainya tidak seberapa, banyak diantara mereka yang bahkan tidak punya cukup uang untuk sekedar mengirimkan lamaran pekerjaan</li>
<li><strong>Memperluas Jaringan</strong>. Saya berharap memiliki jaringan yang lebih luas agar peluang-peluang yang bisa didapatkan semakin besar. Mungkin ada diantara mereka yang berminat bekerja dibidang pertanian atau menjadi operator warnet atau menjadi karyawan non pabrik lainnya.</li>
<li><strong>Proyek Berkelanjutan</strong>. Saya menyadari sepenuhnya bahwa suatu proyek yang diinisasi harus bisa menghidupi dirinya sendiri agar bisa berkelanjutan. Dalam benak saya, kegiatan ini merupakan kegiatan volunteer yang biaya awalnya ditanggung oleh para pendiri sesuai kemampuan namun secara bertahap mendapat kontribusi dari sisi yang lain. Tidak menutup kemungkinan para alumni proyek ini membantu teman-temannya baik dalam bentuk finansial (secara sukarela dengan besaran sesuai kemampuan) atau dalam bentuk lainnya</li>
</ol>
<p>Dalam minggu ini mungkin saya akan bisa membuat gambaran yang lebih jelas mengenai bentuk kegiatan yang akan saya lakukan. Bagi rekan-rekan yang punya pengalaman untuk kegiatan sejenis atau rekan-rekan yang memiliki saran atau kritik silakan sampaikan melalui bagian komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2011/12/24/risau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Juara Nomor Satu Di Seluruh Dunia</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2011/12/22/ibu-juara-nomor-satu-di-seluruh-dunia.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2011/12/22/ibu-juara-nomor-satu-di-seluruh-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 00:41:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=24674</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang-manusia yang normal-tentu menghargai keberadaan seorang ibu. Bukan hanya karena beliau yang melahirkan kita namun juga karena seorang ibu memiliki kecintaan bagi anak-anaknya dengan caranya tersendiri. Jika banyak orang menganggap sosok-sosok tertentu sebagai Kartini modern, bagi saya, ibu sayalah Kartini modern yang menjadi seorang ibu juara nomor 1. Ibu saya hanya bersekolah hingga sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang-manusia yang normal-tentu menghargai keberadaan seorang ibu. Bukan hanya karena beliau yang melahirkan kita namun juga karena seorang ibu memiliki kecintaan bagi anak-anaknya dengan caranya tersendiri.</p>
<p>Jika banyak orang menganggap sosok-sosok tertentu sebagai Kartini modern, bagi saya, ibu sayalah Kartini modern yang menjadi seorang ibu juara nomor 1.</p>
<p>Ibu saya hanya bersekolah hingga sampai jenjang kelas 2 SD, namun ia mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi meski dengan penghasilan alakadarnya dari warung makan yang ia bangun dari nol. Ia tidak pernah tahu bumbu masak apapun (karena orang tuanya sendiri seorang petani) namun ia dapat dengan kreatif membuat makanan apapun. Sayur gabus pucung, pecak lele,  rendang telur, semur daging dan berbagai bumbu lainnya yang ia jadikan sebagai barang jualan tanpa pernah mempelajarinya dari orang lain.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2011/12/Sayur-Gabus-Pucung1.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-24676" title="Sayur Gabus Pucung1" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2011/12/Sayur-Gabus-Pucung1.jpeg" alt="" width="320" height="240" /></a></p>
<p>Saat masih kecil, saya menganggap ibu seorang yang otoriter, yang meminta anak-anaknya berjualan es mambo, jagung rebus, pisang goreng dan masakan lainnya. Saya tidak memiliki waktu bermain yang leluasa seperti anak-anak lainnya. Dulu saya pernah merasa menyesal mengapa dilahirkan ditengah keluarga yang miskin <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya sering harus bangun Shubuh untuk memarut kelapa atau singkong sebelum kemudian berangkat sekolah. Jika saya berangkat sekolah siang, pagi hari saya diminta keliling kampung untuk berjualan. Jika waktunya mepet, saya kebagian tugas memasak untuk warung makan dengan berbagai variasi makanan yang ada.</p>
<p>Saya sering merasa minder, malu dan tidak PD menjadi anak seorang tukang warung makanan. Sering ada anekdot diantara anak-anaknya, &#8220;Ayo sambil nonton TV bantu nyiang-in cabe&#8221;, atau &#8220;Sambil istirahat numbuk bumbu&#8221;. Lha gimana bisa istirahat kalau sambil numbuk bumbu??</p>
<p>Ternyata saya tidak tahu, jika saya bangun Shubuh, ibu saya justru bangun dini hari. Pukul 3 pagi ibu saya sudah berangkat ke pasar untuk belanja. Jika saya merasa berat bangun Shubuh dan memarut kelapa atau singkong, ibu saya justru sudah pulang dari pasar jam segitu.</p>
<p>Jika saya merasa menyesal karena tidak memiliki kesempatan bermain yang leluasa seperti anak-anak lainnya, ibu saya malah tidak pernah punya kesempatan bermain karena keluarganya benar-benar petani miskin sehingga pada usia kecil sudah harus membantu orang tuanya disawah milik orang lain.</p>
<p>Saat diwisuda dari kampus, ibu saya mengumpulkan semua uang yang ia miliki untuk menyewa mobil agar bisa menghadiri wisuda saya. Saya tidak menyadarinya sampai pada saat pulang dan kakak saya bercerita soal ini. Saya memang tidak terlalu memperhatikan kesulitan yang sering dialami ibu saya. Dalam banyak hal, saya mungkin lebih memperhatikan hal-hal lain dibandingkan dengan kegundahan ibu saya.</p>
<p>Saya mungkin menjadi bagian dari anak-anak yang berdosa pada orang tuanya. Saya bahkan tidak terlalu memperhatikan saat ibu saya beberapa kali sakit dan menganggapnya sebagai sakit yang ringan.</p>
<p>Pikiran saya menjadi lebih terbuka pada saat ibu saya mengalami sakit keras. Saat bekerja saya ditelepon agar segera pulang. Begitu sampai di rumah suasana sangat menyedihkan karena ibu saya sudah tidak sadarkan diri. Tiba-tiba saya merasa akan sangat kehilangan. Tiba-tiba terlintas dipikiran saya mengenai berbagai kenangan masa lalu antara saya dengan ibu saya. Betapa saya kurang menghargainya, betapa saya kurang menyayangi dan memperhatikannya.</p>
<p>Baru saya sadari bahwa ibu saya sangat kurus dan karena sudah tidak sadarkan diri, saya merasa sudah tidak ada harapan lagi. Saya jadi ingat ucapan seorang tetangga,</p>
<p>&#8220;Anak itu baru ingat sama ibunya kalau ibunya sudah tidak ada. Kalau masih ada malah disia-siakan&#8221;.</p>
<p>Kami semua sebenarnya tentu sayang pada orang tua kami, kedua ibu bapak. Hanya saja dulu kami merasa tidak biasa bahwa menunjukkan perasaan sayang demikian adanya. Kami memang selalu sayang meski tidak menunjukkannya. Ternyata sayang pada orang tua tidak perlu kita sembunyikan.</p>
<p>Saat itulah saya tumpahkan perasaan saya. Meski ibu saya tidak sadar, saya membisikkan kepadanya mengenai saat-saat ibu saya menemani anaknya yang masih kecil. Saat ibu saya menembang atau menyanyikan lagu-lagu doa kala kami sedang sakit. Saat-saat kami bercengkerama sebelum ibu saya sakit.</p>
<p>Alhamdulillah, tak disangka ibu saya kembali sadar. Saya tidak tahu kuasa Allah seperti apa yang mengabulkan doa kami. Kami semua sangat bergembira dan saat saya melihat saudara saya yang lain, saya melihat  pemikiran yang sama : kami tidak akan lagi membiarkan ibu saya merasa disia-siakan. Kami diberikan kesempatan untuk berbakti pada orang tua kami, ibu dan bapak kami dengan cara kami masing-masing.</p>
<p>Itu sebabnya saya hampir tidak pernah menolak apa yang ibu saya sampaikan. Rasanya sebesar apapun yang saya berikan pada ibu saya tidak akan mampu membalas segala kebaikan yang ia berikan. Tulisan inipun, baru sekali ini saya tuliskan meski sudah bertahun-tahun saya meniatkannya dan meski ibu saya sendiri tidak pernah memintanya.</p>
<p>Banyak dari kita yang mungkin merasa malu atau sungkan untuk menunjukkan rasa sayang pada ibu kita. Saran saya, jangan menunggu sampai kita menyesali apa-apa yang ingin kita sampaikan pada ibu kita. Jangan menunggu sampai segalanya terlalu terlambat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2011/12/22/ibu-juara-nomor-satu-di-seluruh-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Possesif? Berikan Kepercayaan pada Orang yang Anda Sayangi!</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2011/12/17/possesif-berikan-kepercayaan-pada-orang-yang-anda-sayangi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2011/12/17/possesif-berikan-kepercayaan-pada-orang-yang-anda-sayangi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 13:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=24488</guid>
		<description><![CDATA[Possesif adalah rasa memiliki yang terlalu berlebihan. Bisa terjadi pada setiap orang, mulai dari pacar terhadap pasangan, suami terhadap isteri maupun ibu terhadap anak. Yang umum terjadi, sebagian besar sifat possesif justru melekat pada pacar terhadap pasangannya. Banyak orang yang possesif namun tidak menyadarinya. Ada juga yang merasa tidak ada sesuatu yang aneh terhadap sikap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Possesif adalah rasa memiliki yang terlalu berlebihan. Bisa terjadi pada setiap orang, mulai dari pacar terhadap pasangan, suami terhadap isteri maupun ibu terhadap anak. Yang umum terjadi, sebagian besar sifat possesif justru melekat pada pacar terhadap pasangannya.</p>
<p>Banyak orang yang possesif namun tidak menyadarinya. Ada juga yang merasa tidak ada sesuatu yang aneh terhadap sikap possesifnya. Bahkan, lebih banyak lagi yang tidak mau mengakuinya . &#8220;Itu kan tanda rasa sayang saya saja&#8230;&#8221; biasanya begitu kilahnya.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2011/12/butterfly2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-24491" style="margin: 5px;" title="butterfly2" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2011/12/butterfly2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Dalam beberapa hal, sifat possesif akan membuat pasangan merasa dimanja, namun lama-lama akan merasa terkekang. Demikian halnya suami atau isteri yang pasangannya possesif, dalam beberapa waktu mungkin merasa diperhatikan namun lama-lama akan timbul rasa tidak bebas. Hal yang sama terjadi pada anak yang ibunya possesif. Biasanya si anak sampai seperti robot karena selalu disetir oleh orang tuanya.</p>
<p>Apa saja sih wujud possesif itu ? Dalam bentuk yang ekstrem, sifat possesif akan membuat seseorang terlalu takut apabila terjadi sesuatu pada pada orang yang disayanginya. Takut pacarnya kecantol orang lain, takut suami atau isteri naksir atau ditaksir orang lain, bahkan ada juga orang tua yang takut anaknya kenapa-kenapa kalau bergaul dengan anak lain. Takut ini, takut itu yang berlebihan.</p>
<p>Kalau pasangannya terima telepon atau nggak nelpon-nelpon, langsung deh meluncur pertanyaan bak anggota Intelijen.</p>
<p>&#8220;Tadi siapa yang telepon ? Cowok ya ? Siapa dia ? Temen sekantor ?&#8221;<br />
&#8220;Sekarang lagi makan siang dimana ? Lho itu suara siapa, kok kelihatannya akrab banget sama kamu ?&#8221;<br />
&#8220;Ini sms dari siapa ? temen kok bahasanya kelihatan mesra&#8230; TTM ya ?&#8221;<br />
&#8220;Jangan ikut training, nanti trainernya naksir kamu.&#8221;</p>
<p>Pokoknya repot deh kalau possesif sudah menjadi obsesi [repot banget ngerti-in bahasanya <img src="http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png" alt=":-D" /> ]. Ya, apa-apa akan dicurigai. HP diperiksa. Saku diraba (copet dong <img src="http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png" alt=":-P" />), Tas dicheck isinya, baju dilihat kena bekas apa [lipstick mungkin <img src="http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png" alt=":-P" /> ], records telepon dicheck, email di monitor, halah&#8230;</p>
<p>Seorang anak jadi canggung karena nggak pernah keluar rumah. seorang suami bolak balik ditelepon isterinya. Seorang isteri nggak bisa beraktivitas karena sebentar-sebentar suaminya tanya lokasinya. Mungkin, jika perlu, isterinya dipasangi GPS.</p>
<p>Pacaran jadi sering bertengkar karena merasa terus dicurigai. Tidak bisa beraktivitas dengan teman lama karena pacar cemburu.</p>
<p>Seperti yang saya sampaikan diawal, possesif dalam arti menyayangi orang yang disayangi sangat bagus, namun jika berlebihan tentu saja menjadi tidak bagus.</p>
<p>Ingat, pasangan kita, anak kita, orang yang kita sayangi, memiliki kehidupan pribadinya sendiri. Mereka butuh ruang untuk aktualisasi diri. Jangankan mereka, burung saja yang sudah dikasih sangkar emas, makanan dan minuman berlimpah, fasilitas full AC, masih kalah bahagia daripada burung diluar sangkar. Orang dipenjara, meski penjara mewah, bisa pesan makanan lewat sipir, bisa nonton TV, kamar full AC, fasilitas handphone dan internet, masih kalah bahagia dengan orang yang bisa beraktivitas dengan leluasa.</p>
<p>Satu-satunya alasan jujur mengapa orang menjadi possesif adalah ketidakpercayaan dirinya menghadapi kenyataan. ketidakpercayaan diri bahwa dirinya memiliki keunggulan dibandingkan orang lain. Ketidakpercayaan diri pada aspek positif yang ada pada dirinya.</p>
<p>Orang lain boleh lebih tampan, tapi pasangan kita memilih kita karena kita lebih care, bisa dipercaya dan setia. Tampang boleh ganteng, harta boleh lebih kaya, pribadi boleh lebih unggul, tapi toh pasangan sudah memilih kita. Sudah mempercayai kita. Modal dasar ini yang harus terus dikembangkan agar pasangan merasa beruntung memiliki kita yang bisa dibanggakan.</p>
<p>Percayalah, kalau hanya mengejar cantik atau ganteng, akan ada ribuan orang yang lebih cantik dan lebih ganteng. Kalau mengejar kekayaan, ada banyak orang kaya di negeri ini dan juga dinegeri lain. Seperti halnya anda, mengapa anda menjatuhkan pilihan pada pasangan ? Memangnya tidak ada yang lebih cantik, lebih ganteng, lebih berpendidikan, lebih berharta daripada pasangan ? Tentu saja ada, tapi toh kita tidak memilihnya karena kita lebih nyaman pada pasangan kita. Lebih <em>comfort</em> dan lebih bisa mempercayai satu dengan yang lain.</p>
<p>Soal orang tua dan anak. Asalkan orang tua mau mempercayai anak dan memberinya kebebasan untuk aktualisasi diri,insya Allah anak akan baik-baik saja. Anak akan bangga pada orang tuanya dan tidak akan berbuat sesuatu yang menyakiti hati orang tuanya.</p>
<p>Jangan biarkan pasangan anda, suami atau isteri anda atau orang-orang yang anda cintai sedih karena mereka merasa tidak dipercaya. Sayang, care dan saling percaya, cobalah&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">*****</p>
<p style="text-align: left;">Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Keseharian dapat dipantau pada blog pribadi : <a href="http://www.vavai.com">http://www.vavai.com</a>. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan <a href="http://www.kreasindo.net/">Excellent Infotama Kreasindo</a> sebagai lembaga training dan IT consulting.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2011/12/17/possesif-berikan-kepercayaan-pada-orang-yang-anda-sayangi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Linux Blogger Bekasi : 11 Desember 2010</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/12/09/pelatihan-linux-blogger-bekasi-11-desember-2010.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/12/09/pelatihan-linux-blogger-bekasi-11-desember-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 01:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Head Line]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=11322</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan diskusi singkat secara online, berikut diumumkan rencana pelatihan sistem Linux untuk beblog dengan materi sebagai berikut : Pengenalan dasar + Keuntungan Penggunaan Linux Instalasi Linux Linux untuk kegiatan sehari-hari (Word, Spreadsheet, Presentasi, PDF) Ngeblog dengan komputer berbasis Linux Manajemen penggunaan &#38; trouble shooting Tempat : Excellent Infotama Kreasindo Training Center/Warnet Vavai.com Alamat     [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/12/linux.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11327" title="linux logo" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/12/linux.jpg" alt="" width="209" height="207" /></a>Berdasarkan diskusi singkat secara online, berikut diumumkan rencana pelatihan sistem Linux untuk beblog dengan materi sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Pengenalan dasar + Keuntungan Penggunaan Linux</li>
<li>Instalasi Linux</li>
<li>Linux untuk kegiatan sehari-hari (Word, Spreadsheet, Presentasi, PDF)</li>
<li>Ngeblog dengan komputer berbasis Linux</li>
<li>Manajemen penggunaan &amp; trouble shooting</li>
</ol>
<p>Tempat : Excellent Infotama Kreasindo Training Center/Warnet Vavai.com<br />
<code><br />
Alamat            : Perumahan Duren Jaya Jl. Candi Mendut Raya Blok C No. 328<br />
Bekasi 17111 Telp : 021-881 6671, 0818 489629, 0838 9247 8780<br />
Hari/Tanggal    : Sabtu, 11 Desember 2010<br />
Waktu             : 09.00 WIB-13.00 WIB<br />
Kuota              : 15 Peserta<br />
Biaya              : Rp. 50.000,-/peserta<br />
</code><br />
Fasilitas :</p>
<ol>
<li>1 peserta 1 PC (Boleh bawa laptop sendiri)</li>
<li>DVD Linux</li>
<li>Modul Panduan</li>
<li>Snack</li>
<li>Makan Siang</li>
<li>Sertifikat</li>
</ol>
<p>Mekanisme Pendaftaran :</p>
<p>1. Kirim email pendaftaran ke : ilhammi.gani@gmail.com di cc ke ms@vavai.com dengan subject : &#8220;Pelatihan Linux Beblog&#8221;<br />
2. Transfer biaya ke salah satu rekening berikut :</p>
<p>* BCA KCP Jababeka Cikarang – Bekasi Ac No : 876 019 6755 atas nama Masim Sugianto</p>
<p>* Jika anda Pengguna Group Bank ATM Bersama (Mandiri, BNI, Bukopin, BII dll) Silakan menggunakan Rekening Bank Muamalat, A/C No : 305 218 2022 atas nama Masim Sugianto.</p>
<p>* Jika anda pengguna Bank Niaga atau Bank Lippo, silakan menggunakan nomor rekening Bank Niaga : 9080103275145 kantor cabang Kelapa Gading atas nama Masim Sugianto.</p>
<p>Konfirmasi transfer bisa di email ke alamat :  ilhammi.gani@gmail.com di cc ke ms@vavai.com atau SMS/Telp ke 0818 489 629 (Vavai) /0813 1792 2838</p>
<p>Jika ada pertanyaan silakan sampaikan melalui forum komentar dibawah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/12/09/pelatihan-linux-blogger-bekasi-11-desember-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2010</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/10/30/pesta-blogger-2010.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/10/30/pesta-blogger-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 23:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pesta blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=10664</guid>
		<description><![CDATA[PestaBlogger 2010 (PB2010) akan diadakan Sabtu hari ini, 30 Oktober 2010. Bagaimana persiapan kawan-kawan? Berbeda dengan PestaBlogger-PestaBlogger sebelumnya, kali ini saya biasa-biasa saja mempersiapkan diri (perasaan dulu juga begitu, hehehe…). Saat malam menjelang PestaBlogger 2007, saya merasakan suasananya seperti malam menjelang sunatan . Exciting dan H2C ketemuan dengan teman-teman yang sebelumnya hanya kenal secara online. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/10/pb2010.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-10665" title="pb2010" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/10/pb2010-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>PestaBlogger 2010 (PB2010) akan diadakan Sabtu hari ini, 30 Oktober  2010. Bagaimana persiapan kawan-kawan?</p>
<p>Berbeda dengan PestaBlogger-PestaBlogger sebelumnya, kali ini saya  biasa-biasa saja mempersiapkan diri (perasaan dulu juga begitu,  hehehe…).</p>
<p>Saat  malam menjelang  PestaBlogger 2007, saya merasakan suasananya  seperti malam menjelang sunatan <img src="http://vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":-P" /> . Exciting dan H2C ketemuan dengan  teman-teman yang sebelumnya hanya kenal secara online. Kalau menjelang  sunatan saya panas dingin karena memikirkan rasanya di<em>klithik-klithik</em>,  malam menjelang PB menjadi malam panjang nan syahdu <img src="http://vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" /></p>
<p>Saat PB 2008, saya masih cukup exciting meski  relatif sudah lebih  kalem (Hah, kalem ??). Puncaknya di PB 2009, saya pulang sebelum acara  berakhir dan memilih creambath karena kepala keburu pusing, hehehe…</p>
<p>Di PB 2010 ini, saya sudah mengamankan agenda di tanggal 30 Oktober  2010 karena memang rasa excitingnya kembali lagi. Meski tidak ikutan di  lomba apapun (ikutan tapi salah kategori jadi nggak bakal kepilih <img src="http://vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":-D" /> ) dan juga tidak pernah dapat door prize  apapun, saya tetap berniat datang untuk ketemuan dengan teman-teman.  Bukankah salah satu prinsip Blogger itu mangan ora mangan yang penting  guyub <img src="http://vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":-P" /></p>
<p>Saya juga sempat kontak <a href="http://yusril.ihzamahendra.com/">pak  YIM</a> yang kembali ngeblog setelah vakum selama 2 tahun. Saya ajak  beliau, siapa tahu ada manfaatnya ketemuan dengan teman-teman blogger.  Sayangnya ia berhalangan hadir karena harus mengisi kuliah umum di UGM  pada waktu yang bersamaan.</p>
<p>Saya juga mengajak Mbak Icha (<a href="http://www.google.co.id/search?q=Marissa+Haque&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a">Marissa  Haque</a>) untuk dapat hadir di acara PB 2010. Siapa tahu acara ini  bermanfaat buatnya dalam berkiprah di dunia maya. Blog yang dibuat atau  mengatasnamakan namanya memang cukup banyak dan menurut saya jauh lebih  baik jika dibranding pada beberapa blog  utama saja. Siang tadi saya mendapat SMS Mbak Icha yang kemungkinan bisa  datang namun baru bisa menghadirinya setelah jam 12 siang karena harus  mengikuti kuliah S3.</p>
<p>Selain PB2010, saya sebenarnya kepingin ikut acara Muktamar  Bloggernya Komunitas Bundaran HI. Ini acara yang sangat menarik dari  komunitas yang juga menarik (motto acaranya aza : “Merayakan Keramaian”,  plesetan dari “Merayakan Keragaman”, hehehe…), sayangnya saya  kemungkinan besar sulit menghadirinya. Saya tinggal di kampung sehingga  kalau pulang malam dari acara Muktamar yang diselenggarakan malam hari,  kemungkinan besar sudah tidak ada kendaraan yang lewat <img src="http://vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":-P" /> . Kalau nanti sudah ciao dari kantor di  Desember 2010, saya mungkin bisa lebih intens untuk mengikuti acara  komunitas.</p>
<p>Jika rekan-rekan bisa hadir di PestaBlogger 2010, jangan lupa say  hello ya. Mudah-mudahan saya nggak terlalu norak di PB 2010 ini, hehehe…</p>
<p>Sampai berjumpa di PB 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/10/30/pesta-blogger-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Planet Aggregator Komunitas Blogger Bekasi</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/11/23/planet-aggregator-komunitas-blogger-bekasi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/11/23/planet-aggregator-komunitas-blogger-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Aggregator]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=2254</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan lalu ada sebuah email masuk ke account saya, menanyakan tips agar blog yang ia miliki bisa meningkat jumlah pengunjungnya. Diluar saran mengenai peningkatan kualitas tulisan, proses update yang periodik dan themes yang nyaman dipandang, ada satu saran saya yang mungkin jarang dijadikan sebagai tips, yaitu agar lebih banyak gaul dengan bergabung pada komunitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://planet.bloggerbekasi.com/"><img class="alignnone size-full wp-image-2257" title="planet-beblog-thumb" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/11/planet-beblog-thumb.jpeg" alt="planet-beblog-thumb" width="480" height="266" /></a></p>
<p>Akhir pekan lalu ada sebuah email masuk ke account saya, menanyakan tips agar blog yang ia miliki bisa meningkat jumlah pengunjungnya. Diluar saran mengenai peningkatan kualitas tulisan, proses update yang periodik dan themes yang nyaman dipandang, ada satu saran saya yang mungkin jarang dijadikan sebagai tips, yaitu agar lebih banyak gaul dengan bergabung pada komunitas dan aggregator.</p>
<p>Prinsipnya sederhana. Bergabung ke komunitas artinye peningkatan jumlah kenalan. Kenalan bisa menjadi prospek (idiom MLM  euy <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  ) dan jika dikelola dengan baik, potensial menjadi pengunjung tetap. Selain bergabung dengan komunitasnya, benefit lebih banyak bisa didapat jika bergabung dengan aggregator blog komunitas.</p>
<p>Apa itu aggregator ? Aggregator atau Planet adalah website yang berisi sekumpulan tulisan dari member blog. Artikelnya tidak ditulis manual melainkan difeed secara otomatis dari feeds blog milik member. Tiap kali ada update baru dari blog member, artikelnya otomatis difeeds oleh planet aggregator. Contoh Planet Aggregator yang populer adalah <a href="http://planet.terasi.net">http://planet.terasi.net</a> dan <a href="http://virtualisasi.com">http://virtualisasi.com</a>.</p>
<p>Komunitas Blogger Bekasi sudah memiliki Planet Aggregator sendiri yang beralamat di <a href="http://planet.bloggerbekasi.com">http://planet.bloggerbekasi.com</a>. Jika anda member Komunitas Blogger Bekasi dan memiliki blog, saran saya, silakan segera bergabung. Syaratnya mudah, antara lain :</p>
<ol>
<li>Buat kategori/tags/label artikel yang akan difeeds. Ini penting agar leluasa dalam mengatur posting artikel yang hendak difeeds atau tidak. Curhat tidak penting saya misalnya, biasanya menjadi konsumsi pribadi dan tidak saya share untuk umum. Meski yakin semua isinya bisa difeeds, saya lebih menyarankan penggunaan kategori/tags/label agar lebih mudah dan lebih leluasa diatur</li>
<li>Mendaftar melalui Link ini : <a href="http://planet.bloggerbekasi.com/kontak/">http://planet.bloggerbekasi.com/kontak/</a>. Sampaikan alamat URL blog/kategori/tags/feeds yang dimaksud pada point 1</li>
<li>Memasang banner website Komunitas Blogger Bekasi. Kode untuk dipasang disediakan pada website Komunitas Blogger Bekasi (lihat pada sisi kanan sidebar)</li>
</ol>
<p>Apa saja keuntungan ikut Planet Aggregator ? Berikut adalah beberapa diantaranya :</p>
<ol>
<li>Mendapat backlink gratis dan cuma-cuma dari website Komunitas Blogger Bekasi yang memiliki (saat ini) PageRank 3. Backlink ini bisa membantu upaya meningkatkan posisi ranking di Google</li>
<li>Memperbesar kemungkinan dikunjungi orang lain. Selain ditampilkan di Planet Aggregator, link artikel juga ditampilkan dihalaman utama website Komunitas Blogger Bekasi sehingga membuka peluang dikunjungi para pengunjung website komunitas</li>
<li>Lebih mudah dalam menulis artikel. Tidak perlu lagi menulis 2x/copy paste agar tulisan bisa muncul di website Komunitas</li>
</ol>
<p>Jadi, tunggu apalagi ? Silakan mendaftar melalui form yang disediakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/11/23/planet-aggregator-komunitas-blogger-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelebaran Jalan Cut Meuthia Bekasi (Terminal-Rawa Panjang)</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/pelebaran-jalan-cut-meuthia-bekasi-terminal-rawa-panjang.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/pelebaran-jalan-cut-meuthia-bekasi-terminal-rawa-panjang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 09:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Vavai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu target utama pembangunan kota Bekasi dimasa pemerintahan Walikota Mochtar Mochammad adalah pembangunan, pelebaran dan perbaikan jalan-jalan di seputar kota Bekasi. Pendekatan ini sangat tepat karena salah satu keluhan utama para pengunjung kota Bekasi (yang diingat oleh orang yang datang ke kota Bekasi) adalah jalan-jalan yang rusak Saya masih ingat sewaktu ada polling di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu target utama pembangunan kota Bekasi dimasa pemerintahan Walikota Mochtar Mochammad adalah pembangunan, pelebaran dan perbaikan jalan-jalan di seputar kota Bekasi. Pendekatan ini sangat tepat karena salah satu keluhan utama para pengunjung kota Bekasi (yang diingat oleh orang yang datang ke kota Bekasi) adalah jalan-jalan yang rusak <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Saya masih ingat sewaktu ada polling di website Kota Bekasi, hal apa yang harus diprioritaskan oleh Pemda Bekasi diantara fasilitas kesehatan, pendidikan<span id="more-1085"></span> atau jalan, ternyata sebagian besar pengunjung website memilih perbaikan jalan sebagai prioritas utama. Ini bukan berarti pendidikan dan kesehatan menjadi nomor dua melainkan dari segi kebutuhan utama penduduk, kualitas jalan merupakan keluhan utama mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://files.vavai.net/images/bekasi/cut%20meutia1.jpg"><img src="http://files.vavai.net/images/bekasi/cut%20meutia1.jpg" alt="Jalan Cut Meuthia Bekasi" width="512" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu perbaikan jalan yang dilakukan adalah pelebaran dan perbaikan jalan sepanjang jalan Cut Meuthia alias jalan antara Terminal Bekasi hingga daerah Rawa Panjang. Rawa Panjang merupakan persimpangan kearah Cileungsi-Bogor dan pusat kota Bekasi, selain merupakan jalur utama menuju ke pintu tol Bekasi Barat-Metropolitan Mall.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/cutmeutia2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1528" title="cutmeutia2" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/cutmeutia2.jpg" alt="cutmeutia2" width="640" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jalan raya utama yang biasanya menjadi sumber kemacetan dibeberapa titik ini (Tanjakan Rawa Semut, Carrefour Bekasi Timur/Eks Bumi Perkemahan Karang Kitri, UNISMA dan Rawa Panjang) diperlebar hingga menjadi dua kali lipat lebar jalan yang lama.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://files.vavai.net/images/bekasi/cutmeutia3.jpg"><img src="http://files.vavai.net/images/bekasi/cutmeutia3.jpg" alt="Jalan Cut Meuthia Bekasi" width="512" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pelebaran jalan ini cukup membantu mengurangi beban kemacetan yang biasanya disebabkan KOASI yang mangkal di beberapa tempat. Mengingat jalan ini merupakan jalan utama di kota Bekasi (mulai dari jalan Ahmad Yani Pemda Bekasi hingga jalan Diponegoro Tambun), sudah selayaknya Pemda Bekasi menata jalan menjadi kawasan tertib lalu lintas, dengan pembuatan separator ditengah jalan dan jika memungkinkan, memikirkan penyediaan Bus Komuter seperti halnya Trans Jakarta atau Trans Yogya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Trans Jakarta memerlukan dana yang besar, pendekatan model Trans Yogya bisa menjadi pilihan karena tidak memerlukan pembiayaan sebesar yang dilakukan oleh Busway Trans Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika pemerintah kota Bekasi dibawah Walikota Mochtar Mochammad berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur ditahun-tahun awal pemerintahannya, kita mungkin bisa berharap kota Bekasi yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/pelebaran-jalan-cut-meuthia-bekasi-terminal-rawa-panjang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Bekasi Lewat Pintu Tol Mana ?</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/ke-bekasi-lewat-pintu-tol-mana.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/ke-bekasi-lewat-pintu-tol-mana.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Tol]]></category>
		<category><![CDATA[kalimalang]]></category>
		<category><![CDATA[Vavai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=1270</guid>
		<description><![CDATA[Ini pertanyaan penting dan sering diajukan oleh rekan-rekan yang hendak mengikuti training atau hendak berkunjung ke rumah saya di dekat Terminal Bekasi, utamanya mereka yang berasal dari luar kota. Tak jarang, rekan-rekan dari Jakarta atau Tangerang kerap bertanya, kalau ke Bekasi sebaiknya lewat pintu tol mana ? Bekasi memiliki beberapa pintu tol dan salah keluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/pintu-tol-bekasi-barat-thumb.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1523" title="pintu-tol-bekasi-barat-thumb" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/pintu-tol-bekasi-barat-thumb.jpg" alt="pintu-tol-bekasi-barat-thumb" width="500" height="375" /></a><br />
Ini pertanyaan penting dan sering diajukan oleh rekan-rekan yang hendak mengikuti training atau hendak berkunjung ke rumah saya di dekat Terminal Bekasi, utamanya mereka yang berasal dari luar kota. Tak jarang, rekan-rekan dari Jakarta atau Tangerang kerap bertanya, kalau ke Bekasi sebaiknya lewat pintu tol mana ?</p>
<p><span id="more-1270"></span>Bekasi memiliki beberapa pintu tol dan salah keluar tol mungkin akan sangat merugikan dari sisi waktu (selain dari sisi uang tentunya).</p>
<p>Berikut adalah catatan seputar pintu tol Bekasi, daerah yang dituju dan tips-tips jika satu waktu keluar atau masuk pintu tol di Bekasi :</p>
<ol>
<li>Pintu tol Pondok Gede. Sesuai dengan namanya, pintu tol ini bisa dijadikan rujukan jika ingin menuju daerah Pondok Gede, Jati Waringin maupun sekitar Kali Malang</li>
<li>Pintu Tol Pondok Gede Timur / Jati Bening. Saat ini merupakan pintu tol paling ramai karena sebagian besar Bus AKAP melintasi jalur ini. Pintu tol ini bisa digunakan jika ingin menuju daerah Kali Malang, Jati Bening maupun daerah Pondok Kopi</li>
<li>Pintu tol Kali Malang, merupakan jalur jalan tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) kearah Cakung/Pulo Gadung, bisa digunakan untuk menuju daerah Kali Malang (Jl. KH Noer Alie) / Pondok Kopi</li>
<li>Pintu tol Bintara, merupakan jalur menuju daerah Bintara, Kranji, Pondok Ungu dan Seroja</li>
<li>Pintu tol Bekasi Barat, merupakan pintu tol utama menuju daerah kota Bekasi. Bagi tujuan terminal Bekasi, Stadion (GOR) + Kolam Renang, Kompleks Pemda, Islamic Center, Asrama Haji, Stasiun KA dan Terminal Bekasi bisa keluar melalui pintu tol ini. Bisa juga digunakan untk menuju daerah Bekasi Utara (Babelan, Taruma Jaya dll)</li>
<li>Pintu tol Bekasi Timur, bisa dijadikan pilihan jika pintu tol Bekasi Barat terlalu padat. Bisa juga digunakan jika ingin ke daerah Terminal Bekasi, DPRD kota Bekasi, UNISMA, Carrefour Bekasi Timur, Tambun dan Perumahan-Perumahan di Bekasi Timur</li>
<li>Pintu tol Tambun/Grand Wisata, bisa digunakan jika ingin ke daerah Tambun dan Setu. Keluar tol melalui perumahan Grand Wisata</li>
<li>Pintu tol Cibitung/MM2100, bisa digunakan jika hendak menuju daerah Cibitung/Tambun/Cikarang dan kawasan industri MM2100. Hati-hati pada saat hendak keluar tol, ada percabangan ke kawasan industri dan jalur ke jalan umum</li>
<li>Pintu tol Cikarang, merupakan pintu utama ke Lippo Cikarang dan kawasan industri di Cikarang (Jababeka, EJIP, Karyadeka, BIIE, Delta Silicon Industrial Park dll), termasuk terminal dan stasiun Cikarang</li>
<li>Pintu tol Pasir Ranji, bisa digunakan jika hendak ke Pemda Kabupaten Bekasi atau perumahan Delta Mas</li>
</ol>
<p><a href="http://files.vavai.net/images/bekasi/pintu-tol-bekasi-timur.jpg"><img src="http://files.vavai.net/images/bekasi/pintu-tol-bekasi-timur-thumb.jpg" alt="Pintu Tol Bekasi Barat" width="500" height="375" /></a></p>
<p><strong>Catatan Penting :</strong></p>
<ol>
<li>Jika dari arah Pemda Bekasi menuju pintu tol Bekasi Barat dilarang langsung belok kanan. Silakan lurus, ambil sisi kiri didepan Giant Hypermarket, ikuti jalan dibawah jembatan untuk berputar masuk ke pintu tol Bekasi Barat</li>
<li>Pintu tol Bekasi Timur terbagi 2. Untuk pintu masuk pertama merupakan jalur menuju ke Cikarang/Cikampek dan merupakan jalur keluar kendaraan dari arah Jakarta. Pintu masuk kedua merupakan jalur menuju ke Jakarta sekaligus jalur keluar kendaraan dari arah Cikarang/Cikampek</li>
<li>Jalan tol JORR menggunakan sistem tarif all in one, jauh dekat sama saja. Jika dari arah Cikarang/Cikampek menuju Bintara/Kranji bisa keluar melalui pintu tol Bekasi Barat. Jika masuk di salah satu pintu tol JORR akan dikenakan tarif full</li>
<li>Selepas pintu tol Bekasi Timur, di daerah Tambun (KM 19) ada rest area yang cukup representatif. Silakan beristirahat disini, sekaligus isi BBM dan makan. Tersedia juga free hotspot akses internet</li>
<li>Jika dari arah Jakarta melintasi pintu tol Jati Bening/Pondok Gede Timur jangan ambil lajur paling kiri. Ini merupakan jalur lambat, untuk bus umum yang hendak mengambil penumpang</li>
</ol>
<p>Saya lupa pintu tol JORR di daerah Cikunir, akan saya update jika ada informasi tambahan.</p>
<p>Catatan : Gambar diambil dari <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=680222">thread ini</a> dan <a href="http://keluargafauzi.blogspot.com/2009/03/terdampar-di-pintu-tol.html">link ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/ke-bekasi-lewat-pintu-tol-mana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekasi &amp; Stigma Pemalas</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/bekasi-stigma-pemalas.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/bekasi-stigma-pemalas.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 06:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tambun]]></category>
		<category><![CDATA[Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Volunteer]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=1078</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kerisauan saya yang utama dan menghinggapi saya selama ini adalah kenyataan ada banyak anak-anak putus sekolah di kampung saya di Tambun-Bekasi. Mereka bukan putus sekolah dalam arti berhenti ditengah jalan (meski ada juga beberapa) melainkan mereka lulus SLTA namun tidak bisa melanjutkan kuliah dan juga tidak bisa bekerja. Lowongan pekerjaan sangat terbatas. Kalaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/lambang-bekasi1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1511" title="lambang-bekasi" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/lambang-bekasi1.jpg" alt="lambang-bekasi" width="150" height="170" /></a>Salah satu kerisauan saya yang utama dan menghinggapi saya selama ini adalah kenyataan ada banyak anak-anak putus sekolah di kampung saya di Tambun-Bekasi. Mereka bukan putus sekolah dalam arti berhenti ditengah jalan (meski ada juga beberapa) melainkan mereka lulus SLTA namun tidak bisa melanjutkan kuliah dan juga tidak bisa bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Lowongan pekerjaan sangat terbatas. Kalaupun ada, banyak perusahaan yang memilih menggunakan yayasan. Mereka tidak punya pilihan. Jika mereka masuk melalui yayasan, mereka harus menyetorkan sekian juta rupiah dari gaji (prosesnya dicicil, misalnya Rp. 500 ribu tiap bulan) sedangkan kadang mereka hanya bekerja selama 3-6 bulan saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1078"></span>Saat ini saya memang tinggal agak jauh dari kampung tempat saya dilahirkan di Tambun sana. Saya tinggal di Bekasi Timur, dekat terminal Bekasi. Jarak tempat tinggal sekarang dengan kampung saya di Tambun memang hanya beda kecamatan namun tiap saya pulang menjenguk orang tua saya, rasa risau dihati saya tidak kunjung reda. Banyak dari mereka adalah tetangga saya dilingkungan rumah orang tua saya. Beberapa diantaranya malah sanak family saya, sedangkan sebagian besar lagi adalah adik kelas saya baik di SD maupun SMP.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tahu pasti sikap dan tindak tanduk mereka sedari kecil. Saya tahu mereka adalah anak-anak yang relatif baik. Kalaupun ada kenakalan, semuanya kenakalan khas remaja dan bukan kriminal.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalahnya, tidak bisa kuliah dan tidak memiliki pekerjaan membuat mereka hanya memiliki sedikit kesempatan. Ada stigma bahwa orang Bekasi (asli ?)  itu pemalas. Stigma yang mungkin dilekatkan karena ada beberapa sikap yang dilakukan oleh segelintir orang namun menjadi generalisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak pernah percaya pada generalisasi. Baik itu generalisasi yang dilekatkan pada orang Bekasi asli ataupun generalisasi yang dilekatkan pada orang lain, didaerah lain, pada suku lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Stigma orang Bekasi pemalas dan bodoh mungkin gejala umum yang bukan hanya terjadi di Bekasi. Didaerah lain mungkin ada kecenderungan yang sama, yang sering berujung pada konflik horizontal sosial-masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak ingin melawan stigma yang dibalas dengan stigma. Ada banyak stigma negatif tentang orang Bekasi, antara lain soal pemalas dan bodoh tadi, kemudian stigma tukang kawin (yang membuat isteri saya sempat maju mundur saat hendak menikah dengan saya <img src="http://vavai.com/blog/v2/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":-D" /> ), stigma soal jual tanah warisan, stigma soal ketidakmauan merantau, stigma soal ketidakmauan belajar dan stigma negatif lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya khawatir, stigma yang ada, tidak kuliah dan tidak bekerja jika tidak dikelola dengan hati-hati bisa menyeret mereka pada perilaku kriminal.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sebagian besar orang langsung mengecam tindak tanduk ormas-ormas kedaerahan yang mengatasnamakan Bekasi atau Betawi, saya pribadi miris karena ada banyak diantara mereka yang ikut organisasi tersebut karena tidak punya pilihan untuk bisa mencari nafkah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sejak lama berpikir, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk mengurangi stigma tersebut sekaligus membantu mereka-mereka yang mengalami kesulitan diatas. Saya juga tidak ingin membatasinya hanya untuk orang Bekasi karena saya pribadi cenderung untuk meniadakan sekat-sekat kedaerahan dan jargon “orang asli”</p>
<p style="text-align: justify;">Pikir saya, mungkin ada yang bisa saya lakukan tanpa menunggu saya kaya raya dan membiayai seluruh misi saya. Berikut adalah beberapa pemikiran yang terlintas dibenak saya :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Memberikan pelatihan</strong>. Pelatihan tidak hanya dalam bentuk aplikasi komputer yang menjadi basic kompetensi saya melainkan meliputi juga tata cara pembuatan surat lamaran kerja yang baik, tata cara menghadapi proses interview, tata cara menghadapi test kerja maupun test PNS. Banyak diantara anak-anak lulusan SLTA yang gagal bukan karena mereka tidak mampu melainkan kebanyakan dari mereka grogi, membuat lamaran kerja sekenanya dan memiliki keterampilan yang tidak cukup</li>
<li><strong>Memberi dukungan</strong>. Dukungan yang dimaksud bisa saja dalam bentuk support finansial terbatas, misalnya membantu menyediakan kertas, print out dan amplop untuk lamaran kerja, serta biaya untuk mengirimkan lamaran. Meski nilainya tidak seberapa, banyak diantara mereka yang bahkan tidak punya cukup uang untuk sekedar mengirimkan lamaran pekerjaan</li>
<li><strong>Memperluas Jaringan</strong>. Saya berharap memiliki jaringan yang lebih luas agar peluang-peluang yang bisa didapatkan semakin besar. Mungkin ada diantara mereka yang berminat bekerja dibidang pertanian atau menjadi operator warnet atau menjadi karyawan non pabrik lainnya.</li>
<li><strong>Proyek Berkelanjutan</strong>. Saya menyadari sepenuhnya bahwa suatu proyek yang diinisasi harus bisa menghidupi dirinya sendiri agar bisa berkelanjutan. Dalam benak saya, kegiatan ini merupakan kegiatan volunteer yang biaya awalnya ditanggung oleh para pendiri sesuai kemampuan namun secara bertahap mendapat kontribusi dari sisi yang lain. Tidak menutup kemungkinan para alumni proyek ini membantu teman-temannya baik dalam bentuk finansial (secara sukarela dengan besaran sesuai kemampuan) atau dalam bentuk lainnya</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Bagi rekan-rekan yang punya pengalaman untuk kegiatan sejenis atau rekan-rekan yang memiliki saran atau kritik silakan sampaikan melalui bagian komentar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini merupakan salinan dari tulisan di <a href="http://vavai.com/blog/v2/2009/06/24/risau/">blog pribadi : Risau</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/bekasi-stigma-pemalas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Bekasi ?</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/bahasa-bekasi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/bahasa-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 19:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masim Vavai Sugianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vavai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=1251</guid>
		<description><![CDATA[Kata orang, bahasa Bekasi aseli itu norak abiez, padahal setiap bahasa lokal memang selalu dianggap norse (Norak sekali). Coba saja kalau kita berkunjung ke suatu daerah, biasanya hal-hal yang sifatnya lokal dianggap kurang keren. Apakah bahasa Bekasi (Betawi ?) kurang keren mengingat logat dan intonasi orang Bekasi yang menggebu-gebu ? Rasanya tidak juga. Bahasa Bekasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/jawara.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1254" title="jawara" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/jawara.jpg" alt="jawara" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Kata orang, bahasa Bekasi aseli itu norak abiez, padahal setiap bahasa lokal memang selalu dianggap norse (Norak sekali). Coba saja kalau kita berkunjung ke suatu daerah, biasanya hal-hal yang sifatnya lokal dianggap kurang keren.</p>
<p>Apakah bahasa Bekasi (Betawi ?) kurang keren mengingat logat dan intonasi orang Bekasi yang menggebu-gebu ? Rasanya tidak juga. Bahasa Bekasi malah kaya dengan berbagai variasi kata. Berikut adalah contoh variasi bahasa Bekasi untuk Anjing :<span id="more-1251"></span></p>
<ol>
<li>Anjing : DOG</li>
<li>Anjing Diam : Nge-JeDOG</li>
<li>Anjing Makan : BaDOG</li>
<li>Anjing Besar : BulDOG</li>
<li>Anjing Pincang : PeDOG</li>
<li>Anjing Dipukuli Punggungnya : DoDOG</li>
<li>Anjing Rebus : GoDOG</li>
<li>Anjing Bogor : GaDOG</li>
</ol>
<p>Tuh kan, satu nama saja bisa banyak arti <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana dengan yang lain ? Ambil contoh ungkapan untuk kata &#8220;mengejar&#8221;, bisa berkembang menjadi : diudag-udag, dibledig-bledig, dioyok-oyok dan diuber-uber.</p>
<p>Kemudian ada kata <em><strong>sempal</strong><strong> </strong>dan <strong>semplak</strong></em>. Keduanya untuk mengatakan kayu yang patah, hanya saja bedanya, sempal itu berarti dahan yang lepas (Tidak patah. Dahan pohon tersebut lepas dari batang) sedangkan semplak berarti dahannya patah.</p>
<p>Ada lagi kata <strong>Tublek</strong>. Arti tepatnya agak susah dideskripsikan. Tublek tidak sama dengan Tumpah. Kalau tumpah biasanya lebih berasosiasi pada air, kalau tublek lebih kepada benda padat. Intinya memang sama-sama jatuh. Contohnya : &#8220;Tukang warung itu lari sambil membawa nasi dibakul. Karena kakinya tersandung akar pohon Akasia, bakulnya <em>Tublek</em> hingga nasinya menjadi kotor.&#8221;</p>
<p>Kalau dikoleksi, istilah yang digunakan untuk bahasa Bekasi ini cukup banyak. Ada kiping untuk menyebut roda,  lempeng untuk menyebut lurus, kepret untuk menyebut tampar (tapi dengan punggung tangan) dan lain-lain.</p>
<p>Sebenarnya bahasa Bekasi sendiri tidak berdiri sendiri karena sebagian besar merupakan bahasa serapan. Banyak istilah yang digunakan dalam kata Bekasi merupakan serapan dari bahasa Jawa dan Sunda. Contohnya : &#8220;Itu bocah cakep emen&#8221; yang artinya itu anak cakep amat.</p>
<p><strong>Update 1, 2009-10-10, 01:00 :</strong></p>
<p>Ini beberapa kosakata yang umum dalam percakapan di Bekasi :</p>
<ol>
<li>Danta : Jelas. Contoh kalimat : &#8220;Ah, omongan lu kaga danta pisan&#8221; = Omongan kamu nggak jelas banget, susah dimengerti</li>
<li>Gegawakan, Gegembretan : Berteriak-teriak. Contoh kalimat : &#8220;Emanya bocah, itu si Udin diliat ngapa, dia gegembretan/gegawakan bae dari tadi&#8221; = Bu/ma, itu si Udin dicheck, kenapa sih teriak-teriak saja</li>
<li>Gegeroan : Memanggil. Contoh kalimat : &#8220;Ya elah tong, Gua mah gegeroan bae dari tadi, lah eluh kaga ngewaruh. Ngomong ge, jawab ge, jangan ngejegug aja&#8221; = Ya ampun nak, bapak panggil-panggil kamu tapi kamu kok nggak tanggapi. Ngomong kek, jawab kek, jangan diam saja.</li>
<li>Ngewaruh : Menanggapi. Contoh kalimat nomor 3</li>
<li>Ngejegug : Diam saja. Ngejegug juga bisa berarti mendorong kepala dari belakang (tidak sopan)</li>
<li>Manggrok : Hinggap, Mendekam. Umumnya dipakai untuk anak yang memanjat pohon dan duduk didahan dan diam diatas. Contoh kalimat : &#8220;Dicariin kaga ketemu-ketemu, kaga taunya tuh bocah lagi manggrok di puun Jambu. Jangan-jangan tuh bocah kesambet dibawa kolong wewe&#8221;. Artinya : &#8220;Dicari-cari nggak ketemu, eh nggak tahunya sedang ada diatas pohon jambu. Jangan-jangan diganggu setan kolong wewe. Kolong wewe = hantu perempuan yang suka membawa anak kecil.</li>
<li>Keketeg : niat, pemikiran. Contoh kalimat : &#8220;Elu mah kaga punya keketeg. Disuruh kerja kaga bener, disuruh sekolah bolos mulu&#8221;</li>
<li>Rempug = bersatu, murag = mencar, terpencar.Ini contoh kalimatnya :<br />
“Busyet, itu tanah pada murag didorong pake doser”Artinya : Tanah pecah berserakan karena dibuldozer</p>
<p>Motto : Bersatu kita rempug, bercerai kita murag, huehuehue… Forum Betawi Rempug = Forum Persatuan (Orang) Betawi.</li>
<li>Gedumbrangan/Gedombrangan : Bunyi-bunyi keras. Contoh kalimat : &#8220;Itu bocah disamping lagi pada ngapain ya, gedumbrangan bae&#8230;&#8221;</li>
<li>Gombrong : sangat longgar. Contoh kalimat : &#8220;Lu pake baju ukuran berapa sih, gombrong bangat&#8221;</li>
<li>Ontong, Montong : Jangan. Jangan salah dengan kata Entong. Entong : Panggilan untuk anak kecil. Contoh kalimat : &#8220;Eh tong, Takbiran mah takbiran, Montong ge segala bakar petasan, entar salah-salah ketanggor polisi baru tau rasa&#8221; , artinya : &#8220;Nak, takbiran keliling sih boleh saja tapi jangan menyulut petasan, nanti malah berurusan dengan polisi malah kena batunya&#8221;. Ketanggor = berjumpa, tapi biasanya kurang baik, berurusan dengan sesuatu yang kurang enak. Misalnya tabrakan, berkelahi.</li>
<li>Mentog : Berhenti karena sesuatu, misalnya mendorong meja kok susah amat, ternyata meja itu mentog kena tembok <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Bagen : Biar, boleh. Contoh kalimat : &#8220;Lah bagen temen dia ngajak cewek yang dia demenin asal dia bilang dulu ke ema bapanya&#8221;, artinya : &#8220;Ya boleh-boleh saja dia mengajak teman perempuan yang dia suka asalkan izin dulu pada orang tuanya&#8221;. Temen, Emen = Sangat. demen = Suka. Demenan = Pacar.</li>
<li>Bagel : Timpuk. Contoh kalimat : &#8220;Mangga disamping rumah gua sering dibagelin sama bocah SD&#8221;</li>
<li>Kepladug : Tersandung. Contoh kalimat : &#8220;Emang mata lo ditaro dimana, jalan aza kepladug batu ampe bedarah begini&#8221;</li>
<li>Melengso : Tidak lurus, tidak simetris, belok. Contoh kalimat : &#8220;Tong, panggilin tukang urut kemari. Kemaren babe ngampakin kayu badan rasanya cape banget ampe pada melengso&#8221;</li>
<li>Iles : Gilas. Bisa juga berarti memisahkan butiran (padi) dari tangkainya. Contoh kalimat : &#8220;Lu kira anak gua padi, gampang diiles semao lu&#8221;, kata bang Mamat sambil nyenggol-nyenggol gagang golok.</li>
<li>Getek = Rakit. Ketek = Ketiak <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> )</li>
<li>Jaro =Pagar</li>
<li>Nibla : Loncat. Contoh kalimat : &#8220;Buset, gua ampe ampir mati kojor gara-gara ada yang nibla didepan gua. Gua kira memedi kaga taunya si Dul ama si Aceng&#8221;</li>
</ol>
<p>Beberapa tambahan bisa dibaca pada bagian komentar.</p>
<p><strong>Istilah-Istilah Relasi Persaudaraan </strong></p>
<ol>
<li>Enyak : Ibu</li>
<li>Baba, Babe : Bapak</li>
<li>Engkong : Kakek</li>
<li>Uwa : Nenek</li>
<li>Mamang : Paman, biasanya adik ibu/ayah. Paklik</li>
<li>Nde : Paman, kakak ibu/ayah. Pakde</li>
<li>Nce : Bibi</li>
<li>Ncang : Panggilan untuk paman tapi bukan saudara dekat</li>
<li>Nching : Panggilan untuk bibi tapi bukan saudara dekat</li>
</ol>
<p>BTW, ada sesuatu yang perlu diketahui soal kata gua (guwah) yang merujuk pada diri sendiri. Umumnya kata ini hanya digunakan untuk lawan bicara yang selevel atau lebih rendah, misalnya teman sebaya atau orang tua pada anaknya. Hampir tidak pernah digunakan oleh yang lebih rendah ke level yang lebih tinggi, misalnya dari anak ke orang tua. Umumnya untuk menghormati lawan bicara digunakan kalimat bahasa Indonesia : saya.</p>
<p>Nggak mungkin saya bicara dengan orang tua saya seperti ini : &#8220;Nyak/Baba, gua kaga punya duit, jual tanah ge, itu yang deket empang segaretan pan bisa dilego&#8221;. Bisa-bisa uang nggak didapat, golok malah bicara, hehehe&#8230; Makanya saya kaget banget waktu isteri saya yang notabene orang Jawa (Salatiga+Brebes) malah bicara elu-gua ke orang tuanya. Pikir saya, ini isteri kok nggak sopan banget. Ternyata bagi isteri saya, elu-gua ke orang tua malah menunjukkan keakraban diantara mereka&#8230;</p>
<p>Kalau mau coba memahami bahasa Bekasi demikian adanya, coba baca artikel ini : <a href="http://bloggerbekasi.com/2009/10/07/bekasih-begaya-1-pertarungan-kampung-buwek-vs-kampung-selang.html">&#8220;Bekasih Begaya (1) <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ertarungan Kampung Buwek Vs. Kampung Selang&#8221;</a> atau sekali-kali datang ke Pasar Tambun atau Pasar Induk Cibitung <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Catatan : Ilustrasi foto diambil dari sini : <a href="http://bponthel.wordpress.com/2008/12/04/ngonthel-di-djokdja/">&#8220;Ngonthel di Djokdja&#8221;</a></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 297px; width: 1px; height: 1px;">
<h2><a title="Permanent Link to Bekasih Begaya (1) :Pertarungan Kampung Buwek Vs. Kampung Selang" rel="bookmark" href="../2009/10/07/bekasih-begaya-1-pertarungan-kampung-buwek-vs-kampung-selang.html">Bekasih Begaya (1) <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ertarungan Kampung Buwek Vs. Kampung Selang</a></h2>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/10/16/bahasa-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

