<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Blogger Bekasi &#187; yaayaat</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/author/yaayaat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 06:32:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Yang tersisa dari Amprokan Blogger mantelku hilang mantelku malang</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/03/11/yang-tersisa-dari-amprokan-blogger-mantelku-hilang-mantelku-malang.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/03/11/yang-tersisa-dari-amprokan-blogger-mantelku-hilang-mantelku-malang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yaayaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=5316</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung masih anget alias masih berasa suasana Amprokan Blogger 2010, saya ingin berbagi cerita untuk teman-teman blogger lainnya. Sebetulnya sejak awal saya begitu takjub dan sangat antusias mendengar akan diadakannya Amprokan Blogger Bekasi 2010, bagaimana tidak &#8212; bayangkan saja komunitas Blogger Bekasi pasa saat diusianya yang masih balita (tapi anggotanya udah gak balita lagi :p) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/03/PICT0024.jpg"><img class="size-medium  wp-image-5317 alignleft" style="margin: 1px 4px; border: 3px solid white;" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/03/PICT0024-300x225.jpg" alt="" width="256" height="201" /></a>Mumpung masih anget alias masih berasa suasana Amprokan Blogger 2010, saya ingin berbagi cerita untuk teman-teman blogger lainnya. Sebetulnya sejak awal saya begitu takjub dan sangat antusias mendengar akan diadakannya Amprokan Blogger Bekasi 2010, bagaimana tidak &#8212; bayangkan saja komunitas Blogger Bekasi pasa saat diusianya yang masih balita (tapi anggotanya udah gak balita lagi :p) acara yang diselenggarakan sangat meriah dan sepanjang saya mengikuti acara ini saya berasa seperti pejabat yang sedang melakukan safari atau kunjungan terhadap warganya di seputaran Bekasi :p (narsis mode on) dengan dikawal oleh PATWAL dari Anggota Kepolisian Metro Bekasi yang biasanya mengawal kegiatan mobilisasi Bapak Wailkota Bekasi.<span id="more-5316"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya saya tidak bisa menghadiri secara keseluruhan kegiatan Amprokan Blogger Bekasi 2010. Oleh karena istri saya sedang sakit, pada hari pertama saya tidak dapat mengikuti sampai acara selesai &#8212; kegiatan saya mengikuti Amprokan Blogger hanya sampai pukul 6 sore menjelang senja hari.  Ketika bus rombongan kembali ke Kota Bekasi setelah selesai melakukan touring ke beberapa tempat di wilayah Bekasi (perjalanan dimulai dari Asrama Haji Bekasi menuju GOR BEKASI &#8211; Tugu Patriot &#8211; setelah itu menuju ke salah satu pusat pengrajin Boneka di Kampung Ciketing Bantar Gebang, kemudian ke tempat pengolahan biogas dari hasil pengolahan sampah di Bantar Gebang, selanjutnya ke kawasan industri JABABEKA di bilangan Cikarang mengunjungi President University, Botani Garden dan kembali ke Kota Bekasi). Demikian pula untuk hari kedua &#8212; praktis saya tidak mengikuti acara yang berlangsung pada hari kedua &#8212; oleh karena istri saya minta ditemani karena kondisinya masih belum bugar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari acara Amprokan Blogger Bekasi 2010 ada hal yang paling tidak disangka-sangka yakni hilangnya mantel hujan yang selama ini setia menemani saya dikala hujan lebat. Mantel ini sudah saya menemani saya sejak kurang lebih 4 tahun yang saya beli didepan Stasiun Bekasi seharga Rp. 55.000,-   mantel kesayangan saya ini sudah menemani saya mengelilingi JABOTABEK meskipun lusuh dan robek akibat sudah renta saya tidah berniat untuk membuangnya (cinta mati neh :p), sebetulnya saya sudah membeli mantel baru untuk istri saya untuk menemani mantel kuning kesayangan saya yang tetap saya gunakan meskipun sudah lusuh dan merembes kalau kehujanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat saya pulang setelah mengambil motor yang dititipkan di Asrama Haji Bekasi, saya langsung bergegas pulang karena istri saya minta dibelikan Mie kesukaannya di bilangan Pekayon. Ketika berada di depan Islamic Centre Kota Bekasi saya baru menyadari bahwa mantel hujanku itu sudah tidak berada disisiku hiks-hiks-hiks, &#8220;waduh kok mantelnya gak ada yaa&#8221; gumam saya dalam hati, saya tetap melanjutkan perjalanan pulang dengan asumsi dan yakin mantel itu paling juga tertinggal atau dibenahi oleh petugas penjaga atau satpam.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya saya bertanya keapada petugas yang berada di Asrama Haji Bekasi, &#8220;pak kemarin saya parkir motor disini, maaf  apa bapak melihat ada mantel hujan tertinggal??&#8221; tanya saya kepada pak satpam &#8212; kemudian satpam itu berkata &#8220;wah maaf pak saya sudah aplusan, nanti malam saja Jam 7.00 bapak tanya sama petugas yang kemarin jaga disini&#8221; jawab pak satpam.  Waduuh kok bisa hilang yaa gumam saya dalam hati, akhirnya saya mengucapkan terima kasih pada pak satpam karena bersedia menjawab pertanyaan saya <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Sampai hari ini saya belum mau membeli mantel hujan (bukannya gak punya duit hehehehehe) tapi oleh karena saya masih berduka karena mantelku itu sudah tiada huuu huuu huuuu. Untuk yang menemukan mantel hujan kesayanganku, semoga tidak  menyesal  mendapatkan mantel hujan yang sudah lusuh dan robek penuh jahitan :p.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari hal kecil dan kelihatan sepele ini saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membuat acara Amprokan Blogger 2010 sukses luar biasa. Bisa jadi pada saat Pesta Blogger tahun ini Kota Bekasi dapat menjadi calon tuan rumah yang patut diperhitungkan. Hidup Bloggerr Bekasi !!!.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/03/11/yang-tersisa-dari-amprokan-blogger-mantelku-hilang-mantelku-malang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau ada Di Bekasi Mengapa harus Ke luar Kota?</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/12/31/kalau-ada-di-bekasi-mengapa-harus-ke-luar-kota.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/12/31/kalau-ada-di-bekasi-mengapa-harus-ke-luar-kota.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 14:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yaayaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Ekbis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3162</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering berseloroh dan sedikit bergurau “saya mau ke luar kota” kepada teman kantor bilamana ingin berpergian ke beberapa wilayah di Jakarta oleh karena mendapat tugas kantor untuk mendatangi beberapa klien yang berada dibeberapa tempat di Jakarta. Secara kebetulan saya bekerja di kantor konsultan Accounting dan Management di bilangan Kayuringin Bekasi Barat. Boleh dibilang selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Saya sering berseloroh dan sedikit bergurau “saya mau ke luar kota” kepada teman kantor bilamana ingin berpergian ke beberapa wilayah di Jakarta oleh karena mendapat tugas kantor untuk mendatangi beberapa klien yang berada dibeberapa tempat di Jakarta. Secara kebetulan saya bekerja di kantor konsultan Accounting dan Management di bilangan Kayuringin Bekasi Barat. Boleh dibilang selama 7 tahun lebih &#8212; hampir 24 jam sehari, 7 hari dalam satu minggu, 4 minggu dalam satu bulan dan seterusnya lebih banyak waktu saya jalani di Kota Bekasi. Seluruh aktivitas sehari-hari saya mulai dari makan, tidur, bangun, bekerja sejak dari matahari terbit – terbenam – lalu terbit kembali, terus begitu saya habiskan di Kota Bekasi.</p>
<p align="left">Kota Bekasi yang merupakan bagian dari propinsi Jawa Barat berbatasan langsung dengan Kota Metropolitan DKI Jakarta, pada saat ini maupun kedepan semakin memiliki posisi yang sangat strategis sebagai Kota Pengimbang (<em>Trickling Down Effect</em>) untuk mengurangi tekanan penduduk beserta aktifitasnya dari DKI Jakarta.</p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/37137326@N03/4230839472/"><img style="border: 0pt none;margin-left: auto;margin-right: auto" src="$DSC027371_thumb17.jpg" border="0" alt="DSC027371" /></a>Perkantoran Ruko Bekasi Mas Jl. Jend. A. Yani Bekasi Barat</p>
<p>Salah satu contoh nyata wujud Kota Bekasi yang merupakan sebuah Kota berbasis Jasa dan Industri adalah tumbuh kembangnya sarana dan prasarana pendukung seperti infrastruktur jalan yang mendukung lancarnya lalulintas barang dan mobilitas penduduk Kota Bekasi. Saat jalan di sekitar Jl. Jend. A. Yani Bekasi Barat telah rampung, akses jalan mulai dari depan halaman Kantor Walikota Bekasi sampai di depan Islamic Centre Kota Bekasi begitu mulus dan beberapa tanaman telah ditanam sebagai bagian dari penghijauan Kota Bekasi.</p>
<p>Saya begitu mencintai Kota Bekasi, satu hal yang saya paling sukai adalah saat ini saya hampir tidak perlu lagi “ke luar kota” untuk membeli beragam keperluan baik untuk kebutuhan kantor maupun kebutuhan pribadi. Beberapa Mal dan Pertokoan telah tersedia di Kota Bekasi yang menyajikan beragam kebutuhan warga Kota Bekasi. Bekasi Cyber Park misalnya, pusat perbelanjaan ini sering saya sambangi untuk membeli keperluan kantor seperti membeli perlengkapan komputer. Sampai saat ini saya sudah memiliki beberapa langganan yang memberikan harga “khusus” (setelah tawar menawar dan sedikit lobi) di pusat komputer terbesar di Bekasi tersebut. Keberadaan Bekasi Cyber Park sangat membantu saya untuk menghemat waktu dan tenaga yang selama ini terbuang dibandingkan waktu yang saya habiskan untuk pergi ke Mangga Dua di bilangan Jakarta Barat.</p>
<p>Setiap akhir bulan pusat perbelanjaan di Kota Bekasi selalu disesaki oleh pengunjung termasuk saya sendiri ikur menjadi bagian dari warga Kota Bekasi yang membelanjakan uangnya untuk berbagai keperluan mulai dari menonton film favorit di Bioskop yang tersebar di beberapa tempat seperti Bekasi Square, Mega Bekasi Giant, Metropolitan Mall dan Bekasi Trade Centre, berbelanja kebutuhan sehari-hari untuk satu bulan di beberapa pusat belanja besar seperti Hypermart, Giant, Carefour dan Makro, bahkan ada pula yang berbelanja buku dan alat tulis tersedia pula Toko Buku Gramedia, Intermedia, Toko Gunung Agung, Trimedia BookStore dan Kharisma.</p>
<p><a href="$MetMOLL_thumb[6].png"><img style="border: 0pt none;margin-left: auto;margin-right: auto" src="$MetMOLL_thumb[6].png" border="0" alt="MetMOLL" /></a></p>
<p align="center">Pusat Belanja di Bekasi Barat. (spesial)</p>
<p>Tidak hanya itu pasar tradisional merupakan salah satu tempat favorit saya selain sebagai tempat berbelanja dapat juga dijadikan sarana rekreasi yang murah dan meriah, mengapa demikian? jawabnya adalah setiap kali saya berada di pasar tradisional begitu hiruk pikuk suara pedagang dan pengunjug bertransaksi, semangat para pedagang mulai dari tua-muda, laki-laki—perempuan saya dapat rasakan energi mereka dan terbayang betapa dinamisnya kehidupan warga Kota Bekasi. Para pedagang bermodal kesil dan pas-pasan yang berada dipasar tradisoinal yang sering dianggap sebagai “kaum marjinal” memiliki semangat untuk bertahan hidup yang begitu tinggi, salah satu contohnya pada saat pasar Jatiasih terbakar beberapa tahun yang lalu, meskipun kios dan atau lapak tempat mereka sehari-hari berjualan terbakar bahkan ada beberapa pedagang yang harus memulai dari nol untuk bangkit akan tetapi dari raut wajah mereka terbesit semangat pantang menyerah, ya benar sebuah semangat yang tak terbeli. Sebuah semangat warga Kota Bekasi.</p>
<p>Begitulah dinamika Kota Bekasi saat ini, sebagai warga yang mengikuti perkembangan dan merasakan hasil pembangunan sebuah Kota yang berangkat dari wilayah agraris menuju Kota berbasis Jasa dan Industri. Meskipun masih jauh untuk disebut sebagai Kota Mandiri dan butuh waktu yang panjang untuk mewujudkannya, saya terlanjur cinta kota ini dan menikmati hidup di Kota Bekasi. Dengan tersedianya sarana dan prasarana baik dari Pemerintah Kota Bekasi maupun dukungan Pihak Swasta yang terus membangun dan berinvestasi mambangun berbagai infrastruktur seperti Apartemen, Mall, Sarana Olah raga, Sarana Jalan, Sekolah, Pusat Industri, Pasar Tradsional Semi Modern dan lain-lain dalam rangka mewujudkan Kota Bekasi sebagai Kota Jasa dan Industri.</p>
<p>Bila cita-cita Kota Bekasi sebagai Kota Jasa dan Industri benar-benar terlaksana dengan baik maka roda ekonomi dan perputaran uang warga Kota Bekasi tidak akan berpindah ke tempat lain atau “ke luar kota” sehingga menambah pendapatan asli daerah dari sisi Pajak dan Retribusi sesuai semangat Otonomi daerah, semoga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/12/31/kalau-ada-di-bekasi-mengapa-harus-ke-luar-kota.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Infrastruktur di Kota Bekasi</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/11/20/infrastruktur-di-kota-bekasi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/11/20/infrastruktur-di-kota-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 08:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yaayaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=2150</guid>
		<description><![CDATA[Sampai hari ini saya masih ingat percapakan teman-teman sekantor pada tahun 2001. Pada saat itu saya bekerja di sebuah konsultan IT dibilangan Tebet Timur &#8211; Jakarta Selatan.  Berikut petikan percakapan antara teman-teman dan saya bila berbicara kota Bekasi : &#8220;Tinggal di Bekasi? waduh jauh banget, apa disana ada taksi sampai malam? apa masih ada bendera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/11/ilustrasi-infrastruktur.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2218" title="ilustrasi-infrastruktur" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/11/ilustrasi-infrastruktur.jpg" alt="ilustrasi-infrastruktur" width="400" height="303" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sampai hari ini saya masih ingat percapakan teman-teman sekantor pada tahun 2001. Pada saat itu saya bekerja di sebuah konsultan IT dibilangan Tebet Timur &#8211; Jakarta Selatan.  Berikut petikan percakapan antara teman-teman dan saya bila berbicara kota Bekasi : &#8220;Tinggal di Bekasi? waduh jauh banget, apa disana ada taksi sampai malam? apa masih ada bendera Indonesia di sana&#8221;.  &#8220;Waduuh ini orang tidak kenal kota Bekasi, Bekasi itu jaraknya cuma setengah jam kalau tidak macet dari arah Cawang, berarti masih di wilayah Indonesia&#8221;  jawab saya dengan tampang sebal, Bekasi itu tidak seperti yang lu kira&#8221;, lalu saya menambahkan &#8220;yaa sama saja dengan kota lain di sekeliling Jakarta, kayak Depok, Tangerang atau Bogor&#8221; &#8212; lalu teman saya menjawab &#8220;hahaha gua kira Bekasi itu daerah terbelakang&#8221; canda teman saya. Begitulah persepsi warga yang tidak pernah tinggal atau lebih jauh lagi tidak mengenal Kota Bekasi lebih dekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan Kota Bekasi 9 tahun lalu dibanding dengan sekarang sangat jauh berbeda. Menurut saya Kota Bekasi tumbuh dengan cepat, bila dibanding dengan Cikarang (sekarang masuk kabupaten Bekasi) maupun Karawang. Mengapa saya membandingkan dengan dua kota tersebut?, jawabnya adalah karena Cikarang dan Karawang memiliki tautan dalam sejarah dan perkembangan kota Bekasi sejak jaman kerajaan Taruma Negara (356-669) , jaman Hindia Belanda hingga jaman perang Kemerdekaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2150"></span>Melihat perkembangan infrastruktur kota Bekasi membuat saya semakin betah tinggal di Bekasi. Karena dengan infrastruktur yang baik akan sangat membantu saya dalam beraktivitas, hal ini dikarenakan pengalaman saya pada saat infrastruktur jalan antara Jatiasih-Kota Bekasi masih terganggu, sangat menguras energi yang disebabkan oleh jalan menjadi macet karena kendaraan yang saya tumpangi harus berhati-hati terhadap lubang yang menganga mulai dari yang kecil sampai lubang besar layaknya kubangan kerbau.</p>
<div id="attachment_2220" class="wp-caption alignnone" style="width: 458px"><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/11/bekasi-jalan-rusak2.jpeg"><img class="size-full wp-image-2220" title="bekasi-jalan-rusak2" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/11/bekasi-jalan-rusak2.jpeg" alt="bekasi-jalan-rusak2" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi jalan rusak. Lokasi di jalan samping sungai Patal-Kranji. Sumber Gambar : http://vavai.com/blog/v2/2009/02/07/kualitas-jalan-pembangunan-infrastruktur-di-bekasi/</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dengan terus berkembangnya infrastruktur di Kota Bekasi seperti pusat perbelanjaan, fasilitas Rumah Sakit, akses sarana  jalan yang baik, akan menambah nilai keekonomian dari aset yang dimiliki oleh warga yang tinggal di Kota Bekasi. Misalnya saja rumah tempat tinggal, terutama ruko yang berlokasi di sepanjang Jl. A. Yani. Sebagai contoh dahulu ruko yang dibeli oleh Kantor tempat saya bekerja nilainya hanya ratusan juta saja pada tahun 2001, saat ini nilainya sudah mencapai milyaran. Saya berharap infrastruktur yang telah terbangun bisa lebih dioptimalkan untuk kemajuan bersama dan dirawat untuk kelangsungan pemanfaatan bagi orang banyak. Karena dana yang diperoleh untuk membangun infrastruktur di Kota Bekasi berasal dari pajak yang kita bayar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/11/20/infrastruktur-di-kota-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

