<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Blogger Bekasi &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/category/sosial/sejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 06:32:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenal K.H. Noer Ali, Singa Kerawang-Bekasi</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/10/22/mengenal-k-h-noer-ali-singa-kerawang-bekasi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/10/22/mengenal-k-h-noer-ali-singa-kerawang-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 15:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[K.H. Noer Ali]]></category>
		<category><![CDATA[kali malang]]></category>
		<category><![CDATA[KH Noer Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Singa Kerawang-Bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=10530</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai warga pendatang yang menetap di Bekasi, hampir setiap hari saya melintasi jalan Raya Kali Malang atau yang sekarang diberi nama Jalan K.H. Noer Ali. Jalan ini menjadi salah satu urat nadi utama yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta. Saking pentingnya jalan ini, ratusan ribu penduduk Bekasi yang mencari nafkah di Jakarta setiap harinya melintasi jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/10/KH-Noer-Ali.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-10531" title="KH Noer Ali" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/10/KH-Noer-Ali-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sebagai warga pendatang yang menetap di Bekasi, hampir setiap hari saya melintasi jalan Raya Kali Malang atau yang sekarang diberi nama Jalan K.H. Noer Ali. Jalan ini menjadi salah satu urat nadi utama yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta. Saking pentingnya jalan ini, ratusan ribu penduduk Bekasi yang mencari nafkah di Jakarta setiap harinya melintasi jalan ini dengan menggunakan beragam kendaraan bermotor.</p>
<p>Dari ratusan ribu penduduk Bekasi yang melintasi jalan ini, mungkin banyak yang bertanya-tanya siapa sich K.H. Noer Ali itu? Saya yakin tidak banyak yang mengenal nama beliau. Paling hanya menebak-nebak bahwa nama K.H. Noer Ali adalah nama yang diambil dari nama seorang tokoh masyarakat di Bekasi, Nama tersebut diabadikan sebagai nama jalan untuk menghormati dan menghargai jasa dan perjuangannya semasa hidup.</p>
<p>Dugaan tersebut tidak sepenuhnya keliru karena K.H. Noer Ali merupakan tokoh masyarakat di Bekasi dan seorang pahlawan nasional. Menurut tulisan Prof. Dr. Nina H. Lubis, M.S, yang dimuat dalam <a href="http://www.fauzibowo.com/profiltokoh.php?id=212&amp;option=view">situs Bang Foke</a> si ahli Jakarta, K.H. Noer Ali diangkat sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pada tanggal 9 November 2006 dan dianugrahi Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra Adipradana.</p>
<p>Mengutip buku biografi yang ditulis Ali Anwar, Prof Nina Lubis menyebutkan bahwa Noer Ali lahir tahun 1914 di Kampung. Ujungmalang (sekarang menjadi Ujungharapan), Kewedanaan Bekasi, Kabupaten Meester Cornelis, Keresidenan Batavia. Ayahnya seorang petani bernama H. Anwar bin Layu, seorang petani dan ibunya bernama Hj. Maimunah binti Tarbin. Beliau wafat pada tanggal 3 Mei 1992, dalam usia 78 tahun.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih banyak tentang K.H. Noer Ali, berikut saya kutipkan tulisan Prof. Nina Lubis selanjutnya:<br />
<em> </em></p>
<p><em>Meskipun ayahnya hanya sebagai petani, namun karena kemauan keras untuk menuntut ilmu, Noer Ali pergi ke Mekah dengan meminjam uang dari majikan ayahnya yang harus dibayar dicicil selama bertahun-tahun. Selama enam tahun (1934-1940) Noer Ali belajar di Mekah.</em></p>
<p><em>Saat di Mekah, semangat kebangsaannya tumbuh ketika ia merasa dihina oleh pelajar asing yang mencibir: &#8220;Mengapa Belanda yang negaranya kecil bisa menjajah Indonesia. Harusnya Belanda bisa diusir dengan gampang kalau ada kemauan!&#8221;. Noer Ali pun &#8220;marah&#8221; dan menghimpun para pelajar Indonesia khususnya dari Betawi untuk memikirkan nasib bangsanya yang dijajah. Ia diangkat teman-temannya menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Betawi di Mekah (1937).</em></p>
<p><em>Sekembalinya ke tanah air, Noer Ali mendirikan pesantren di Ujungmalang. Ketika Indonesia merdeka, ia terpilih sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Cabang Babelan. Tanggal 19 September 1945 ketika diselenggarakan Rapat Raksasa di Lapang Ikada Jakarta, Noer Ali mengerahkan massa untuk hadir. Dalam mempertahankan kemerdekaan, ia menjadi Ketua Lasykar Rakyat Bekasi, selanjutnya menjadi Komandan Batalyon III Hisbullah Bekasi. Bung Tomo saat itu dalam pidato-pidatonya dalam Radio Pemberontak menyebutnya sebagai Kiai Haji Noer Ali sehingga selanjutnya ia dikenal sebagai K.H. Noer Ali.</em></p>
<p><em>Peranan pentingnya muncul ketika terjadi Agresi Militer Juli 1947. K.H. Noer Ali menghadap Jenderal Oerip Soemohardjo di Yogyakarta. Ia diperintahkan untuk bergerilya di Jawa Barat dengan tidak menggunakan nama TNI. K.H. Noer Ali pun kembali ke Jawa Barat jalan kaki dan mendirikan serta menjadi Komandan Markas Pusat Hisbullah-Sabilillah (MPHS) Jakarta Raya di Karawang. Saat itu, Belanda menganggap tentara Republik sudah tidak ada. Noer Ali meminta rakyat Rawagede untuk memasang ribuan bendera kecil-kecil dari kertas minyak ditempel di pepohonan. Tentara Belanda (NICA) melihat bendera-bendera itu terkejut karena ternyata RI masih eksis di wilayah kekuasaannya. Belanda mengira hal itu dilakukan pasukan TNI di bawah Komandan Lukas Kustaryo yang memang bergerilya di sana. Maka pasukan Lukas diburu dan karena tidak berhasil menemukan pasukan itu, Belanda mengumpulkan rakyat Rawagede sekitar 400 orang dan kemudian dibunuh. Peristiwa ini membangkitkan semangat rakyat sehingga banyak yang kemudian bergabung dengan MPHS. Kekuatan pasukan MPHS sekitar 600 orang, malang melintang antara Karawang dan Bekasi, berpindah dari satu kampung ke kampung lain, menyerang pos-pos Belanda secara gerilya. Di situlah K.H. Noer Ali digelari &#8220;Singa Karawang-Bekasi&#8221;. Ada juga yang menyebutnya sebagai &#8220;Belut Putih&#8221; karena sulit ditangkap musuh. Sebagai kiai yang memiliki karomah, Noer Ali menggunakan tarekat untuk memperkuat mental anak buahnya. Ada wirid-wirid yang harus diamalkan, namun kadang-kadang anak buahnya ini tidak taat. Tahun 1948 Residen Jakarta Raya mengangkat K.H. Noer Ali sebagai Koordinator Kabupaten Jatinegara. </em></p>
<p><em><br />
Ketika terjadi Perjanjian Renville, semua pasukan Republik harus hijrah ke Yogyakarta atau ke Banten. Ia hijrah ke Banten melalui Leuwiliang, Bogor. Di Banten, MPHS diresmikan menjadi satu baltalyon TNI diPandeglang. Saat akan dilantik, tiba-tiba Belanda menyerbu. Noer Ali pun bersama pasukannya bertempur di Banten Utara sampai terjadinya Perjanjian Roem-Royen. Dalam Konferensi Meja Bundar yang mengakhiri Perang Kemerdekaan 1946-1949, Noer Ali diminta oleh Mohammad Natsir membantu delegasi Indonesia. Selain itu, ia pun masuk ke luar hutan untuk melakukan kontak-kontak dengan pasukan yang masih bertahan. Ketika pengakuan kedaulatan ditandatangani Belanda, MPHS pun dibubarkan. Jasa-jasanya selama masa perang kemerdekaan dihargai orang termasuk oleh A.H. Nasution, yang menjadi Komandan Divisi Siliwangi waktu itu. Kemudian dimulailah perjuangan K.H. Noer Ali dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan maupun melalui jalur politik.</em></p>
<p><em><br />
Pemikiran Noer Ali untuk memajukan pendidikan di negeri ini, sebenarnya sudah dimulai sejak ia mendirikan pesantren sepulang dari Mekah. Setelah merdeka, peluang lebih terbuka. Tahun 1949, ia mendirikan Lembaga Pendidikan Islam di Jakarta. Selanjutnya<br />
Januari 1950 mendirikan Madrasah Diniyah di Ujungmalang dan selanjutnya mendirikan Sekolah Rakyat Indonesia (SRI) di berbagai tempat di Bekasi, kemudian juga di tempat lain, hingga ke luar Jawa.</em></p>
<p><em><br />
Di lapangan politik, peran Noer Ali memang menonjol. Saat Negara RIS kembali ke negara kesatuan, ia menjadi Ketua Panitia Amanat Rakyat Bekasi untuk bergabung ke dalam NKRI. Tahun 1950, Noer Ali diangkat sebagai Ketua Masyumi Cabang Jatinegara.</em></p>
<p><em><br />
Tahun 1956, ia diangkat menjadi anggota Dewan Konstituante dan tahun 1957 menjadi anggota Pimpinan Harian/Majelis Syuro Masyumi Pusat. Tahun 1958 menjadi Ketua Tim Perumus Konferensi Alim Ulama-Umaro se-Jawa Barat di Lembang Bandung, yang kemudian melahirkan Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat.</em><br />
<em>Tahun 1971-1975 menjadi Ketua MUI Jawa Barat. Di samping itu, sejak 1972 menjadi Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren (BKSPP) Jawa Barat. Dalam perkembangan selanjutnya, ia bersikap sebagai pendamai, tidak pro satu aliran. Dengan para kiai Muhammadiyah, NU, maupun Persis, ia bersikap baik</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Catatan</strong>: Prof. Dr. Nina H. Lubis, M.S adalah Guru Besar Ilmu Sejarah Fak. Sastra Unpad/Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Penelitian Unpad/Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/10/22/mengenal-k-h-noer-ali-singa-kerawang-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamatkanlah Warisan Bangsaku Ini</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/06/26/selamatkanlah-warisan-bangsaku-ini.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/06/26/selamatkanlah-warisan-bangsaku-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 23:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryadi Aris Munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=7751</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya dan peninggalan nenek moyangnya yang begitu besar artinya. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya luhur, banyak peninggalan sejarahnya maupun tokoh terkenalnya yang terkenal di dunia. Peradaban nenek moyang adiluhung yang hingga kini peninggalannya masih bisa di nikmati hingga zaman sekarang yang zaman budaya sudah tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/06/istana-gebang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-7757" title="istana-gebang" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/06/istana-gebang.jpg" alt="" width="480" height="277" /></a></p>
<p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya dan peninggalan nenek moyangnya yang begitu besar artinya. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya luhur, banyak peninggalan sejarahnya maupun tokoh terkenalnya yang terkenal di dunia. Peradaban nenek moyang adiluhung yang hingga kini peninggalannya masih bisa di nikmati hingga zaman sekarang yang zaman budaya sudah tidak begitu di kenal. Peninggalan sejarah peradaban bangsa yang luhur perlu di lestarikan untuk pelajaran bagi generasi muda seperti saya, betapa besar dan mulia upaya leluhur bangsa kita untuk generasinya.</p>
<p>Pelestarian karya nenek moyang yang bernilai luhur merupakan penghargaan luar biasa dari generasi penerusnya, sekaligus mengahargai jasa-jasanya yang tak dapat tergantikan dengan apapun. Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bangsa Indonesia, harus perlu memelihara dan melestarikan peninggalan bersejarah para pahlawan dan nenek moyang bangsa kita yang sudah berjasa dan berkarya dalam hidupnya, termasuk peninggalan sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia Ir.Soekarno, di Blitar Jawa Timur.</p>
<p>Rumah keluarga Presiden pertama Republik Indonesia itu, di Blitar Jawa Timur rencananya akan di jual. Bangunan ikon Kota Blitar tempat sang proklamator menghabiskan masa kecil dan belajar itu di tawarkan ke pihak swasta dan pemerintah. Sungguh sangatlah memprihatinkan kalau warisan bangsa itu jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab dan di hancurkan. Bagaimanapun juga seharusnya pemerintah dan generasi muda yang peduli akan jasa pahlawannya haruslah perlu menyelamatkan warisan bangsa tersebut dari pihak yang kurang begitu bertanggung jawab atas aset bangsa yang besar artinya dan nilainya.</p>
<p>Kendati sudah tidak di tempati oleh pemiliknya Istana Gebang yang sudah biasa di sebut oleh warga sekitar masih terawat. Halamannya yang luas dan tertata rapi itu masih tampak terus di bersihkan dan di jaga oleh warga sekitar yang sadar pentingnya peninggalam nenek moyangnya. kondisi tersebut membuktikan bahwa rumah yang di tempati oleh ibunda Bung Karno sampai akhir hayatnya itu selalu terawat. Maklum rumah tersebut juga masih sering di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawna mancanegara dan masyarakat umum yang hendak melihat Istana Gebang.</p>
<p>Warisan Bangsa tersebut harus di selamatkan, pemerintah daerah harus selalu aktif dan terus memantau aset dari daerah tersebut dan dapat membeli agar tidak jatuh ke tangan yang kurang begitu bertanggung jawab. Ayo selamatkan Karya leluhur bangsa Indonesia yang adiluhung dan pula penuh sejarah dan kekayaan sejarah perjalanan bangsa.</p>
<p>Terima kasih atas waktunya untuk membaca tulisan saya yang sedikit kurang bagus <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  maklumkan saja karena masih awam dalam hal tulis dan masih baru di Blogger</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/06/26/selamatkanlah-warisan-bangsaku-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya Suka Bergabung di Komunitas Blogger Bekasi?</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/05/20/mengapa-saya-suka-bergabung-di-komunitas-blogger-bekasi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/05/20/mengapa-saya-suka-bergabung-di-komunitas-blogger-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 15:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijayalabs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[blogger bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[omjay]]></category>
		<category><![CDATA[sosial blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=6788</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya menuliskan ini, pikiran saya menerawang jauh. Mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi. Sedikit demi sedikit ingatan saya muncul dan terlihatlah dengan jelas suasana keakraban di rumah makan Padang di km 19 Tol Jakarta-Cikampek. Waktu itu, tiba-tiba saja kami berlima memiliki pemikiran yang sama. Memajukan kota Bekasi menjadi kota cyber city. Menyebarkan virus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika saya menuliskan ini, pikiran saya menerawang jauh. Mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit demi sedikit ingatan saya muncul dan terlihatlah dengan jelas suasana keakraban di rumah makan Padang di km 19 Tol Jakarta-Cikampek.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-6788"></span>Waktu itu, tiba-tiba saja kami berlima memiliki pemikiran yang sama. Memajukan kota Bekasi menjadi kota cyber city. Menyebarkan virus ngeblog dengan harapan, semua orang mau untuk berbagi. Kami yang dulunya tak saling kenal, terlibat akrab bak sahabat dekat yang telah lama tak bersua.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu, saya temukan seorang sosok tegas, ramah nan lembut (mas Aris). Juga seorang muda dari tanah minang yang berilmu tinggi dalam dunia web (mas Irfan). Saya pun dikenalkan dengan seorang pengusaha sukses yang membuat pikiran saya banyak berubah dari jiwa entreprenershipnya yang kaya (mas Rawi), dan yang tak kalah seru lagi adalah sosok muda yang selalu tersenyum dan ramah penuh gaya (mas Yulyanto).</p>
<p style="text-align: justify;">Di rumah makan padang itulah kami berikrar dan berjanji untuk membentuk sebuah komunitas yang bernama blogger bekasi dan pada saat itulah kami sepakat untuk membuka blog baru yang bernama <strong>bloggerbekasi.com</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Lewat tangan dingin mas Irfan, akhirnya blog itu terwujud. Tetapi ada jasa yang tak terlupa dari dua orang bloger gaek. Mas Amril yang imut dan mas Eko yang selalu melucu dari blogger cikarang. Bahkan mereka telah berikrar untuk <strong>sehidup secikarang</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bloger bekasi pun semakin meriah. Sebab launching perdananya akan dilaksanakan pada saat hari kemerdekaan kita. Desain pun dibuat oleh mbak Puti, sosok muda nan cantik yang ahli dalam pembuatan disain.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepanatiaan pun tiba-tiba dengan alamiah terbentuk, memiliki semangat tinggi untuk memajukan kota Bekasi dalam dunia nyata dan dunia maya.</p>
<p style="text-align: justify;">Komunitas ini bagaikan sebuah magnet. Menarik para blogger lainnya untuk menyatu di sini. Nama-nama barupun muncul. Ikut memperkuat barisan <strong>be-blog</strong> menembus tapal batas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada mbak Ajeng yang pandai mengatur acara, Ada Mas vavai, seorang ahli open source yang terkenal, Ada mas Wisnu seorang dosen muda yang hobi cari muka orang alias fotografi, Ada mbak ratu yang energik dan teliti dalam hal data, Ada mas dodi yang juga ketua blogger depok, ada mas ipul beserta istri yang jago ngomong, ada kang Harun yang bersuara merdu bila di radio dakta, ada mbak Irma yang suka bawa galon, ada mbak anggi yang selalu ceria dan rumahnya dijadikan alamat sekretariat, ada mas rizki, dan istri yang diam-diam menghanyutkan, ada mbak mira yang ternyata blognya sudah terkenal, ada bang Komar si penulis cinta, ada mbak Yolanda yang pendiam, dan sederet nama lainnya yang saya sedikit lupa untuk menyebutkan namanya. (Mohon maaf kalau ada nama yang belum tertuliskan)</p>
<p style="text-align: justify;">Keberagaman karakter dan profesi membuat komunitas  blogger bekasi (be-blog) ini tumbuh, dan pada akhirnya mampu melahirkan berbagai kegiatan. Dari mulai kegiatan pelatihan blog sampai kegiatan besar yang bernama <strong>amprokan blogger.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rasanya saya tak ingin kehilangan komunitas ini. Komunitas yang telah membawa saya mengerti akan arti pentingnya sebuah <strong>kolaborasi. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kolaborasi yang saling melengkapi dan membuat nama be-blog benar-benar menembus tapal batas di usianya yang akan berumur setahun pada bulan Agustus yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasanya, kita semua perlu menjaga bayi mungil ini. Dia harus terus diberi susu agar tak menangis. Dia harus tersenyum dan membuat kita gemes untuk mencium pipinya yang lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa saya suka bergabung di komunitas blogger bekasi? Karena di sini saya temukan betapa nikmatnya bila kita dapat berbagi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">salam Blogger Persahabatan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Omjay</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="wijaya kusumah blog" href="http://wijayalabs.com" target="_blank">http://wijayalabs.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
Menulislah Setiap Hari dan buktikan apa yang terjadi

salam blogger persahabatan
Omjay]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/05/20/mengapa-saya-suka-bergabung-di-komunitas-blogger-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monumen Patriot Bekasi</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/13/monumen-patriot-bekasi.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/02/13/monumen-patriot-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 18:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[achmad yani]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Patriot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=4559</guid>
		<description><![CDATA[Monumen Patriot yang terdapat di Bumi Perkemahan Pramuka Bekasi, Jalan Achmad Yani, merupakan monumen yang dibangun untuk menghormati perjuangan rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Meski letaknya di ujung jalan utama Bekasi, ternyata banyak anggota masyarakat Bekasi yang tidak mengetahui keberadaan monumen ini. Ketika foto ini saya tampilkan di Facebook misalnya, banyak teman-teman yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/02/Monumen-Patriot.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4602" title="Monumen Patriot" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/02/Monumen-Patriot.jpg" alt="" width="240" height="320" /></a> Monumen Patriot yang terdapat di Bumi Perkemahan Pramuka Bekasi, Jalan Achmad Yani, merupakan monumen yang dibangun untuk menghormati perjuangan rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski letaknya di ujung jalan utama Bekasi, ternyata banyak anggota masyarakat Bekasi yang tidak mengetahui keberadaan monumen ini. Ketika foto ini saya tampilkan di Facebook misalnya, banyak teman-teman yang justru mempertanyakan keberadaan monumen ini. &#8220;Dimana nich? Kok saya tidak pernah lihat?<span id="more-4559"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ketidaktahuan mereka ini bisa jadi disebabkan kurangnya pemahaman akan sejarah Bekasi dan juga kurang tersosialisasikannya nilai-nilai sejarah, sosial budaya dan aspek lokal yang sesungguhnya sarat akan nilai dan pengetahuan. Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi semua pemangku kepentingan di Bekasi untuk lebih memperkenalkan nilai-nilai dan sejarah Bekasi bagi warganya, baik lewat jalur formal di sekolah-sekolah maupun informal melalui berbagai kegiatan salah satunya adalah lomba foto be-blog ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Memahami bahwa sebuah foto bisa berbicara banyak, yang bahkan dapat mewakili lebih dari seribu kata-kata, upaya untuk menampilkan Monumen Perjuang Rakyat Bekasi ini dimaksudkan untuk dapat memperkenalkan salah satu momen sejarah Bekasi kepada masyarakat. Monumen ini memiliki nilai penting karena mencoba mengingatkan masyarakat tentang perjuangan heroik masyarakat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Berkat kegigihan para pejuang dalam membela dan mempertahankan tanah airnya inilah maka Bekasi kemudian mendapat sebutan sebagai Kota Patriot.</p>
<p style="text-align: justify;">Monumen ini memvisualkan 5 buah bambu runcing yang berdiri tegak, suatu simbol yang juga terdapat dalam lambang Kota Bekasi, mencerminkan masyarakat Bekasi yang religius dan melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa dan Negara yang tidak kenal menyerah. berjuang hingga titik darah penghabisan, meskipun hanya bermodal senjata seadanya seperti bambu runcing. Namun meski hanya bersenjatakan bambu runcing, dengan semangat yang tinggi dan bahu membahu dengan seluruh masyarakat Indonesia lainnya, masyarakat Bekasi dapat ikut serta mengusir penjajah dari tanah air Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/02/13/monumen-patriot-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gedung Tinggi : Riwayatmu Kini</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/02/gedung-tinggi-riwayatmu-kini.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/02/02/gedung-tinggi-riwayatmu-kini.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 16:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>baguskerto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3881</guid>
		<description><![CDATA[Gedung Tinggi, juga dikenal sebagai Gedung Juang adalah salah satu bangunan bersajarah yang dimiliki Bekasi. Bangunan yang menjulang megah ini, &#8211;menurut informasi dari internet&#8211; ternyata merupakan bukti dan saksi perjuangan rakyat Bekasi dalam menghadapi penjajah Belanda. Demi mendapatkan informasi, jejak-jejak yang ditinggalkan, serta mendapatkan bayangan tentang kejadian-kejadian dimasa lalu, maka saya memasuki pelataran Gedung Juang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gedung Tinggi, juga dikenal sebagai Gedung Juang adalah salah satu bangunan bersajarah yang dimiliki Bekasi. Bangunan yang menjulang megah ini, &#8211;menurut informasi dari internet&#8211; ternyata merupakan bukti dan saksi perjuangan rakyat Bekasi dalam menghadapi penjajah Belanda. Demi mendapatkan informasi, jejak-jejak yang ditinggalkan, serta mendapatkan bayangan tentang kejadian-kejadian dimasa lalu, maka saya memasuki pelataran Gedung Juang.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/1.jpg" alt="" width="352" height="500" /><br />
Gedung Juang, terlihat sangat megah dari jalan raya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/2.jpg" alt="" width="500" height="334" /><br />
Ada beberapa anak bermain di halaman gedung. Ternyata Gedung ini kosong. Karena pintu depan tertutup, saya memutar, memasuki gedung dari pintu belakang yang ternyata tidak terkunci.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/3.jpg" alt="" width="500" height="334" /><br />
Kondisi ruangan lantai atas, kotor dengan kotoran kelelawar dan tentu saja menimbulkan bau tak sedap.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/4.jpg" alt="" width="500" height="334" /><br />
Lantai atas, memasuki lorong menuju bagian depan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/5.jpg" alt="" width="500" height="334" /><br />
Kondisi lantai atas, bagian depan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/6.jpg" alt="" width="500" height="334" /><br />
Replika patung</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/7.jpg" alt="" width="500" height="334" /><br />
Kondisi atap yang berlubang, dan dihuni oleh ratusan bahkan ribuan kelelawar.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/9.jpg" alt="" width="500" height="330" /><br />
Para pelajar sekolah memengah pertama, yang sebelumnya ikut memasuki gedung, hendak mencari perpustakaan, hanya menemukan ruangan kosong, kini memperhatikan relief yang ada di halaman, yang menggambarkan pertempuran rakyat Bekasi melawan Belanda.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/10.jpg" alt="" width="500" height="334" /><br />
Anak-anak sekolah menengah pertama yang tinggal di sekitar stasiun tambun, sedang mencoba belajar tentang sejarah Bekasi.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/12.jpg" alt="" width="500" height="330" /><br />
Memperhatikan relief perjuangan jaman dulu dengan background kereta api.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/11.jpg" alt="" width="500" height="334" /></p>
<p>Disini, anak-anak hanya bisa menerka-nerka dengan bantuan relief tentang apa yang terjadi pada jaman dulu. Mereka bingung, mesti bertanya kepada siapa?</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv84/baguskerto/gedung%20juang%20500/13.jpg" alt="" width="500" height="317" /><br />
Tak terasa, waktu berkelebat begitu cepat, hari sudah menjelang petang.<br />
Saatnya pulang, seperti kambing-kambing itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/02/02/gedung-tinggi-riwayatmu-kini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Bekasi, A Missing Identity&#8221;</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/01/25/bekasi-a-missing-identity.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/01/25/bekasi-a-missing-identity.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>catilafeet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[aku cinta bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3765</guid>
		<description><![CDATA[Saya bisa merasakan secercah emosi ketika membaca testimonial seorang saksi sejarah bernama Saih di sebuah blog. Laki-laki tua yang menjadi saksi sekaligus korban selamat dari Pembantaian Rawagede yang menewaskan 431 orang. Beliau menuturkan, pada 9 Desember 1947, dirinya berhasil selamat setelah berpura-pura mati ketika pasukan Belanda memberondong semua penduduk laki-laki dengan senapan. Aksi pasukan Belanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/Stasiun-Bekasi.jpg"><img src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/Stasiun-Bekasi.jpg" alt="" title="Stasiun Bekasi" width="604" height="453" class="alignleft size-full wp-image-3823" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: .5in; line-height: 150%; text-align: justify;">Saya bisa merasakan secercah emosi ketika membaca testimonial seorang saksi sejarah bernama Saih di sebuah blog. Laki-laki tua yang menjadi saksi sekaligus korban selamat dari Pembantaian Rawagede yang menewaskan 431 orang. Beliau menuturkan, pada 9 Desember 1947, dirinya berhasil selamat setelah berpura-pura mati ketika pasukan Belanda memberondong semua penduduk laki-laki dengan senapan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Aksi pasukan Belanda itu terjadi ketika Belanda melancarkan Agresi Militernya yang pertama. Untuk menumpas laskar-laskar perjuangan rakyat dan unit pasukan TNI khususnya Divisi Siliwangi yang berulang kali menyerang pos-pos pertahanan Belanda, maka pasukan Belanda mulai melakukan <em>sweeping</em> kawasan Bekasi yang menjadi salah satu basis pergerakan. Akibatnya, penduduk terdesak hingga ke Karawang. Rawagede, daerah perbatasan Karawang-Bekasi di sanalah aksi keji itu berlangsung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Pembantaian itu sendiri merupakan kejahatan perang dan jelas-jelas melanggar HAM namun setahu saya belum ada sanksi atau tindakan hukum kepada Pemerintah Belanda hingga saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Kisah heroik diatas hanyalah sekelumit sejarah yang jarang sekali kita temukan di buku sejarah. Sebuah catatan sejarah yang terlupakan. Terkadang memang sejarah tak pernah luput mengikutsertakan kepentingan yang bermain di belakangnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kota</strong><strong> Patriot?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong> </strong>Beberapa tahun yang lalu ketika hendak menyusun tugas akhir, saya sempat bertanya-tanya sendiri. Kenapa Bekasi, sebuah daerah yang begitu strategis, kota satelit bagi ibukota negara, maju akan industrialisasi dan sektor jasa, serta kawasan potensial bagi jutaan migran dari seluruh Indonesia mendapat kehormatan sebagai Kota Patriot.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Tentu saja saya masih ingat tentang romantisme puisi <em>Karawang-Bekasi</em> itu yang begitu menggugah semangat juang. Begitu juga kisah para pejuang yang tak pernah dituliskan namanya dalam sejarah perjuangan rakyat Indonesia, seperti dalam salah satu novel terbaiknya Pramoedya Ananta Toer <em>“Di Tepi Kali Bekasi”</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Sepertinya ada yang salah, kurang tepat dan tidak pada tempatnya. Kenapa <em>nggak </em>sekalian saja diganti <em>“Bekasi </em><em>Kota</em><em> Patroli</em>” mengingat maraknya aksi kriminalitas atau “<em>Bekasi,</em> <em>Your </em><em>Next</em><em> </em><em>Destination</em><em> </em><em>City</em><em>” </em>mengingat suburnya bisnis properti dan migrasi besar-besaran penduduk dari luar Jakarta. Padahal, jika kita telusuri nilai strategis Bekasi saat ini sebagai gerbang menuju ibukota, begitu pula pentingnya peranan Bekasi di masa lalu. Jadi tutup saja buku sejarahmu itu, karena sejarah Bekasi lebih banyak kita temui di sekitar kita jika kita mau peduli.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Belasan tahun saya pergi ke sekolah melewati monumen simbol perjuangan rakyat, tapi apa saya pernah tergugah? Saya lupa seperti apa persisnya perasaan saya saat itu. Bertahun-tahun saya menunggu kereta yang membawa saya ke Jogja tanpa tahu nilai historis Stasiun Bekasi. Melihat Kali Bekasi yang airnya selalu tenang bahkan cenderung kekeringan, tapi herannya rumah saya sering kebanjiran, padahal disanalah banyak episode perjuangan rakyat berlangsung. Suatu kali saya bahkan dibuat tak percaya melihat bambu kurus kerempeng dengan warnanya yang pudar ditengah-tengah perempatan, menurut penduduk sekitar bambu itu adalah monumen perjuangan rakyat ketika melawan penjajah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Miris sekali rasanya melihat kemajuan Bekasi jauh melangkah meninggalkan identitas yang membentuk karakter kota ini. Guru sejarah saya semasa sekolah hampir-hampir tak pernah menyebutkan pergolakan sejarah di Bekasi secara kongkret. Pertanyaan-pertanyaan itu membuat rasa ingin tahu saya makin membesar, dari berbagai sumber saya menemukan sejarah Bekasi sudah diukir jauh sebelum era kolonial dimulai. Bekasi sejak awal memang merupakan kawasan strategis hingga menjadi pusat Kerajaan Tarumanegara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Dalam bundel arsip surat kabar di Perpustakaan Nasional RI, saya menemukan cerita bersambung di salah satu surat kabar waktu itu tentang jawara-jawara di daerah Tambun. Tak diragukan lagi, Bekasi memang terkenal akan semangat patriotismenya. Begitu juga catatan sejarah tentang peristiwa Bekasi Lautan Api. Dosen saya bahkan menuduh saya mengada-ngada tentang peristiwa itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Identitas sebuah bangsa adalah cerminan dari karakter orang-orangnya, begitu pula halnya dengan sebuah kota. Bekasi yang dikenal dengan sebutan kota patriot merujuk pada patriotisme, sifat tangguh dan pantang menyerah penduduknya. Sebuah basis pergerakan rakyat yang terkenal akan laskar-laskar perjuangannya. Kini hendaknya kita mawas diri, masih pantaskah gelar tersebut dipakai sementara semangat patriotisnya sudah tumpul terkikis modernitas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Ini bukan primordialisme, hanya saja mungkin kata-kata <em>“bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya”</em> terlalu klise, keinginan saya hanyalah mengembalikan identitas Bekasi yang pudar. Penghargaan kepada para pejuang seperti sebuah museum yang mengabadikan jutaan momen di tanah kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Saya percaya pejuang-pejuang yang terpinggirkan seperti dalam novelnya Pramoedya atau kesaksian Pak Saih, suatu waktu akan menjadi catatan sejarah yang tak pernah dilupakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em>History is a guide to navigation in perilous times. History is who we are and why we are the way we are (David C. McCullough).</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/01/25/bekasi-a-missing-identity.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Panjang Bekasi (II)</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/01/12/sejarah-panjang-bekasi-ii.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/01/12/sejarah-panjang-bekasi-ii.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 03:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mharunalrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[bangharsyid]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3487</guid>
		<description><![CDATA[      Awal Perkembangan Islam di Bekasi     Tidak banyak disangkal kalau dikatakan bahwa Bekasi adalah sub dari budaya Betawi. Salah satu ciri dominan dari budaya Betawi selain kehidupan jawara adalah ketaatan terhadap ajaran Islam. Pertanyaannya kemudian adalah, kapan Islam mulai berkembang di Bekasi ?  Pengaruh Islam di Bekasi terjadi seiring dengan direbutnya benteng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong></strong></div>
<p><strong> </strong> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong> Awal Perkembangan Islam di Bekasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_3488" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/mesjid-bekasi.jpg"><strong><img class="size-medium wp-image-3488" title="mesjid bekasi" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/mesjid-bekasi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></strong></a><p class="wp-caption-text">Perkembangan islam di Bekasi dapat dilacak dari salah satu keberadaan mesjid yang berlokasi di jalan Pekayon</p></div>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Tidak banyak disangkal kalau dikatakan bahwa Bekasi adalah sub dari budaya Betawi. Salah satu ciri dominan dari budaya Betawi selain kehidupan jawara adalah ketaatan terhadap ajaran Islam. Pertanyaannya kemudian adalah, kapan Islam mulai berkembang di Bekasi ? </p>
<p style="text-align: justify;">Pengaruh Islam di Bekasi terjadi seiring dengan direbutnya benteng pertahanan Sunda Kelapa dari tangan Kerajaan Pajajaran oleh pasukan yang dipimpin oleh pangeran  Fatahilah, sekitar tahun 1527. Kemenangan pasukan Fatahilah membuka ruang bagi perkembangan agama Islam di bekas wilayah Kerajaan Pajajaran, termasuk ke wilayah Bekasi. </p>
<p style="text-align: justify;">Penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pengikut Fatahillah yang berasal dari  keturunan Sultan Abdul Fatah dari Banten. Karena itu, kehidupan agama memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap seluruh aspek kehidupan orang Bekasi tempo dulu. </p>
<p style="text-align: justify;">Menurut penuturan para orang tua, sampai tahun 70-an, pendidikan anak-anak muda sangat dominan di mesjid-mesjid atau surau. Perubahan yang drastis mulai terjadi ketika Bekasi dicanangkan sebagai daerah industri sekitar tahun 80-an. Mulai saat itu, kehidupan agama tidak lagi mendominasi siklus kehidupan sehari-hari orang Bekasi. Siklus itu digantikan oleh hiruk pikuk mesin-mesin pabrik sampai sekarang ini. Budaya urban dan industri menjadi ciri khas Bekasi saat ini. </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mataram, VOC dan Tuan Tanah</strong> </p>
<p style="text-align: justify;">Sejak kapan budaya Jawa atau budaya mataraman muncul dalam masyarakat Bekasi ? Apa bukti-bukti yang menguatkan adanya budaya Mataram terhadap kehidupan masyarakat Bekasi ? </p>
<div id="attachment_3489" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/sunda-kelapa.jpg"><img class="size-medium wp-image-3489" title="sunda kelapa" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/sunda-kelapa-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi basis perkembangan VOC (www.flickr.com)</p></div>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Pengaruh  Mataram muncul seiring dengan menguatnya VOC (<em>Verenigde Oost-indische Compagnie</em>), sebuah kongsi perdagangan Belanda, di wilayah Batavia. Cengkraman kekuasaan VOC yang licik dan keji mendorong pasukan Mataram benteng pertahanan VOC di Batavia yang dijadikan sebagai pusat perluasan kekuasaan VOC ke berbagai daerah di Indonesia. </p>
<p style="text-align: justify;">Upaya menguasai kedudukan VOC mulai dijalankan dengan mengepung  Kota Batavia dari berbagai penjuru (sebelah Timur, Selatan dan Barat), sehingga menutup pintu keluar bagi VOC. Walaupun mendapat serangan yang bertubi-tubi, ternyata VOC berhasil mempertahankan daerah  Batavia dan memukul mundur pasukan Mataram.  </p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, karena adanya ultimatum dari  Sultan Agung yang mengancam “akan membunuh seluruh pasukan yang gagal melakukan penyerangan bila kembali ke Mataram”, sisa pasukan Mataram memilih untuk tidak kembali dan menetap di sekitar wilayah Bekasi dan Karawang. Mereka  membangun perkampungan baru dan berbaur dengan masyarakat asli, terutama di sekitar daerah pantai dan di pedalaman seperti di Pekopen, Pondok Rangon, Tambun dan lain-lain (Kartodirdjo, 1987: 138). </p>
<p style="text-align: justify;">Ada cerita yang menarik dari keberadaan pasukan Mataram di Bekasi, yaitu keberadaan daerah yang bernama Babelan. Ada dua versi cerita. Pertama, merujuk pada seorang tuan tanah yang bersala dari etnis Cina, yang bernama Babe Lan. Kedua, nama Babelan juga dapat ditemukan di daerah Karawang, Cirebon, Tegal dll. Daerah-faerah tersebut menjadi jalur distribusi pasukan Mataram. Nama Babelan adalah semacam <em>base camp </em> sementara pasukan Mataram. Saya cenderung memilih versi kedua yang memiliki keterkaitan sangat kuat dengan pasukan Mataram. Inilah salah satu peninggalan Mataram di Bekasi. </p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun berhasil memukul mundur pasukan Mataram, kekuatan VOC di daerah pedalaman justru semakin lemah, karena   sering diganggu oleh sisa pasukan Mataram dan Banten yang melakukan strategi perang gerilya. Untuk mempertahankan wilayahnya, VOC mendekati para tokoh dan jagoan (jawara) dengan memberikan hadiah berupa tanah atau menjualnya dengan harga yang sangat murah. Namun dalam praktek, penguasaan tanah lebih didominasi oleh orang Eropa dan etnis Cina. </p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itu mulai dikenal istilah “<em>tanah partikelir</em>”, di mana para tuan tanah memiliki kekuasaan mutlak atas tanah yang dikuasainya, bahkan memiliki kekuasaan seperti pemerintahan. Konon  luasan tanah yang dikuasai hampir sama dengan luas satu kecamatan atau beberapa desa seperti sekarang ini. </p>
<div id="attachment_3491" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/demang1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3491" title="demang" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/demang1-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Mungkin seperti ini lah gambaran demang atau mandor tempo dulu (www.flickr.com)</p></div>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Dampak penguasaan tanah oleh segelintir  orang terhadap rakyat Bekasi sangat lah besar, apalagi rata-rata mata pencaharian mereka adalah petani. Penderitaan besar harus ditanggung oleh rakyat Bekasi dengan terpaksa menjadi buruh tani, karena tanahnya dipaksa atau dijual dengan harga murah kepada para tuan tanah. Untuk mengontrol kekuasaan atas tanahnya, kemudian diangkat mandor dan demang yang bekerja untuk mengawasi rakyat yang menjadi buruh tani di lahan milik para tuan tanah. </p>
<p style="text-align: justify;">Peninggalan sejarah penguasaan tanah bisa dilacak dari keberadaan gedung yang sekarang ini dikenal dengan Gedung Juang Bekasi. Pemilik awal gedung ini adalah <em>Kouw Oen Huy</em>  (digelari <em>Kapitaen</em>), yang menguasai tanah-tanah  di daerah Tambun, Teluk Pucung dan Cakung, juga memiliki perkebunan karet yang sangat luas. Konon, Bekasi dulu adalah areal perkebunan yang sangat luas dan subur. Sampai tahun 1970-an areal perkebunan tersebar mulai dari Pondok Gede. Cerita tentang Gedung Juang akan saya sambung secara lengkap dalam tulisan berikutnya. </p>
<p style="text-align: justify;">Ketika perang kemerdekaan, gedung bekas tuan tanah Huy menjadi basis perjuangan rakyat Bekasi dalam melawan penindasan penjajah Belanda. Karena itu kemudian dinamakan Gedung Juang. Kondisinya saat ini, sama seperti gedung-gedung di berbagai daerah yang tidak lagi diperdulikan keberadaannya oleh pemerintah. <em>Naas benerrrrr !</em> </p>
<p style="text-align: justify;">Betulkah tanah-tanah di Bekasi dikuasai oleh para tuan tanah ? Keberadaan para tuan tanah dapat dilacak sampai sekarang ini. Bedanya dengan tuan tanah tempo dulu, para tuan tanah era 80-an menguasainya untuk dijual kembali ke para kapitalis melayu. Sejak saat itu, mulai lah Bekasi dikenal sebagai daerah industri terluas di Asia Tenggara. </p>
<p style="text-align: justify;">Banyak cerita memilukan dalam proses alih kepemilikan tanah ini dari rakyat ke para juragan tanah. Kisahnya mirip dengan para tuan tanah zaman VOC dulu. Membeli dengan harga sangat murah dan menjualnya dengan harga berlipat-lipat. Tahun 80-an Bekasi dikenal dengan kedidjayaan para calo tanah yang berkeliaran sampai pelosok daernya yang bertebaran di mana-mana.   </p>
<div id="attachment_3492" class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/perkebunan-karet.jpg"><img class="size-medium wp-image-3492" title="perkebunan karet" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/perkebunan-karet-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Mungkin seperti ini gambaran perkebunan karet Bekasi tempo dulu (www.flickr.com)</p></div>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Apa benar Bekasi daerah perkebunan ? Mungkin itulah pertanyaan kebanyakan warga urban Bekasi yang terheran-heran karena melihat tidak ada bekas perkebunan di Bekasi secuil pun. Masih ingat dengan film “G-30-SPKI” yang dulu sering diputar TVRI setiap bulan september ? <em>Pelem</em> ini menceritakan kekejian PKI terhadap para jenderal yang dikubur di perkebunan karet sekitar daerah Pondok Gede (tepatnya di daerah Lubang Buaya). Gambaran seperti dalam <em>pelem </em>itu lah Bekasi Tempo Dulu, yang masih rimbun dengan berbagai pohon. </p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi seperti zaman dulu itu lah yang ingin dikembalikan lagi oleh pasangan M2R dengan rajin menanam pohon di berbagai kesempatan. Semoga cita-cita mulia seperti ini dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Bekasi hijau, itu lah angan-angan sebagai warga yang selalu gerah dan panas kalau jalan-jalan di kota Bekasi. Semoga !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/01/12/sejarah-panjang-bekasi-ii.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Panjang Bekasi (I)</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/01/04/sejarah-panjang-bekasi-i.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/01/04/sejarah-panjang-bekasi-i.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 04:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mharunalrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=3254</guid>
		<description><![CDATA[BANYAK orang bertanya-tanya dari mana asal kata “bekasi”. Saya dan anda juga mungkin punya rasa penasaran yang sama tentang bagaimana asal muasal Kota Bekasi yang sudah kita jadikan rumah tinggal selama bertahun-tahun. Bahkan ada tetangga saya yang ingin mati dan dikubur di Bekasi (saking cintanya sama Bekasi). Sebagai bagian dari masyarakat urban yang sudah memutuskan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3255" class="wp-caption alignleft" style="width: 237px"><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/Buku-Bekasi.jpg"><img class="size-medium wp-image-3255" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/Buku-Bekasi-227x300.jpg" alt="" width="227" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu koleksi buku yang mengupas sejarah Bekasi</p></div>
<p style="text-align: justify">BANYAK orang bertanya-tanya dari mana asal kata “bekasi”. Saya dan anda juga mungkin punya rasa penasaran yang sama tentang bagaimana asal muasal Kota Bekasi yang sudah kita jadikan rumah tinggal selama bertahun-tahun. Bahkan ada tetangga saya yang ingin mati dan dikubur di Bekasi (saking cintanya sama Bekasi). Sebagai bagian dari masyarakat urban yang sudah memutuskan untuk menetap dan tinggal di Kota Bekasi, kiranya penting (atau sekedar untuk pengetahuan) mengetahui sekilas sejarah Bekasi.</p>
<p style="text-align: justify">Tulisan yang menyangkut sejarah Bekasi saya ambil dari buku yang pernah saya tulis dengan beberapa kawan yang diberi judul ”Kabupaten Bekasi dari Masa ke Masa”.  Kebetulan saya dipercaya sebagai editor oleh kawan-kawan. Saya tidak tahu apa alasan mereka memilih saya. Mungkin juga karena tampang saya yang sedikit jadul atau karena memakai kacamata sehingga dianggap agak pinteran dikit. Saya bukan seorang sejarawan, tantangan menulis sejarah Bekasi lebih banyak karena modal nekad saja dan yang pasti honornya lumayan.</p>
<p style="text-align: justify">Walaupun buku ini dikategorikan sebagai buku sejarah, namun metode penulisannya tidak hanya bersandarkan pada metode historis yang lazim digunakan oleh para sejarawan. Metode deskriptif dan eksploratif  juga digunakan dalam menelusuri sejarah Bekasi yang dimulai dari abad ke 5 masehi sampai abad 21.</p>
<p style="text-align: justify">Tulisan tentang sejarah Bekasi diawali dengan mengutif pendapat Poerbatjaraka (seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno). Menurut penelusuran Poerbatjaraka, kata “Bekasi “ secara filologis, berasal dari kata <em>Candrabhaga; Candra</em><strong> </strong>berarti  “bulan” (sama dengan kata <em>sasi,</em> dalam<em> </em>bahasa Jawa Kuno) dan <em>Bhaga</em> berarti bagian. Jadi, secara etimologis kata Candrabhaga berarti bagian dari bulan.</p>
<p style="text-align: justify">Entah bagaimana, perkembangan selanjutnya pelafalan kata  Candrabhaga berubah menjadi <em>Sasibhaga</em> dan kemudian <em>Bhagasasi.<strong> </strong> </em>Pengucapan kedua kata tersebut sering disingkat menjadi <em>Bhagasi</em>. Pemerintah kolonial Belanda<strong><em> </em></strong>sering menulis  kata Bhagasi dengan <em>Baccasie.</em> Seiring dengan perkembangan Bahasa Indonesia, kata <em>Baccasie<strong> </strong></em> berubah menjadi Bekasi<strong> </strong>sampai sekarang ini (1988: 38). Karena itu, dalam suatu kopdar dengan Komunitas Bloger Bekasi, saya mengusulkan panggilan untuk para Bloger Bekasi dengan kata “bekaccier”.</p>
<p style="text-align: justify">Penelusuran Poerbatjaraka ini memang banyak diragukan validitasnya oleh kalangan ahli sejarah dan bahasa, karena tidak berdasarkan penelitian geomorfologi, melainkan hanya bersandar pada kerangka filologi semata. Namun, setidaknya hasil penelusuran Poerbatjaraka dapat dijadikan sebagai petunjuk awal asal muasal munculnya kata “bekasi”. Setidaknya, penelusuran ini dapat mengurangi sedikit kepenasaran warga terhadap asal muasal kata “bekasi”.</p>
<p style="text-align: justify"> <strong>Awal Keberadaan Bekasi</strong></p>
<p style="text-align: justify">Walaupun tidak ada bukti sejarah yang sangat kuat berupa peninggalan artefak atau prasasti, diyakini keberadaan Bekasi dimulai pada zaman kejayaan Kerajaan Tarumanegara, sekitar abad ke-5 Masehi.  Letak Kerajaan Tarumanegara diduga kuat berada di sepanjang sungai Tarum atau yang lebih dikenal dengan sebutan sungai Citarum. Luas wilayahnya meliputi Jakarta sekarang, daerah Bogor dan Banten Selatan.</p>
<p style="text-align: justify">Sekarang ini, nama Tarum digunakan untuk menamakan aliran sungai buatan yang dikenal warga dengan nama sungai Kalimalang. Sebenarnya nama sungai Kalimalang lebih tepat digunakan mulai dari aliran sekitar Mall Giant (Bekasi Barat) ke arah Jakarta. Sedangkan nama aliran sungai dari Giant ke arah Cikarang sampai ke Purwakarta namanya Aliran Sungai Tarum Barat. Begitu kata Pa Lanti yang pernah menjabat sebagai direktur Cipta Karya, Departemen PU.</p>
<div id="attachment_3256" class="wp-caption alignleft" style="width: 197px"><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/PRASASTI1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3256" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/01/PRASASTI1-187x300.jpg" alt="" width="187" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Prasasti Tugu yang ditemukan di Cilincing Jakarta</p></div>
<p style="text-align: justify">Mungkin dari penamaan sungai ini muncul dugaan keterkaitan antara Kerajaan Tarumanegara dengan Bekasi. Saya tidak menggunakan metode historis yang lebih sahih secara ilmiah, namun lebih mendasarkan pada logika empiris untuk menyimpulkan awal keberadaan Bekasi di zaman Kerajaan Tarumanegara. Saya sendiri tidak menampik temuan para arkeolog yang menemukan  Prasasti Tugu di daerah Cilincing, Jakarta (entah tahun berapa ?). Salah satu isi tulisan dalam prasasti tersebut memiliki keterkaitan logika dengan penelusuran Poerbatjaraka, disebutkan dalam alinea pertama tertulis “Dahulu kali yang bernama Kali <strong><span style="text-decoration: underline">Candrabhaga</span></strong> digali oleh Maharaja Yang Mulia Purnawarman, yang mengalir hingga ke laut&#8230;..”. Selain itu, saya tidak menemukan bukti yang lebih kuat keberadaan Bekasi dengan Kerajaan Tarumanegara.</p>
<p style="text-align: justify">Setelah masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara  mulai menurun, muncul dua kerajaan besar di sekitar wilayah Jawa Barat, yakni Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran. Di antara kedua kerajaan tersebut, yang memiliki pengaruh yang cukup kuat hingga daerah Bekasi adalah Kerajaan Pajajaran (Rohaedi,1975:31).</p>
<p style="text-align: justify">Kerajaan Padjadjaran didirikan pada masa pemerintahan Sribaduga Maharaja pada tahun 1255 Caka atau 1333 Masehi. Tanda  pendirian pusat Kerajaan Pajajaran ini tertuang dalam situs sejarah Batu Tulis, yang ditemukan di daerah Bogor. Bekasi menjadi kota yang sangat penting bagi Kerajaan Pajajaran. Menurut  Sutarga, wilayah Kerajaan Pajajaran banyak dilalui aliran sungai besar yakni sungai Ciliwung dan Cisadane yang menjadi urat  nadi transportasi yang menghubungkan jalur antar kota seperti Bekasi, Karawang, Sunda  Kelapa, Tangerang dan Mahaten atau Banten Sorasoan (1965: 20).</p>
<p style="text-align: justify">Bekasi tempo dulu memang banyak dilalui oleh sungai-sungai besar dan rawa-rawa yang terhampar luas.  Bahkan sekitar tahun 1940 an – 1960 an, di Bekasi sering diadakan perlombaan perahu naga di sungai-sungai atau rawa-rawa. Sekarang ini banyak rawa yang hilang digantikan oleh perumahan dan mall-mall. Salah satu rawa tersebut berada di sekitar Jalan Cut Meutia yang sekarang menjadi bangunan mall dan apartment Blue Ocean atau lebih dikenal dengan Carefour. Saya tidak tahu persis berapa banyak rawa yang sudah dialihfungsikan menjadi bangunan. Risiko alih fungsi menjadikan Kota Bekasi rawan banjir karena penampungan alam sudah tidak ada lagi.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam kenangan para sepuh Bekasi, sungai dan rawa juga menjadi habitat ikan gabus. Karena itu, Bekasi sangat terkenal dengan masakan ikan gabusnya yang sangat lezat. Sekarang ini warung yang mengkhususkan masakan ikan gabus dapat ditemukan di sekitar perempatan Gedung Perkantoran Pemerintah Kota Bekasi, sekitar 200 meter dari stasiun BBM (dekat Chevest), di jalan Pekayon pas belokan yang mau ke perumahan Century II atau di sekitar jalan Narogong Raya  dekat pintu masuk Kemang Pratama III. Lokasi warung lainnya tidak saya ketahui secara persis.</p>
<p style="text-align: justify">Konon masakan ikan gabus sekarang ini tidak selezat tempo dulu. Hampir semua pasokan ikan gabus diperoleh dari kolam buatan bukan dari habitat aslinya. Karena itu dagingnya tidak lagi serenyah ikan yang diambil dari rawa-rawa. Namun bagi saya yang asli urban, tidak mengurangi kenikmatan menyantap sop ikan gabus. <em>Mak nyuzzz</em>, kalau kata Bondan. Coba lah, saya jamin anda pun akan ketagihan seperti saya.</p>
<p style="text-align: justify"> <em>Next time&#8230;&#8230;.to be countinued</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/01/04/sejarah-panjang-bekasi-i.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SD-ku Malang, SD-ku Hilang</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/10/20/sd-ku-malang-sd-ku-hilang.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/10/20/sd-ku-malang-sd-ku-hilang.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 04:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekojune</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-Ku]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Keluargaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Bekasi, 19 Oktober 2009, 22:12 Termenung. Tadi siang anak saya yang kedua bertanya &#8216;Aku besok masuk SD yah ? Aku udah gede ya ? Ayah sekarang umurnya berapa ?&#8217;. Waks, kenapa ujungnya harus nanya umur sih ? Yang mengingatkan bahwa sekian detik berlalu maka berkurang pula umur ini. Ngomongin tentang SD adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p style="text-align: justify;">Bekasi, 19 Oktober 2009, 22:12</p>
<p style="text-align: justify;">Termenung. Tadi siang anak saya yang kedua bertanya &#8216;Aku besok masuk SD yah ? Aku udah gede ya ? Ayah sekarang umurnya berapa ?&#8217;. Waks, kenapa ujungnya harus nanya umur sih ? Yang mengingatkan bahwa sekian detik berlalu maka berkurang pula umur ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ngomongin tentang SD adalah tentang masa kecil yang penuh canda dan tanpa rasa takut, dimana kalimat &#8216;nothing is imposible&#8217; yang kini gencar disuarakan para motivator benar2 memiliki makna yang sebenarnya dan menjadi praktik sehari-hari bocah2 kecil.</p>
<div id="attachment_2228" class="wp-caption alignleft" style="width: 346px"><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/anak-sd.jpg"><img class="size-full wp-image-2228 " style="margin: 10px;" title="anak-sd" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2009/10/anak-sd.jpg" alt="anak-sd" width="336" height="252" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi Anak SD</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1646"></span>Mandi di kali malang dengan riang gembira padahal bapak kuatir abis jika anaknya hanyut. Jalan kaki menyusuri rel kereta api dari daerah proyek sampai ampera sambil sesekali berhenti ketika kereta lewat dan memasang paku besar diatas rel sehingga ketika tergilas akan menjadi pisau2-an ninja tanpa takut paku itu mental dan melukai tubuh. Bahkan naik ke atas truk hanya sekedar agar uang ongkos angkot bisa buat beli es.</p>
<p style="text-align: justify;">Yap, kini usia sudah kepala 3. Tapi kenapa keberanian ketika kecil dulu semakin menyusut ya ?. Gak mungkin donk sekarang mandi lagi di kali malang, nanti dikira kuda nil lepas. Gak mungkin juga nyusuri rel kereta api dan masang2 paku, iseng be-ge-te gitu. Atau nekat naek2 truk, kan udah ada Carry tercintah. Alasan <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tapi jujur kangen juga sih melakukan itu semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari memang saya ingin mengenang satu masa kecil dulu yaitu ketika masih di sekolah dasar alias SD. Pas hari itu saya ada perlu di sekitar daerah tersebut. Sambil bersepeda dari bulak kapal saya susuri kali malang, masuk ke lapangan serbaguna, lalu ke jalan Dewi Sartika.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat kata sampailah di jalan menuju sekolah itu. SDN Bekasi Pasar 2.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tunggu dulu, kemana sekolah itu ?!. Hilang. Hanya tembok yang menutupinya. Apakah pintu masuknya pindah ?. Apakah saya salah liat dan salah tempat. Tidak, ini benar lokasinya. Di depan kali kecil. Itu dia lapangan tanah tempat saya dan teman2 dulu bermain aduan biji karet dan tak galasin. Di pojok jalan itu saya dulu menemukan uang 5000 perak dan langsung merasa jadi anak paling kaya di dunia karena uang jajan harian hanya 100 perak <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata sekolah itu memang benar2 sudah tidak ada. Telah digusur untuk memperluas gedung di depannya. Entah lupa namanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh SD-ku malang SD-ku hilang. Untung beberapa tahun yang lalu ketika sehabis reunian saya sempat menyambanginya sebelum raib. Saya masuk ke lapangan upacaranya dimana ketika dulu pernah jadi komandan upacara bendera atau ketika menjadi ketua regu pramuka dengan bendera gambar kuda terbang. Saya masuk ke ruangannya dan betapa kecilnya kursi dan meja itu saat ini dimata saya, mencoba mendudukinya dengan sedikit ilmu meringankan tubuh agar tidak ambruk oleh badan nan besar ini, meresapi dan menghirup udara kelas yang membawa saya ke masa kecil dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu hal yang membuat saya tertawa saat ini dalam mengenang masa itu. Dulu saya suka jajan cimol di tukang depan sekolah, persis sebelah tukang nasi uduk. Eh ndilalah sekarang malah jadi tukang cireng yang punya gerobak jualan di depan SD <img src='http://bloggerbekasi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: justify;">Ah, SD-ku, walau engkau kini hilang tapi kenangan akan dirimu akan selalu ada dan hadir.</p>
<p style="text-align: justify;">Wassalam.</p>
<p style="text-align: justify;">-Eko June-<br />
0816102452</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jilbab-balita.com/" target="_blank">www.jilbab-balita.com</a><br />
<a href="http://www.cirengbandungisi.com/" target="_blank">www.cirengbandungisi.com</a><br />
<a href="http://ekojune.blogspot.com/" target="_blank">http://ekojune.blogspot.com</a><br />
facebook, twitter : ekojune</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/10/20/sd-ku-malang-sd-ku-hilang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petilasan kerajaan Galuh di Karangkamulyan – Tour De Java part 5</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2009/09/25/petilasan-kerajaan-galuh-di-karangkamulyan-%e2%80%93-tour-de-java-part-5.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2009/09/25/petilasan-kerajaan-galuh-di-karangkamulyan-%e2%80%93-tour-de-java-part-5.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 03:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rawi Wahyudiono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Rawi Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[Maaf-maafan sudah… nyekar ke makam juga sudah… ke rumah saudara terdekat juga sudah… sekarang saatnya untuk jalan-jalan ke tempat wisata. Tujuan terdekat adalah ke Karangkamulyan di situs Ciung Wanara, sebuah tempat petilasan kerajaan Galuh. Lokasinya sekitar 14km dari pusat kota ciamis di pinggir jalan raya Ciamis Banjar. Tempatnya sangat mudah sekali ditemukan. Pertama kali melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf-maafan sudah… nyekar ke makam juga sudah… ke rumah saudara terdekat juga sudah… sekarang saatnya untuk jalan-jalan ke tempat wisata. Tujuan terdekat adalah ke Karangkamulyan di situs Ciung Wanara, sebuah tempat petilasan kerajaan Galuh. Lokasinya sekitar 14km dari pusat kota ciamis di pinggir jalan raya Ciamis Banjar. Tempatnya sangat mudah sekali ditemukan.</p>
<p>Pertama kali melihat dari depan lokasi ini sungguh menarik untuk dijelajahi. Dengan menebus tiket sebesar 1.500/orang maka tempat ini sangat murah meriah dan bisa dijadikan prioritas untuk kunjungan ke Ciamis setelah pantai Pangandaran.<span id="more-415"> <span id="more-976"></span></span></p>
<p><img title="IMG00702" src="http://rawiwahyudiono.files.wordpress.com/2009/09/img00702.jpg?w=300&amp;h=225" alt="IMG00702" width="300" height="225" /></p>
<p>Pertama kali masuk saya tertarik dengan tulisan di papan petunjuk “Jalan ini dulu digunakan sebagai penghubung dari kerajaan Pajajaran ke kerajaan Majapahit”. Pikiran saya langsung kembali ke masa lalu, ke jaman kerajaan Pajajaran,  apalagi ditambah di sekitarnya masih penuh dengan pohon-pohon tua berdiameter besar dan pohon bambu tua yang melengkung seolah-olah menjadi payung kalau kita berjalan.</p>
<div id="attachment_419" style="width: 610px; height: 499px;"><img src="http://rawiwahyudiono.files.wordpress.com/2009/09/img007031.jpg?w=600&amp;h=450" alt="Bagi yang bisa memegang tongolan tepat ditengah pohon dengan mata tertutup maka keinginannyabisa terkabul" width="600" height="450" /> Bagi yang bisa memegang tongolan tepat ditengah pohon dengan mata tertutup maka keinginannyabisa terkabul </div>
<p>Selain itu ada yang menarik lagi, disitu ada sebuah pohon besar yang di tengahnya ada tongolannya. Konon bagi siapa yang bisa memegang tepat ditengah dari jarak beberapa meter dengan mata terpejam maka segala keinginannya bisa terkabul.</p>
<p>Sebetulnya banyak sekali tempat yang menarik disini hanya saja ada banyak kekurangan jika tempat ini benar-benar mau dijadikan tempat wisata “betulan” seperti tidak adanya papan informasi yang menerangkan tentang kegunaan dari suatu situs. Alangkah baiknya jika dijelaskan bahwa tempat ini dulunya digunakan oleh raja anu sebagai tempat untuk anu atau informasi tambahan lainnya yang berhubungan.</p>
<p>Ada beberapa masukan setelah saya melihat keadaan tersebut diatas.</p>
<ol>
<li>Memberikan petunjuk pada beberapa tempat bersejarah sebagai pusat informasi</li>
<li>Kebersihan dijaga dengan pengadaan tempat sampah di beberapa titik. Tidak usah terlalu bagus yang penting bisa menampung sampah dan kelihatan alami</li>
<li>Di dekat sungai dibikin wisata air seperti berjalan susur sungai, berperahu, dll</li>
</ol>
<div id="attachment_422" style="width: 310px;"><img src="http://rawiwahyudiono.files.wordpress.com/2009/09/img00707.jpg?w=300&amp;h=225" alt="Lobang di pohon tua bisa muat 3 orang" width="300" height="225" /> Lobang di pohon tua bisa muat 3 orang </div>
<div id="attachment_423" style="width: 310px;"><img title="IMG00710" src="http://rawiwahyudiono.files.wordpress.com/2009/09/img00710.jpg?w=300&amp;h=225" alt="Suasana sungai yang tidak dalam dan masih alami" width="300" height="225" /> Suasana sungai yang tidak dalam dan masih alami </div>
<p style="text-align: left;">Jika beberapa hal diatas dirasakan berat dalam hal keuangan oleh PEMDA, maka PEMDA bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk melakssanakan program diatas. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah melibatkan segenap komponen masyarakat Ciamis dalam upaya untuk meningkatkan keberadaan  situs wisata ini agar lebih menarik seperti kaum Akademisi, LSM, tokoh masyarakat, pengusaha dan masyarakat lainnya yang peduli dengan kemajuan kota Ciamis.</p>
<p>Saya yakin jika dikerjakan bersama-sama maka segala sesuatu yang kelihatannya sulit akan bisa diselesaikan dengan mudah.</p>
<p><a href="http://www.prakom.com/" target="_blank">Salam sukses dunia akherat,</a></p>
<p><a rel="bookmark" href="http://rawiwahyudiono.wordpress.com/2009/09/17/perjalanan-ke-ciamis-%e2%80%93-tour-de-java-part-1/">Perjalanan ke Ciamis – Tour De Java part 1</a></p>
<p><a rel="bookmark" href="http://rawiwahyudiono.wordpress.com/2009/09/18/gurame-buku-majalah-laptop-bb-jadi-teman-setia-tour-de-java-part-2/">Gurame, buku, majalah, laptop, BB jadi teman setia – Tour De Java part 2</a></p>
<p><a rel="bookmark" href="http://rawiwahyudiono.wordpress.com/2009/09/20/seandainya-suasananya-bisa-berlanjut-di-luar-bulan-ramadhan%e2%80%a6-tour-de-java-part-3/">Seandainya suasananya bisa berlanjut di luar bulan Ramadhan… ..- Tour De Java part 3</a></p>
<p><a rel="bookmark" href="http://rawiwahyudiono.wordpress.com/2009/09/20/cara-menghidupkan-denyut-nadi-kota-kecil-%e2%80%93-tour-de-java-part-4/">Cara menghidupkan denyut nadi kota kecil – Tour De Java part 4</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2009/09/25/petilasan-kerajaan-galuh-di-karangkamulyan-%e2%80%93-tour-de-java-part-5.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

