Home » Head Line » KTI Masih Menjadi Kendala Kenaikan Pangkat Guru

KTI Masih Menjadi Kendala Kenaikan Pangkat Guru

Omjay di Kota Jepara

 

Setiap kali saya dipercaya untuk menjadi pembicara penelitian tindakan kelas (PTK), dan diminta untuk membimbing teman sejawat dalam membuat karya tulis ilmiah (KTI) saya menemukan banyak sekali guru yang belum bisa menulis KTI. Menulis KTI memang bukan pekerjaan yang mudah. Selain karena para guru banyak yang kurang dalam membaca buku, mereka pun kurang berlatih dalam menulis. Sehingga wajar saja apabila banyak guru yang terhambat naik pangkatnya karena tak mampu membuat sebuah karya tulis ilmiah (KTI).

Menulis KTI memang perlu keseriusan. Orang tidak dapat menulis tanpa berbekal ilmu dan kemauan. Guru banyak disibukkan oleh administrasi, demikian yang sering kita dengar. Tapi sebenarnya adminsitrasi itu adalah performasi seorang guru. Orang lain secara administratif dapat dilihat melalui administrasi ini. PTK merupakan salah satu performasi guru baik bidang adminsitratif maupun action. Bagaimana tidak, PTK merupakan hasil kinerja guru dalam memperbaiki pembelajaran.


Ada seorang teman guru mengirimkan email kepada saya. Begini tulisan emailnya.

Assalamu’alaikum Omjay. Dulu waktu jam mengajar saya sedikit saya masih bisa menulis di media, dengan jam mengajar banyak saya jadi keteteran. Bagaimana solusinya Pak?

Ada PTN menyelenggarakan PTK, tapi biayanya jutaan. Istilahnya PTK mandiri. Cukup buat 1 PTK angka kredit 4, masuk jurnal dengan judul sama nilai 6, diseminarkan kurang lebih 15 menit nilai 4, akhirnya bisa naik pangkat. Logis ga Pak, mohon komentar? Wassalam.


Banyak guru terjebak dalam iming-iming seperti di atas. Dengan mengeluarkan uang jutaan urusan KTI beres. Melihat kenyataan itu, hati saya tergerak untuk membantu para guru dalam membuat karya tulisnya. Mereka tak perlu mengeluarkan biaya jutaan. Mereka harus belajar secara mandiri, dan menemukan refleksi diri dari kinerjanya sebagai seorang guru.

 

Berbagai pelatihan atau workshop telah saya ikuti, dan berbagai seminar telah saya adakan bersama kawan-kawan di pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) agar teman-teman guru mengerti, dan paham dalam melakukan penelitian, sehingga dapat naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi.

1299342761357549797

Bahkan saya dan pak Dedi Dwitagama telah membuat buku tentang PTK agar para guru lebih mengenal PTK. Namun, hati saya masih terasa galau melihat ada sebagian teman-teman guru yang sangat sulit dalam membuat karya tulis. Semua itu disebabkan karena teman-teman guru telah memvonis dirinya tak sanggup untuk menulis sebelum mencobanya. Banyak diantara mereka yang mengaku kalah sebelum bertempur. Kalau sudah begitu sulitlah buat saya untuk mengajarkan tentang materi penelitian. Saya pun berusaha merubah diri menjadi seorangmotivator seperti bapak Mario Teguh atau Andri Wongso agar para guru berani menulis.

 

Solusinya sebenarnya cuma dua, aturlah waktu dengan baik, dan kalahlah kemalasan diri. Jangan tergiur dengan hal-hal yang biayanya jutaan. Lebih baik kita mandiri atau belajar bersama guru yang sudah berhasil melakukan PTK. Saya sendiri ketika belajar mandiri, ternyata bisa juga masuk lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran di tingkat nasional. Hasil PTK saya himpun menjadi buku, dan saya kirimkan ke pusat perbukuan. Kini saya dan pak Dedi sudah membuat buku PTK beserta dengan contoh-contohnya agar para guru lebih mengenal PTK dengan baik. Alhamdulillah buku itu telah menjadi buku best seller, dan banyak digunakan oleh para guru di seluruh Indonesia. Buku ini telah banyak menginspirasi para guru untuk membuat KTI. Kami pun memberikan bimbingan PTK secara online sampai guru mampu menyelesaikan KTInya. Semua itu GRATIS, dan guru tak perlu mengeluarkan biaya, kecuali akses internet.

 

12993421441548330917Mari Belajar Membuat KTI 

 

Sebenarnya ada delapan obat yang akan membuat guru mampu membuat karya tulis ilmiah. Obat yang pertama adalah memahami profesinya sebagai guru. Kedua rajin membaca buku,ketiga rajin berlatih menulis, keempatmenghargai waktu dengan baik, kelima tidak terjebak rutinitas kerja, keenam guru lebih kreatif dan inovatif, ketujuh mau meneliti, dan kedelapan memahami PTK yang bertujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru. Bila kedelapan obat ini telah menyatu dalam tubuh seorang guru, saya yakin seyakin-yakinnya tak ada guru di Indonesia yang terhambat kenaikan pangkatnya karena tak mampu untuk membuat karya tulis ilmiah.


Bila kita membaca berita di berbagai media, sebenarnya telah ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi kendala kenaikan pangkat guru. Berbagai pelatihan telah dilaksanakan dan berbagai kegiatan ilmiah telah pula dilakukan oleh pemerintah. Bahkan ada bimbingan karya tulis ilmiah secara Online. Belum lagi adanya lomba karya tulis ilmiah setiap tahunnya yang selalu rutin diadakan oleh kementrian pendikan nasional. Tapi mengapa masih banyak guru yang tidak bisa membuat karya tulis ilmiah?

 

Sebuah pertanyaan yang harus dijawab sendiri oleh para guru. Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan tindakan nyata dan bukan kata-kata. Semoga para guru nantinya akan dibimbing, dan berkolaborasi dengan para pakar di perguruan tinggi untuk bisa membuat karya tulis ilmiah yang berkualitas. Bila para guru telah membuat karya tulis ilmiah yang berkualitas, maka akan meningkat pula mutu pendidikan yang ada di sekolah-sekolah kita. Guru yang berkualitas, akan melahirkan peserta didik yang berkualitas pula.

 

Mari ciptakan khasanah ilmu pengetahuan baru dengan rajin meneliti dan membuat sebuah karya tulis ilmiah. Masih banyak lahan penelitian di bidang pendidikan yang belum tergarap, dan masih banyak pintu terbuka untuk kita para guru menemukan metode-metode yang tepat dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Mari menjadi guru profesional melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Lakukan PTK yang dimulai dari sebuah perencanaan yang matang, tindakan yang menantang, pengamatan yang cemerlang, dan refleksi diri untuk mencapai hasil yang gemilang.

 

KTI tak akan menjadi kendala kenaikan pangkat guru, khususnya guru PNS bila mereka benar-benar melaksanakan PTK dengan baik selama proses pembelajarannya. PTK itu mudah, dan janganlah dibuat susah karena ketidakmampuan guru membuat KTI. Ayo kita terus belajar, dan mau meneliti di kelas-kelas kita dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja kita sebagai guru, dan bukan semata-mata untuk kenaikan pangkat.

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on Mar 5 2011. Filed under Head Line. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

6 Comments for “KTI Masih Menjadi Kendala Kenaikan Pangkat Guru”

  1. Benar-benar memotivasi saya untuk terus belajar menulis dan membuat KTI.
    terima kasih Om Jay. Oh ya bagaimana caranya kursus online gratis itu pak ?

  2. wijaya kusumah

    gampang mas wahid.
    mas Wahid tinggalkirim email saja ke saya, apa saja masalah-masalah yg dihadapi mas wahid llau berikan laporan PTK mas wahid yang sudah dikerjakan untuk saya baca dan revisi. saya akan memberikan masukan dimana letak kekuarangannya.

    salam
    Omjay

  3. Himawan Syamsuddin

    Insya Allah saya akan ikut pelatihan PTK online ini, Om Jay. Terima kasih sebelumnya.

  4. sebelum ikut pelatihan PTK online ini, lebih bagus bila mas wahid sdh memiliki buku mengenal PTK yang kami susun. Dengan begitu anda sdh membaca lebih dahulu tentang PTK beserta contoh-contohnya.

    salam
    Omjay

  5. Web Design Idea

    blog yg sngad bgus…
    bisa jadi motivasi yg tnggi bwt sya….

  6. Sungguh tulisan yg memberi motivasi tersendiri bagi saya, seorang guru Matematika SD yg baru 1 th diangkat sbg CPNS, n baru mau mendapat gelar PNS. Begini Pak Wijaya, saya rencanax mau mengajukan proposal PTK, insyaAllah semester depan, termotivasi dr teman jg sbenarx, kalo dy bs knp sy g’. Katax kan ada 2 jalur ni, jalur LPMP n jalur mandiri. Kalo jalur LPMP udah ada nama2 yg dpt hibah katax, jadi lewat jalur mandiri aja. jadi pertanyaan skrg, gimana prosedurx kalo mau ngajukan proposal lwt jalur mandiri, selain lwt kepsek, kmana lg? Trus apakah bimbingan dr dosen itu wajib dilakukan klo qt lwt jalur mandiri, klo memang wajib gmn prosedurx? Terima kasih jawabanx :)

Leave a Reply

RSS Planet Aggregator

  • Bisakah Menulis di Saat Menunggu?
  • Saatnya Guru Bercumbu Mesra Dengan Kurikulum 2013
  • 10 Tips Penting Untuk Menjadi Penulis
  • Wijaya Kusumah, Penerima Penghargaan Khusus Guraru Award 2011
  • Masjid Wuxi Nan Sunyi
  • Membuat Status di Facebook dan Menjadi Bahan Tulisan di Blog

Komentar Terbaru

Login

Login Anggota
Lost Password?

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara

Banner Komunitas

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

© 2013 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in - Designed by Gabfire Themes