Kiat Merenovasi Tampak Rumah
Artikel Sunday, May 15th, 2011 84 views
Print Artikel Ini
Kalau kita sempatkan berjalan-jalan keluar masuk jalan kampung, atau gang-gang sempit di jakarta dan sekitarnya maka kita akan mudah menemui rumah-rumah, baik besar atau kecil, satu lantai atau dua lantai, di warnai oleh cat dinding dengan warna-warni yang sedang ‘in’ saat ini, yaitu warna gaya arsitektur minimalis. Tidak salah memang, tetapi kalau warna-warna ini di terapkan secara sembarangan, asal ikut-ikutan, sekedar mengikuti mode, maka yang terjadi adalah rumah tersebut malah terkesan ‘ramai’, norak, aneh dan tidak sesuai dengan makna minimalis itu sendiri.
Kerap kita jumpai pula, sebuah rumah bergaya arsitektur mediteranian, arsitektur tropis atau gaya arsitektur lainnya, menjadi korban tren warna gaya arsitektur minimalis. Contoh saja, sebuah rumah bergaya arsitektur tropis dengan permainan material kayu yang dominan di paksakan ‘berdandan’ dengan warna gaya arsittektur minimalis yang memadukan dua atau lebih warna kontras, maka yang terjadi karakter dan tekstur kayu yang hangat akan terasa dingin dan kaku. Tekstur kayu yang seharusnya ter-ekspose menonjolkan urat-uratnya yang unik menjadi seperti material beton pada umumnya akibat tertutup cat tadi.
Niat mempercantik rumah agar terlihat ‘up to date’, sebaiknya tidak hanya sekedar mengganti warna cat dindingnya saja, ada baiknya perubahan itu di ikuti dengan merubah beberapa bagian dari facade (tampak rumah) tersebut sehingga akan terlihat mendekati makna asli dari gaya arsitektur yang kita ingin kan. Contoh, bila rumah anda bergaya arsitektur modern klasik yang di beberapa tempat terdapat Perubahan tidak harus dalam skala besar, bila kita sedikit mencermati, maka perubahan itu bisa di lakukan dalam skala kecil, asal kita mengetahui prinsip-prinsip dari masing-masing gaya arsitektur yang ada. Tidak salah jika anda sedikit meminta saran dari rekan Arsitek yang anda kenal ( kalau sedikit saran, tentunya tidak akan di kenakan ‘argo’..he he he), untuk menentukan bagian-bagian mana yang hanya di ‘lumuri’ cat, dan bagian mana yang perlu diadakan perubahan. Atau anda bisa mencontoh dari brosur, majalah, koran dan internet untuk mendapatkan bentuk yang pas dan sesusai dengan rumah kita.
Satu hal yang menjadi perhatian adalah, anda harus mengetahui jenis cat yang akan di gunakan pada dinding rumah anda. Ada 2 jenis cat yang saat ini beredar di pasaran, yaitu; cat indoor dan cat outdoor. Masing-masing memiliki karakteristiknya yang berbeda. Dari namanya kita sudah tahu bahwa cat outdoor hanya digunakan pada dinding-dinding luar yang langsung ter-expose dengan sinar matahari dan hujan, sehingga jenis cat ini memiliki daya tahan terhadap kedua faktor tadi. Sedang kan cat indoor lebih diperuntukkan pada area ruang dalam rumah. Anda bisa melihat kedua jenis cat ini pada kemasannya atau menanyakan lasung ke penjualnya. Karena jika salah penempatan, cat indoor di aplikasikan pada outdoor, maka masalah lain akan timbul ketika hujan tiba, cat anda luntur, rumah anda akan terlihat semakin aneh..:)
Print Artikel Ini





mantap nih infonya……makasoh mas dah share
[Reply]
info yg bermanfaat,,,
nice article,,
[Reply]