Papan Nama Kampus ITS Surabaya Kok Bolong?
Perjalanan Sunday, January 29th, 2012 327 views
Print Artikel Ini
Sudah menjadi kebiasaan saya untuk jalan-jalan pagi di saat menginap di suatu kota. Dengan begitu saya dapat menikmati suasana pagi di kota yang saya inapi, sekaligus juga berolahraga. Oleh karena itulah pagi ini, disela-sela acara mukernas IGI, saya langsung meluncur ke kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang ada di Jl Arif Rahman Hakim Surabaya.
Papan Nama Kampus ITS di Pintu Gerbang yang sebagian hurufnya hilang
Ada orang baik yang mengantarkan saya keliling kampus ITS. Beliau adalah petugas kebersihan conferensi center yang gedungnya tak jauh dari gedung Agus Salim BPPNFI di Jl. Gebang Putih Surabaya. Bapak itu mengantarkan saya keliling kampus ITS dengan motor hondanya. Sayapun sangat menikmati udara pagi di kampus ITS yang asri.
Tempat saya meginap, katanya harganya murah menginap di sini
Saya benar-benar menikmati kampus ITS yang asri di pagi hari. Hawanya masih sejuk, dan saya lihat banyak orang berlari, dan jalan-jalan pagi di sekitar kampus. Saya diantar mengelilingi kampus ITS yang terlihat sunyi karena hari minggu libur. Katanya kalau hari biasa sangat ramai.
Melewati Fakultas Teknologi Informasi ITS
Luas juga area kampus ini. Saya belum tahu berapa pasti luasnya. Tapi yang jelas 3 kali lipat lebih luas dari kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kampusnya asri, dan salah satu rektornya sekarang sudah menjadi menteri pendidikan nasional dan kebudayaan, yaitu Prof. Dr. Moh. Nuh.
Gelanggang Futsal yang diresmikan oleh Pak Nuh
Saya memberhentikan sebentar motor yang saya tumpangi dan mulai memotret. Ada gelanggang futsal yang terlihat sepi. Gelanggang ini diresmikan oleh prof. Dr. Ir Muhammad Nuh, DEA, yang dulu masih menjadi rektor ITS, dan Bapak Eddie Widiono S, yang direktur utama PT. PLN. (bersambung)
Jalan menuju kampus ITS, Surabaya
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
Menulislah Setiap Hari dan buktikan apa yang terjadi salam blogger persahabatan Omjay
Print Artikel Ini



wah kampusku dulu ni, keliata banget terlihat apa adanya. ya memang begitu pak, ITS selalu apa adanya, murahnya ya apa adannya, sebagai imbasnya beberapa fasilitas ya apa adanya (hahaha, itu dulu ya. tapi ga tau sekarang).
pembangunan gencar gencaran dulu pas jamanya pak nuh jadi rektor, sebelum itu wah ITS bener bener terlihat ga ke urus, jalan utama nya ja yang melewati graha rusak banget, sekarang sudah di perbaiki.
tapi yang menyenangkan dari ITS kebanyakan orang pribumi, maksudnya orang jawa. jadi kita di sana mau ga mau harus bisa bahasa jawa. budaya (antar personal) di jawa, yang terkenal dengan “bonek.” tapi sisi positifnya mereka, mereka akan sangat solider, teman satu kena apa apa akan di bela mati matian makanya bonek bisa besar ya karena kesolideran mereka.
semoga ITS semakin baik lagi
[Reply]