Story telling (2): Why We Need?
Artikel Saturday, February 4th, 2012 122 views
Print Artikel Ini
Pernah ngalami gak ketika Anda bercerita di depan teman? Terus, dia melihat dengan penuh ketakjuban. Mukanya tampang bego melihat kita dengan keingintahuan yang besar. Apa pun ceritanya. Mau gossip atau fakta. Satu hal pasti anda sudah dapat menyihir satu orang. Walau pun Cuma satu menit ya….
Atau, kalau malam anaknya mau bobo. Kita mendongengkan cerita apa saja kepada si Abang atau Adek, anak kita. Entah berkualitas atau tidak cerita itu, yang jelas si abang dan ade terpesona dan buktinya tidur. Entah tidur saking bagus atau sebaliknya…..
Hal ini dicatat Alexander Ostelwarder dan Yves Pigneur dalam buku yang berjudul Business Model Generation. Untuk mendekin, saya menyebutnya BMG. Dalam buku yang digagasnya bersama sejumlah praktisi berpengalaman dan profesor, ia menyatakan bahwa sayang sekali Story Tellng tidak digunakan dalam bisnis. Katanya begini, “Story telling Is undervalued and underused art in the world of business.”
Story telling will help you effectively communicate what it is all about. Story telling akan membantu kita dalam mengomunikasikan segala hal. Story telling adalah perangkat ideal (ideal tools) untuk mempersiapkan diskusi mendalam secara internal dan mengomunikasikan kepada eksternal tentang bisnis kita. Ibarat tentara, Story telling adalah peluru untuk mendidik konsumen kita lebih aware kepada brand kita.
Manfaat Story Telling:
1) Introducing the new (memperkenalkan yang baru)
Teknik bercerita kepada customer atau calon customer sebagai model awalan utnuk memperkenalkan bisnis kita. Melakukan komunikasi tanpa story telling ibarat melukis di canvas tanpa warna. Dengan story telling kita memberikan warna atas apa yang kita lukis. Story telling akan menjadikan sesuatu menjadi nyata.
2). Pitching the investor (Menarik investor)
Story Telling dapat digunakan untuk meyakinkan investor atau siapa pun stake holder untuk menanamkan uangnya di kita, apa yang perlu diketahui para investor dan stakeholder adalah bagaimana kita menjalankan bisnis dan menciptakan value untuk bisnis kita. Bagaimana kita mencetak uang dari prose situ. Story telling digunakan bersamaan dengan visual thingking serta bisnis plannya.
2) Engaging employee (melibatkan karyawan)
Story Telling juga digunakan dalam skup dan lingkar ke dalam. Artinya ke SDM milik kita. Menguatkan pekerja dan team. Maka managemen SDM akan semakin powerful dengan tools Story telling. Dengan diskusi mendalam dan presentasi dari pihak manajamen akan memunculkan sense of belonging dan pada saatnya akna menimbulkan loyalitas.
Gitu dulu ah…ntar sambung lagi ngantuki nih!
Print Artikel Ini



Very useful post. It was very relavant. I was searching exaxtly for this. Thank you for your effort. I hope you will write more such useful posts.
[Reply]
lanjut kang..ceritanya.
[Reply]